-
Gianni Infantino membela kenaikan harga tiket Piala Dunia 2026 demi mengikuti mekanisme pasar AS.
-
Kelompok suporter menggugat FIFA karena harga tiket final dianggap sebagai bentuk pemerasan ekonomi.
-
Permintaan tiket Piala Dunia 2026 mencapai 500 juta meskipun harga resmi melonjak sangat tajam.
Suara.com - Presiden FIFA Gianni Infantino secara terbuka membela kebijakan harga tiket Piala Dunia 2026 yang dianggap mencekik kantong para penggemar.
Langkah ini diambil guna menyesuaikan diri dengan regulasi pasar Amerika Serikat yang membolehkan penjualan kembali tiket di atas harga resmi.
FIFA berdalih bahwa tingginya angka permintaan menonton turnamen akbar tersebut menjadi pemicu utama di balik banderol harga yang fantastis.
![Jelang drawing Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kennedy Center, Washington D.C. diwarnai kritik tajam soal hubungan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presien FIFA, Gianni Infantino. [Instagram Getty Images via BBC]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/04/33995-gianni-infantino.jpg)
Organisasi Football Supporters Europe (FSE) mengecam keras skema harga ini dan menyebutnya sebagai bentuk pengkhianatan terhadap loyalitas fans.
Gugatan hukum bahkan telah diajukan ke Komisi Eropa guna menindaklanjuti penetapan tarif tiket yang dinilai sangat berlebihan tersebut.
Munculnya angka gila di situs resmi pasar FIFA menunjukkan empat tiket final di New York dihargai lebih dari 2 juta dolar AS per lembar.
“Jika beberapa orang menaruh beberapa tiket final di pasar penjualan kembali seharga 2 juta dolar AS, pertama-tama, itu tidak berarti harga tiketnya memang 2 juta dolar AS,” ujar Infantino dikutip dari Al Jazeera.

“Dan yang kedua, itu tidak berarti seseorang akan membeli tiket tersebut,” kata Infantino.
Pemimpin badan sepak bola dunia tersebut bahkan melontarkan janji nyeleneh bagi siapa pun yang bersedia merogoh kocek sedalam itu.
“Dan jika seseorang membeli tiket final seharga 2 juta dolar AS, saya secara pribadi akan membawakannya hot dog dan Coke untuk memastikan dia mendapatkan pengalaman yang luar biasa,” tambah Infantino.
Perbandingan mencolok terlihat pada harga tiket final 2022 di Qatar yang hanya mencapai 1.600 dolar AS untuk kategori termahal.
Kini, penonton harus menyiapkan dana sekitar 11.000 dolar AS hanya untuk mendapatkan tiket final dengan harga dasar dari penyelenggara.
Infantino tetap teguh pada pendiriannya bahwa kenaikan harga yang sangat drastis ini merupakan hal yang wajar secara ekonomi.
Ia menekankan bahwa status Amerika Serikat sebagai pusat industri hiburan paling maju di dunia menuntut penyesuaian tarif pasar.
“Kita harus melihat pasarnya – kita berada di pasar di mana hiburan adalah yang paling maju di dunia. Jadi kita harus menerapkan tarif pasar,” tegas Infantino.