-
Jakmania memprotes ajakan Marc Klok yang meminta Bobotoh datang ke laga di Samarinda.
-
PSSI didesak memberikan sanksi tegas kepada pihak yang melanggar regulasi larangan suporter tamu.
-
Supporter Persija mempertanyakan komitmen keamanan dan keadilan terkait lokasi pertandingan di luar Jawa.
Suara.com - The Jakmania resmi mendesak Ketua Umum PSSI untuk menindak tegas pernyataan kapten Persib yang memicu kerawanan.
Langkah ini diambil setelah Marc Klok secara terbuka mengundang pendukung tim tamu hadir dalam laga berisiko tinggi.
Kehadiran penonton lawan di Samarinda dinilai melanggar regulasi Liga yang telah disepakati sejak awal musim.

Tensi panas duel klasik ini dikhawatirkan memicu gesekan fisik karena hubungan kedua basis massa yang belum harmonis.
Protes tersebut merupakan upaya menjaga stabilitas sepak bola nasional yang sedang dalam masa transisi perbaikan rivalitas.
Ketua Umum Jakmania, Diky Budi Ramadhan, secara resmi menandatangani surat protes yang dilampiri bukti pernyataan pemain.
![Gelandang Persib Bandung, Marc Klok saat diwawancarai awak media. [Suara.com/Rahman]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/10/34187-marc-klok.jpg)
Pihak suporter Macan Kemayoran menganggap narasi yang dibangun sang pemain sangat berbahaya bagi keselamatan di lapangan.
Melalui surat tersebut, Jakmania secara tegas menyampaikan poin-poin keberatan mereka kepada otoritas tertinggi sepak bola Indonesia.
"Kami mempertanyakan sikap PSSI atas pernyataan dari Marc Klok yang bersifat provokatif tersebut," bunyi petikan protes tersebut.
"Mengingat bahwa pertandingan antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung adalah pertandingan dengan risiko tinggi dan sudah sedari awal ditegaskan oleh I-League selaku penyelenggara liga bahwa suporter tamu dilarang untuk hadir."
Selain protes, Jakmania mendesak Komite Disiplin untuk tidak tutup mata terhadap aksi pemain yang mengabaikan aturan.
Pernyataan di media sosial dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap semangat sportivitas yang sedang dibangun bersama.
"Atas adanya pernyataan provokatif tersebut, kami meminta PSSI untuk memberikan tindakan tegas kepada seluruh provokator yang dapat mencederai kembali nilai-nilai sportivitas," tegas Jakmania.
"Saat ini kami sedang mengupayakan perbaikan rivalitas, dan provokasi sekecil apapun, akan dapat membahayakan proses tersebut."
Situasi ini semakin pelik karena Persija tidak bertanding di markas asli mereka sendiri melainkan di Kalimantan.
Jakmania juga menagih janji Ketua PSSI terkait kemudahan izin keamanan yang seharusnya menjamin asas keadilan.
"Kami mempertanyakan komitmen PSSI terhadap penyelenggaraan pertandingan antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung yang harus digelar di luar Pulau Jawa," lanjut surat itu.
Pemindahan laga ke luar Jawa dianggap tidak sejalan dengan komitmen awal PSSI dalam menjalin kerja sama dengan Polri.
Hal ini menjadi beban ganda bagi Persija yang harus mengungsi namun tetap dihantui ancaman kedatangan suporter lawan.
"Sebagai pihak yang paling dirugikan, kami meminta pertanggung jawaban dari PSSI agar dapat menciptakan iklim sepakbola Indonesia yang lebih baik," tutup Jakmania.
Laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung dijadwalkan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda pada 10 Mei mendatang.
Duel ini terpaksa digelar di luar Pulau Jawa karena alasan perizinan dan faktor keamanan yang sangat ketat.
Regulasi kompetisi saat ini secara eksplisit masih melarang suporter tamu hadir di stadion demi mencegah tragedi berulang.
Ketegangan muncul setelah Marc Klok mengunggah konten yang mempersilahkan Bobotoh mendukung langsung ke stadion meski dilarang.
Kini publik menunggu respons tegas Erick Thohir dalam menegakkan aturan demi martabat kompetisi sepak bola Indonesia.