- Pelatih Alvaro Arbeloa menegaskan Real Madrid tidak sedang dalam krisis meski gagal menjuarai Liga Spanyol musim 2025/2026.
- Barcelona resmi menjuarai Liga Spanyol setelah mengalahkan Real Madrid 2-0 dalam laga El Clasico pada Senin (11/5/2026).
- Arbeloa optimistis membangun skuad lebih kuat musim depan dan memilih fokus menyelesaikan sisa pertandingan musim ini.
Suara.com - Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menegaskan timnya belum berada di titik terburuk meski gagal meraih gelar domestik dalam dua musim terakhir.
“Saya terkejut mendengar kami disebut sudah berada di titik terendah. Kalau begitu, klub lain berada di posisi apa? Kami tidak pernah sampai 50 tahun tanpa memenangkan apa pun,” kata Arbeloa, dikutip dari laman resmi klub, Kamis (14/5/2026).
Real Madrid dipastikan gagal menjaga peluang juara Liga Spanyol 2025/2026 setelah kalah 0-2 dari rival abadi Barcelona pada laga El Clasico, Senin (11/5/2026).
Kekalahan tersebut sekaligus memastikan Barcelona menjadi juara Liga Spanyol dua musim berturut-turut.
Los Blancos kini dipastikan finis di posisi runner-up klasemen. Posisi mereka juga sudah aman dan tidak akan tergeser meski kalah dari Real Oviedo pada laga Jumat (15/5/2026) dini hari WIB.
Tekanan terhadap Arbeloa meningkat setelah Madrid hanya meraih dua kemenangan dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi. Meski demikian, mantan bek timnas Spanyol itu menilai kondisi klub masih jauh dari situasi krisis.
"Real Madrid berada di level ini karena standar yang sangat tinggi. Saya tidak akan berani mengatakan Real Madrid tidak akan memenangkan apa pun musim depan," ujar Arbeloa.
Pelatih berusia 43 tahun tersebut optimistis Real Madrid akan tampil lebih kuat pada musim depan. Ia menilai kegagalan musim ini merupakan bagian dari dinamika sepak bola.
"Kami akan memiliki skuad yang lebih kuat. Ini olahraga, tidak ada klub yang memenangkan Liga Champions atau La Liga setiap tahun," tutur dia.
Arbeloa juga meminta para suporter tetap memberikan dukungan penuh kepada tim di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi.
"Saya selalu mengatakan Real Madrid lebih kuat ketika kami bersatu. Pada masa sulit, kami harus tetap bersama seperti keluarga. Kami selalu bangkit kembali," kata Arbeloa.
Di tengah tekanan yang terus meningkat, masa depan Arbeloa di Santiago Bernabeu juga menjadi sorotan. Nama José Mourinho disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk kembali menangani Real Madrid musim depan.
Namun, Arbeloa memilih fokus menyelesaikan sisa pertandingan musim ini dibanding membahas masa depannya.
“Saya memahami semua pertanyaan mengenai masa depan saya dan Real Madrid. Namun, saya berharap keputusan saya untuk fokus pada laga melawan Oviedo, lalu Sevilla, dan Athletic Bilbao bisa dihormati,” ujar dia.
(Antara)