-
Persebaya Surabaya membidik poin penuh di markas Semen Padang meski terkendala kelelahan fisik pemain.
-
Pelatih Bernardo Tavares mewaspadai motivasi berlebih Semen Padang yang bermain tanpa beban usai terdegradasi.
-
Kemenangan sangat dibutuhkan Persebaya untuk menjaga posisi lima besar klasemen sementara Liga 1.
Suara.com - Persebaya Surabaya memfokuskan kekuatan mental untuk mencuri poin penuh saat bertamu ke markas Semen Padang. Laga pekan ke-33 Super League Liga 1 ini menjadi ujian konsistensi Bajul Ijo di tengah himpitan jadwal kompetisi yang sangat padat.
Kelelahan fisik akibat perjalanan jauh menjadi tantangan utama yang harus diredam oleh tim pelatih Surabaya.
Kondisi ini kian rumit lantaran sejumlah pilar utama masih menjalani perawatan medis akibat cedera laga terakhir.
![Pesepakbola Persebaya Surabaya Milos Raickovic (tengah) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang PSBS Biak dalam pertandingan pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (2/5/2026). [ANTARA/Rizal Hanafi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/02/72724-persebaya-surabaya.jpg)
Bernardo Tavares dipaksa memutar otak untuk menjaga level performa tim tanpa sesi latihan tambahan. Keterbatasan waktu pemulihan menuntut efektivitas strategi di lapangan hijau ketimbang intensitas latihan fisik di Surabaya.
“Jadwal perjalanan yang cukup padat membuat kami tidak bisa menjalani latihan tambahan di Surabaya. Selain itu, beberapa pemain juga masih belum berada dalam kondisi seratus persen dan ada yang sedang mengalami cedera,” kata Tavares.
Meskipun komposisi pemain sedang timpang, ambisi untuk tetap bertahan di jajaran elit klasemen tetap menjadi prioritas. Spirit petarung yang melekat pada identitas klub diharapkan mampu menutupi celah teknis akibat absennya beberapa pemain inti.
![Pemain Bali United, Kadek Arel (kiri) berebut bola dengan pemain Semen Padang FC, Alhassan Wakaso (tengah) saat pertandingan Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (24/1/2026). [Dok. Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/28/53724-semen-padang-fc.jpg)
“Kami tetap memiliki sebelas pemain yang siap berjuang dan mencoba meraih tiga poin,” tegas Tavares.
Pelatih asal Portugal tersebut mengingatkan skuatnya agar tidak memandang remeh kekuatan tuan rumah yang sudah terdegradasi.
Status Semen Padang sebagai tim juru kunci dinilai justru bisa menjadi senjata makan tuan bagi Persebaya. Kabau Sirah diprediksi tampil lepas demi memberikan persembahan terakhir bagi suporter setia mereka di Stadion H. Agus Salim.
“Kami tahu pertandingan ini tidak akan mudah. Lawan adalah tim yang bermain tanpa beban dan situasi seperti itu biasanya justru membuat mereka lebih berbahaya,” jelasnya.
Kedisiplinan dalam menjaga transisi permainan menjadi kunci utama untuk meredam potensi kejutan serangan balik lawan. Persebaya dituntut bermain lebih cerdik dalam membongkar pertahanan lawan yang diprediksi akan menumpuk pemain di area penalti.
Tavares menginstruksikan anak asuhnya untuk menjaga ketenangan dan tidak terpancing bermain terburu-buru saat menyerang.
Kesabaran dalam mengalirkan bola dianggap sebagai cara paling efektif untuk memecah kebuntuan di lini depan.
“Kami memperkirakan mereka akan bermain dengan blok rendah untuk menutup ruang dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik. Karena itu kami harus lebih sabar dan cerdas dalam membangun serangan,” tambahnya.
Efisiensi dalam penyelesaian akhir menjadi krusial mengingat peluang mungkin tidak akan tercipta sebanyak biasanya.