-
Semen Padang melawan Persebaya di laga kandang terakhir BRI Super League pekan ke-33.
-
Tuan rumah berusaha menghapus rekor buruk selalu kalah tanpa gol di Stadion Agus Salim.
-
Persebaya Surabaya mengincar kemenangan demi mengamankan posisi empat besar di klasemen akhir musim.
Suara.com - Semen Padang FC bertekad mengakhiri tren negatif di Stadion H. Agus Salim saat menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke-33 Super League. Pertandingan yang berlangsung Jumat sore ini menjadi kesempatan terakhir Kabau Sirah memberikan kemenangan kandang bagi para pendukungnya.
Meskipun status degradasi sudah resmi disandang, tuan rumah tetap mengusung misi menjaga kehormatan di depan publik sendiri. Performa lini depan menjadi perhatian khusus karena mereka belum mampu mencetak gol dalam empat laga kandang terakhir.
Di sisi lain, Persebaya Surabaya datang dengan ambisi mengamankan posisi keempat klasemen akhir BRI Super League. Pasukan Bajul Ijo saat ini tengah berada dalam grafik permainan yang sangat impresif dan stabil.
![Pemain Bali United Teppei Yachida (kanan) berebut bola dengan pemain Semen Padang FC, Jaime Giraldo Ocampo (kiri) saat pertandingan Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (24/1/2026). [Dok. Antara/ FIKRI YUSUF]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/24/11235-semen-padang-fc.jpg)
Tim asuhan Imran Nahumarury dibayangi rekor buruk setelah selalu menelan kekalahan pada empat laga kandang sebelumnya. Kekalahan beruntun dari tim-tim Jawa Timur menjadi beban mental yang harus segera dipatahkan oleh skuad Padang.
Rendy Oscario dan kolega diharapkan mampu tampil lebih berani untuk membongkar pertahanan lawan yang sangat rapat. Strategi menyerang sejak menit awal kemungkinan besar akan diterapkan demi mencuri gol cepat di babak pertama.
Bernardo Tavares membawa skuad ke Padang dengan catatan pertahanan yang sangat luar biasa dalam beberapa pekan terakhir. Mereka sukses mencatatkan clean sheet atau tidak kebobolan dalam empat pertandingan terakhir yang sudah dijalani.
![Duel Persebaya Surabaya vs Borneo FC dalam lanjutan Super League 2025/2026, Sabtu (20/12/2025). [Dok. IG Borneo FC]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/20/12087-persebaya-surabaya-vs-borneo-fc.jpg)
Kepercayaan diri pemain Persebaya sedang berada di puncak setelah memenangkan mayoritas laga tandang mereka. Fokus utama tim tamu adalah menjaga konsistensi permainan agar bisa membawa pulang poin penuh dari ranah Minang.
Pelatih Bernardo Tavares menegaskan bahwa timnya tetap akan tampil dengan kekuatan penuh tanpa meremehkan lawan sedikit pun.
"Kami berharap bisa menunjukkan permainan yang lebih baik dibanding pertandingan sebelumnya dan membawa pulang hasil positif," ucap pelatih Persebaya, Bernardo Tavares.
Imran Nahumarury diprediksi akan mengandalkan skema 3-4-2-1 untuk memperkuat lini tengah sekaligus memberikan tekanan dari sayap. Guillermo Fernandez akan menjadi ujung tombak utama yang bertugas mengakhiri paceklik gol tim Kabau Sirah tersebut.
Kianz Froese dan Irsyad Maulana akan berperan sebagai kreator serangan di belakang striker untuk menyuplai bola matang. Kedisiplinan lini belakang yang dikomandoi Angelo Meneses akan diuji oleh kecepatan para penyerang sayap milik tim tamu.
Sementara itu, Persebaya kemungkinan besar menggunakan formasi 4-2-3-1 yang selama ini terbukti sangat ampuh meredam lawan. Bruno Moreira tetap menjadi ancaman utama bagi pertahanan lawan melalui pergerakan lincahnya dari sisi sayap kiri.
Mihailo Perovic dipasang sebagai target man untuk memanfaatkan peluang sekecil apapun di dalam kotak penalti lawan nanti. Kehadiran Francisco Rivera sebagai pengatur irama permainan akan menjadi kunci dominasi lini tengah tim asal Surabaya ini.
Pertemuan terakhir kedua tim pada September 2025 lalu berakhir dengan kemenangan tipis bagi tim berjuluk Bajul Ijo. Namun, dalam lima pertemuan sejarah terakhir, hasil imbang lebih sering menghiasi papan skor antara kedua kesebelasan.
Pertandingan ini merupakan laga kandang pamungkas bagi Semen Padang di kasta tertinggi sebelum berkompetisi di liga bawah. Kabau Sirah terjerembab di zona merah setelah gagal bersaing secara konsisten sepanjang musim kompetisi BRI Super League 2025/2026.