- Pelatih Maurizio Sarri menekankan pentingnya aspek mentalitas pemain Lazio guna menghadapi laga final Coppa Italia melawan Inter Milan.
- Sarri menuntut peningkatan intensitas fisik dan keberanian pemain setelah kekalahan telak dari Inter pada pertandingan Serie A sebelumnya.
- Lazio memantau kondisi kebugaran Danilo Cataldi dan Pedro untuk memastikan kesiapan tim dalam meraih trofi demi para suporter setia.
Suara.com - Pelatih Lazio, Maurizio Sarri, menegaskan bahwa aspek mental lebih penting daripada taktik menjelang final Coppa Italia melawan Inter Milan. Ia menyebut perubahan sikap menjadi kunci untuk bersaing di partai puncak.
Pernyataan itu disampaikan setelah Lazio kalah 0-3 dari Inter Milan pada laga Serie A akhir pekan lalu. Hasil tersebut menjadi evaluasi serius jelang pertemuan di Stadion Olimpico.
Taktik Tak Cukup Tanpa Sikap Mental
![Hasil Lengkap dan Update Klasemen Serie A: Inter dan Juventus Menang, Lazio Menang di Menit ke-100 [Instagram Lazio]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/02/64030-lazio.jpg)
Sarri mengaku kecewa dengan performa tim dan menyebut penampilan tersebut tidak mencerminkan standar yang diharapkan.
“Jika sikap mentalnya sama seperti hari Sabtu, taktik tidak ada artinya,” ujar Sarri dalam konferensi pers.
Ia menuntut keberanian lebih besar saat menghadapi juara Serie A tersebut. Menurutnya, tanpa duel fisik dan intensitas tinggi, strategi apa pun tidak akan berjalan efektif.
“Jika Anda hanya bertahan tanpa menantang bola, taktik tidak akan berguna,” tegasnya.
Kondisi Pemain Masih Dipantau
Lazio juga menghadapi tantangan dari sisi kebugaran pemain. Danilo Cataldi baru kembali berlatih dan kondisinya masih dipantau jelang laga final.
Sarri menjelaskan bahwa meski secara medis membaik, kebugaran pertandingan tetap menjadi pertimbangan utama. Selain itu, Pedro berpeluang memulai laga dari bangku cadangan karena masih dalam tahap pemulihan.
Target Trofi untuk Suporter
Sarri mengakui sulit mencari kata-kata motivasi yang tepat jelang final. Ia meminta para pemain melupakan kekalahan sebelumnya dan bermain dengan kerendahan hati serta keberanian.
“Mereka harus percaya diri hingga batas maksimal,” ujarnya.
Menurut Sarri, trofi Coppa Italia tidak akan mengubah perjalanan kariernya secara pribadi, tetapi sangat berarti bagi pemain dan suporter yang mendukung tim sepanjang musim.
Lazio sendiri melaju ke final setelah menyingkirkan sejumlah tim kuat. Meski berada di papan tengah klasemen liga, peluang meraih gelar tetap menjadi target utama untuk menutup musim dengan prestasi.