-
Gianni Infantino membela kenaikan harga tiket Piala Dunia 2026 demi mengikuti mekanisme pasar AS.
-
Kelompok suporter menggugat FIFA karena harga tiket final dianggap sebagai bentuk pemerasan ekonomi.
-
Permintaan tiket Piala Dunia 2026 mencapai 500 juta meskipun harga resmi melonjak sangat tajam.
“Di AS, penjualan kembali tiket juga diizinkan. Jadi jika Anda menjual tiket dengan harga yang terlalu rendah, tiket tersebut akan dijual kembali dengan harga yang jauh lebih tinggi,” lanjutnya.
FIFA berusaha mencegah keuntungan besar jatuh ke tangan pihak ketiga jika harga awal tidak dipatok tinggi sejak awal penjualan.
“Dan faktanya, meskipun beberapa orang mengatakan bahwa harga tiket yang kami miliki tinggi, tiket tersebut tetap berakhir di pasar penjualan kembali dengan harga yang bahkan lebih tinggi, lebih dari dua kali lipat harga kami,” klaim Infantino.
Minat masyarakat dunia untuk hadir di stadion pada tahun 2026 diklaim telah melampaui 500 juta permintaan tiket secara global.
Angka tersebut naik sepuluh kali lipat dibandingkan gabungan permintaan tiket pada edisi Piala Dunia 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar.
Meski demikian, Infantino menyatakan masih ada sekitar 25 persen tiket fase grup yang dijual dengan harga di bawah 300 dolar AS.
Ia membandingkan biaya ini dengan tarif menonton pertandingan olahraga tingkat perguruan tinggi di Amerika Serikat yang sudah cukup tinggi.
“Anda tidak bisa pergi menonton pertandingan kampus di AS, bahkan tidak berbicara tentang pertandingan profesional papan atas di level tertentu, dengan harga kurang dari 300 dolar AS,” tutur Infantino.
“Dan ini adalah Piala Dunia,” tegasnya mengakhiri argumentasi mengenai tingginya nilai ekonomi ajang empat tahunan ini bagi tuan rumah.
Ironisnya, meski diklaim sangat diminati, FIFA justru masih berjuang keras untuk menghabiskan sisa tiket di beberapa pertandingan penting.
Laga pembuka antara tuan rumah Amerika Serikat melawan Paraguay misalnya, hingga kini masih menyisakan kursi kosong di tribun stadion.
Tiket untuk pertandingan di Los Angeles pada 12 Juni tersebut masih tersedia dengan harga termurah mencapai 1.120 dolar AS.
Kategori tiket paket perjamuan atau hospitality bahkan menyentuh angka 6.050 dolar AS per kursi yang tersedia di situs resmi.
Piala Dunia 2026 akan diselenggarakan di tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan format baru yang melibatkan lebih banyak tim peserta.
Isu mahalnya tiket menjadi perhatian dunia karena perbedaan mencolok antara regulasi penjualan tiket di Amerika Serikat yang bebas dibandingkan dengan regulasi ketat di negara-negara tuan rumah sebelumnya.