Okupansi Hotel Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Anjlok Drastis, Banyak Pembatalan

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 05 Mei 2026 | 14:57 WIB
Okupansi Hotel Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Anjlok Drastis, Banyak Pembatalan
Piala Dunia 2026 (FIFA)
baca 10 detik
  • Okupansi hotel di kota tuan rumah Piala Dunia 2026 merosot jauh di bawah target.

  • Kendala visa dan pembatalan kamar oleh FIFA menjadi penyebab utama rendahnya reservasi.

  • Kebijakan imigrasi yang ketat membuat wisatawan asing enggan berkunjung ke Amerika Serikat.

Suara.com - Sektor perhotelan di berbagai kota penyelenggara Piala Dunia 2026 kini sedang menghadapi ancaman krisis akibat angka pemesanan kamar yang terjun bebas.

Meskipun jutaan tiket pertandingan telah ludes terjual, data lapangan menunjukkan bahwa antusiasme tersebut tidak berbanding lurus dengan reservasi penginapan.

Dikutip dari NPR, ketimpangan ini memicu kekhawatiran besar bagi para pemilik aset properti yang sebelumnya berharap pada lonjakan devisa dari kunjungan internasional.

Hasil pembagian grup Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Grup I dipastikan jadi grup neraka yang berisikan Prancis, Norwegia, Senegal, dan Irak. Cek daftarnya! [Dok. Philadelphia Soccer 2026]
Hasil pembagian grup Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Grup I dipastikan jadi grup neraka yang berisikan Prancis, Norwegia, Senegal, dan Irak. Cek daftarnya! [Dok. Philadelphia Soccer 2026]

Kondisi lesu ini diperparah oleh kebijakan imigrasi yang ketat serta tingginya biaya perjalanan menuju Amerika Serikat bagi fans global.

Banyak calon penonton lebih memilih untuk membatalkan rencana perjalanan mereka karena rumitnya birokrasi masuk ke negara paman sam tersebut.

Laporan terbaru dari American Hotel and Lodging Association (AHLA) mengungkapkan bahwa pembatalan skala besar oleh FIFA menjadi pemicu utama kekosongan kamar.

Organisasi sepak bola dunia tersebut secara mendadak melepas kuota kamar yang sebelumnya telah dipesan, sehingga membuat hotel kehilangan potensi pendapatan.

Operasi tempur gabungan di Teheran memunculkan keraguan baru. Telusuri dampak serangan AS terhadap status kepesertaan Iran dalam turnamen sepak bola paling bergengsi tahun ini.
Operasi tempur gabungan di Teheran memunculkan keraguan baru. Telusuri dampak serangan AS terhadap status kepesertaan Iran dalam turnamen sepak bola paling bergengsi tahun ini.

“Terlepas dari lebih dari 5 juta tiket yang terjual (untuk pertandingan Piala Dunia), permintaan ini belum diterjemahkan ke dalam pemesanan hotel yang kuat,” ungkap AHLA dalam laporannya.

Kota seperti Kansas City mencatat penurunan drastis, bahkan lebih rendah dibandingkan dengan tingkat okupansi pada musim panas tahunan biasanya.

baca juga

Data survei menunjukkan bahwa sekitar 85 hingga 90 persen hotel di Kansas City melaporkan angka reservasi yang sangat mengecewakan.

Survei terhadap ratusan operator hotel menunjukkan bahwa citra Amerika Serikat sebagai destinasi yang ramah bagi turis asing mulai luntur.

Calon pengunjung internasional merasa terbebani dengan masa tunggu visa yang lama serta kenaikan biaya administrasi yang signifikan.

“Bahkan dengan antisipasi global yang meningkat, jalur menuju AS bagi banyak pelancong Piala Dunia terasa semakin kurang seperti sambutan karpet merah,” jelas pihak AHLA.

Ada persepsi kuat di kalangan pelancong bahwa mereka akan menghadapi ketidakpastian proses masuk serta pemeriksaan bandara yang sangat ketat.

“Ada persepsi bahwa pelancong internasional mungkin menghadapi waktu tunggu visa yang lama, kenaikan biaya visa, dan ketidakpastian yang berkepanjangan seputar pemrosesan masuk,” tambah AHLA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS Dituding Peras Suporter! Ongkos Transport Piala Dunia 2026 Naik 1170 Persen

AS Dituding Peras Suporter! Ongkos Transport Piala Dunia 2026 Naik 1170 Persen

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:49 WIB

Profil Tuan Rumah Piala Dunia 2026: Kanada - Dua Kota Ikonik dan Ambisi di Panggung Dunia

Profil Tuan Rumah Piala Dunia 2026: Kanada - Dua Kota Ikonik dan Ambisi di Panggung Dunia

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:46 WIB

5 Juta Tiket Terjual, Tapi Reservasi Hotel Sepi, Ada Apa dengan Piala Dunia 2026?

5 Juta Tiket Terjual, Tapi Reservasi Hotel Sepi, Ada Apa dengan Piala Dunia 2026?

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:30 WIB

Terkini

Lubang Bekas Tambang Jadi Sumber Air Warga, Dicari Skema Aman

Lubang Bekas Tambang Jadi Sumber Air Warga, Dicari Skema Aman

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 17:50 WIB

KEHATI Dorong Kebijakan Iklim Integrasikan Perlindungan Keanekaragaman Hayati

KEHATI Dorong Kebijakan Iklim Integrasikan Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Jabar | Sabtu, 19 September 2026 | 17:48 WIB

Rebutan Lahan Lap Kaca Berujung Berdarah: Pengamen Kemoceng di Lamongan Tikam Rekan Sendiri

Rebutan Lahan Lap Kaca Berujung Berdarah: Pengamen Kemoceng di Lamongan Tikam Rekan Sendiri

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 17:48 WIB

Jule Ditangkap Polisi karena Kasus Apa? Begini Kronologi Penangkapannya

Jule Ditangkap Polisi karena Kasus Apa? Begini Kronologi Penangkapannya

Entertainment | Sabtu, 19 September 2026 | 17:40 WIB

Di Balik Kecanggihan AI: Ada Tagihan Listrik dan Air Bumi yang Membengkak

Di Balik Kecanggihan AI: Ada Tagihan Listrik dan Air Bumi yang Membengkak

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 17:40 WIB

Rakyat Harus Beradab, Mengapa Penguasa Bebas Berkata Kasar di Ruang Publik?

Rakyat Harus Beradab, Mengapa Penguasa Bebas Berkata Kasar di Ruang Publik?

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 17:40 WIB

Putus Candu Impor, Lampung Siapkan 870 Hektare Lahan Demi Target Swasembada Bawang Putih 2029

Putus Candu Impor, Lampung Siapkan 870 Hektare Lahan Demi Target Swasembada Bawang Putih 2029

Lampung | Sabtu, 19 September 2026 | 17:38 WIB

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie: Bakar Kalorinya Setara Lari 10 Kilometer!

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie: Bakar Kalorinya Setara Lari 10 Kilometer!

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 17:21 WIB

Parkir di Solo Mulai Go Digital, 85 QRIS Pocket Hadir di 4 Ruas Jalan

Parkir di Solo Mulai Go Digital, 85 QRIS Pocket Hadir di 4 Ruas Jalan

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 17:15 WIB

Berkah Pameran di MTQ Nasional 2026, UMKM Jateng Raup Transaksi Tembus Rp2,4 Miliar

Berkah Pameran di MTQ Nasional 2026, UMKM Jateng Raup Transaksi Tembus Rp2,4 Miliar

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 17:02 WIB

×