-
Performa buruk di Real Madrid mengancam posisi Eduardo Camavinga di tim nasional Prancis.
-
Didier Deschamps hanya akan memilih lima gelandang untuk dibawa ke ajang Piala Dunia.
-
Camavinga kalah bersaing dengan pemain seperti Tchouaméni, Rabiot, Kanté, Zaire-Emery, dan Koné.
Suara.com - Eduardo Camavinga kini berada dalam situasi sulit setelah posisinya di skuad tim nasional Prancis untuk Piala Dunia 2026 mendatang mulai goyah.
Penurunan performa signifikan di Real Madrid menjadi alasan kuat mengapa gelandang muda ini terancam tidak dibawa ke Amerika Utara.
Laporan Telefoot, terbaru menunjukkan bahwa kepercayaan Didier Deschamps terhadap sang pemain semakin menipis seiring minimnya kontribusi di level klub.

Nasibnya kian diperparah oleh catatan disiplin buruk yang berdampak langsung pada kegagalan Los Blancos di kompetisi Eropa.
Kini ia harus berpacu dengan waktu untuk membuktikan kelayakannya sebelum daftar final pemain resmi diumumkan.
Didier Deschamps dilaporkan hanya akan memboyong lima pemain tengah untuk memperkuat Les Bleus di turnamen akbar tersebut.
Saat ini sudah ada lima nama besar yang posisinya dinilai jauh lebih aman dibandingkan mantan pemain Stade Rennais itu.
Nama-nama seperti Aurélien Tchouaméni dan Adrien Rabiot masih menjadi pilihan utama dalam skema permainan sang pelatih.
Kembalinya N’Golo Kanté serta munculnya talenta muda seperti Warren Zaire-Emery kian mempersempit peluang Camavinga.
Manu Koné juga disebut-sebut telah mengungguli hierarki gelandang yang selama ini diprioritaskan oleh tim kepelatihan Prancis.
Ekspektasi tinggi saat pindah ke Santiago Bernabeu justru berbuah tekanan besar yang sulit diatasi oleh sang pemain.
Kartu merah yang diterimanya saat melawan Bayern Munich menjadi titik balik menurunnya reputasi Camavinga di mata manajemen Madrid.
Insiden pengusiran tersebut dianggap sebagai penyebab utama tersingkirnya Real Madrid dari ajang bergengsi UEFA Champions League.
Masa depannya di Spanyol pun kini menjadi tanda tanya besar karena klub mulai mempertimbangkan opsi untuk melepasnya.
Tanpa menit bermain yang konsisten, mustahil bagi dirinya untuk menggeser dominasi gelandang lain di skuad nasional.