- Pemain PSBS Biak, Eduardo Barbosa, diduga meninggalkan klub lebih awal akibat isu keterlambatan pembayaran gaji pemain asing.
- PSBS Biak sedang menghadapi krisis finansial dan dipastikan terdegradasi dari liga utama pada musim 2025/2026 ini.
- Operator liga, I.League, menindaklanjuti masalah gaji tersebut dengan mendesak manajemen klub menyelesaikannya melalui mekanisme resmi NDRC Indonesia.
Suara.com - Pemain asal Portugal, Eduardo Barbosa, viral di media sosial setelah diduga berpamitan meninggalkan PSBS Biak lebih cepat dari jadwal. Dalam video yang beredar, ia terlihat menyalami rekan setim sambil membawa kantong kresek merah.
Isu ini mencuat di tengah kabar kondisi finansial PSBS yang disebut kurang baik. Barbosa diduga memilih hengkang karena belum menerima gaji.
Isu Finansial dan Performa Tim
PSBS Biak memang tengah menjalani musim sulit di Super League 2025/2026. Mereka dipastikan terdegradasi ke kasta kedua, Championship.
Situasi di luar lapangan turut menjadi sorotan, terutama setelah muncul kabar pemain asing meninggalkan tim sebelum kompetisi berakhir.
Padahal, PSBS masih menyisakan tiga pertandingan musim ini, yakni melawan Dewa United (8 Mei 2026), Arema FC (15 Mei), dan Bhayangkara FC (23 Mei).
Respons Operator Liga
Operator kompetisi, I.League, mengaku telah mengetahui dugaan keterlambatan pembayaran gaji di PSBS.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menegaskan pihaknya tidak akan mengabaikan persoalan tersebut.
“Kami memahami situasi ini menjadi perhatian banyak pihak, khususnya pemain. I.League telah bertemu manajemen PSBS untuk mendapatkan kejelasan dan mendorong penyelesaian yang bertanggung jawab,” ujar Ferry.
Ia menambahkan, klub memiliki kewajiban finansial, termasuk deposit sebagai bentuk komitmen dalam kompetisi. Namun, persoalan yang menyangkut hak pemain akan tetap ditangani sesuai regulasi.
Ferry juga mendorong penyelesaian sengketa melalui mekanisme resmi seperti NDRC Indonesia.