-
Hasan Salihamidzic adalah simbol ketangguhan mental Bosnia yang berhasil meraih sukses besar di Bundesliga dan Liga Champions.
-
Kariernya yang serbabisa di posisi sayap menjadikannya salah satu pemain paling efektif dalam sejarah Bayern Munchen dan Juventus.
-
Meskipun lahir di tengah konflik perang, ia membuktikan diri mampu menjadi eksekutif top di level manajemen klub elite Eropa.
Suara.com - Hasan Salihamidzic merupakan salah satu pesepak bola terbaik yang pernah lahir dari tanah Bosnia dan Herzegovina dengan reputasi internasional yang sangat mentereng.
Sosok yang akrab disapa "Brazzo" ini dikenal sebagai pemain serbabisa yang mampu mengisi posisi bek sayap maupun gelandang sayap dengan intensitas kerja yang luar biasa tinggi.
Karier gemilangnya di level klub bersama raksasa Bundesliga, Bayern Munchen, menjadikannya ikon bagi para pemain muda dari kawasan Balkan yang bermimpi menaklukkan Eropa.
![Direktur Olahraga Bayern Munich, Hasan Salihamidzic. [Alexander Hassenstein / POOL / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/10/27/70257-hasan-salihamidzic.jpg)
Lahir di Jablanica pada 1 Januari 1977, masa muda Salihamidi diwarnai oleh gejolak perang yang melanda negaranya pada awal tahun 1990-an.
Hasan Salihamidzic harus meninggalkan kampung halamannya dalam situasi yang sulit demi mengejar mimpi di Jerman, hingga akhirnya bergabung dengan tim muda Hamburger SV.
Ketangguhan mental yang terbentuk di masa sulit tersebut membantunya menembus skuad utama Hamburg sebelum akhirnya direkrut oleh raksasa Jerman, Bayern Munchen.
![Direktur Olahraga Bayern Munich Hasan Salihamidzic [AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/12/17/71616-hasan-salihamidzic.jpg)
Di Bayern, ia menjadi bagian dari generasi emas yang mendominasi kompetisi domestik dan berhasil mengembalikan kejayaan klub di kancah Liga Champions UEFA.
Kesuksesan Besar di Level Klub
Dedikasinya di lapangan hijau membuat Salihamidi menjadi favorit para pelatih karena kemampuannya beradaptasi dengan berbagai skema taktik yang rumit.
Setelah sembilan tahun bergelimang gelar di Jerman, ia melanjutkan petualangannya ke Italia untuk memperkuat Juventus dan tetap menunjukkan level kompetitif yang tinggi.
Selain prestasi di lapangan, ia juga dikenal memiliki kecerdasan dalam manajemen sepak bola yang membawanya kembali ke Bayern Munchen sebagai Direktur Olahraga.
Meskipun Bosnia dan Herzegovina adalah negara baru, Salihamidi menjadi pilar utama sejak debutnya pada tahun 1996 dan mencetak gol perdana yang bersejarah melawan Italia.
Ia tercatat sebagai salah satu pemain yang paling konsisten membela panji Bosnia dalam berbagai kualifikasi Piala Dunia, memberikan standar profesionalisme bagi rekan-rekan setimnya.
Walaupun ia pensiun dari tim nasional sebelum Bosnia berhasil menembus putaran final Piala Dunia 2014, kontribusinya selama satu dekade menjadi fondasi bagi generasi Edin Dzeko.
Hasan Salihamidzic meninggalkan warisan berupa mentalitas juara dan etos kerja yang tidak pernah padam, membuktikan bahwa keterbatasan latar belakang bukanlah penghalang sukses.