-
Messi berupaya membawa Argentina mematahkan kutukan juara bertahan yang kerap gugur di fase grup.
-
Turnamen edisi 2026 menjadi peluang terakhir Messi memecahkan rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa.
-
Lionel Scaloni memadukan pemain veteran Qatar dengan talenta muda berbakat demi mempertahankan trofi juara.
Suara.com - Lionel Messi memimpin misi mustahil Argentina untuk mematahkan kutukan juara bertahan yang sering rontok di babak awal. Ambisi besar ini menjadi pertaruhan terakhir sang kapten untuk mengukir sejarah sebagai tim pertama yang mempertahankan gelar dalam enam dekade.
Tim Tango mengemban beban berat setelah tiga dari empat jawara dunia sebelumnya justru tersingkir secara memalukan di fase grup. Lionel Scaloni kini dituntut menjaga stabilitas mental pemain agar tidak terbuai euforia kemenangan manis empat tahun silam di Qatar.
Diulas Olimpyc, Argentina berambisi menjadi juara dunia pria pertama yang menang berturut-turut sejak Brasil melakukannya pada tahun 1962. Celah kegagalan tetap ada mengingat dinamika persaingan di Group J yang mempertemukan mereka dengan kuda hitam seperti Yordania dan Aljazair.

Piala Dunia 2026 di Amerika Utara diprediksi menjadi panggung perpisahan emosional bagi Messi yang kini telah menginjak usia 38 tahun.
Pemilik nomor punggung sepuluh tersebut hanya membutuhkan tambahan tiga gol lagi untuk menyandang status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Dengan penampilan terbanyak di Piala Dunia (26) dibandingkan pemain pria mana pun, kapten Messi bersiap untuk turnamen keenam yang memecahkan rekor di Amerika Utara.
Fokus publik tidak hanya tertuju pada Messi, namun juga pada transisi regenerasi pemain muda yang mulai mengisi pos-pos vital.
![Bek Timnas Indonesia, Jordi Amat coba melewati hadangan striker timnas Argentina Julian Alvarez dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (19/6/2023) malam WIB. [PSSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/08/29/18127-bek-timnas-indonesia-jordi-amat-coba-melewati-hadangan-striker-timnas-argentina-julian-alvarez-dala.jpg)
Sosok seperti Julián Alvarez dan Enzo Fernández tetap menjadi pilar utama yang diharapkan mampu mereplikasi ketajaman mereka saat di Qatar.
Namun, kehadiran talenta baru seperti Nicolás Paz dari FC Como memberikan warna segar dalam skema ofensif yang dirancang oleh Scaloni.
Di antara juara dunia yang kembali adalah sesama Olimpian Julián Alvarez, yang mencetak empat gol dalam kampanye kemenangan di Qatar.
Persaingan internal memperebutkan tempat utama dipastikan sengit dengan deretan nama besar dari klub-klub elit Eropa yang masuk dalam daftar sementara.
Jadwal Krusial Menuju Tangga Juara Dunia
Langkah awal Argentina akan diuji oleh Aljazair di Kansas City sebelum mereka bertolak menuju Texas untuk menghadapi tantangan Austria.
Konsistensi di tiga laga awal ini akan menentukan apakah "La Albiceleste" mampu keluar dari bayang-bayang kegagalan para pendahulunya.
Enzo Fernández akan menjadi vital di lini tengah Argentina, setelah meraih Penghargaan Pemain Muda Terbaik FIFA pada tahun 2022.