- PSIM Jogja resmi meraih status granted lisensi kompetisi Super League untuk musim kompetisi 2025/2026 mendatang.
- Manajemen PSIM Jogja memprioritaskan pemenuhan standar lisensi demi menghindari sanksi pengurangan poin dalam kompetisi sepak bola.
- Klub kini fokus memperkuat stabilitas internal sebelum menargetkan kelayakan lisensi kompetisi Asia pada musim 2027/2028 mendatang.
Suara.com - Manajemen PSIM Yogyakarta menyambut positif hasil pengumuman Club Licensing Cycle 2025/2026.
Seperti diketahui, tim berjuluk Laskar Mataram dipastikan berstatus granted untuk berpastisipasi di kompetisi kasta tertinggi Super League musim depan.
General Manager PSIM Jogja, Steven Sunny, memberikan tanggapan resminya mewakili klub.
"Sebagai tim yang baru kembali menginjakkan kaki di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia setelah sekian lama, fokus utama manajemen PSIM Jogja di tahun pertama ini adalah menata berbagai kebutuhan jangka pendek klub, termasuk memastikan kelayakan Club Licensing untuk Super League musim 2025/2026," ungkap Steven dalam keterangan yang diterima, Kamis (14/5/2026).
"Puji syukur, proses panjang tersebut membuahkan hasil positif dan kami berhasil mendapatkan status Granted untuk lisensi Super League," tambah dia.
Penerapan standar lisensi sepak bola terus mengalami perkembangan. Steven memastikan manajemen terus mencermati segala perubahan aturan yang harus ditaati untuk bisa mendapatkan lisensi dan mengamankan tim.
"Pemenuhan standar lisensi ini adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Kami sangat menyadari bahwa ada konsekuensi serius, yakni pengurangan poin di kompetisi, jika klub sampai gagal memenuhinya,” tuturnya.
Genjot Lisensi Asia Musim Selanjutnya
Steven menjelaskan, proses pemenuhan lisensi untuk musim depan ini dijalankan manajemen berbarengan dengan jalannya kompetisi musim ini. Sistem ini juga akan terus dievaluasi dan ada peningkatan standar untuk setiap musimnya.
“Kelulusan lisensi yang kami ajukan pada siklus 2025/2026 ini adalah jaminan kelayakan kami untuk mengarungi kompetisi di musim 2026/2027 mendatang,” jelasnya.
Terkait prospek berpentas di kancah Asia, pihak klub mengambil sikap realistis. Ketersediaan kuota partisipasi turnamen tingkat benua masih sangat minim. Oleh sebab itu, jajaran direksi memilih berkonsentrasi pada penguatan struktur tim.
“Terkait peluang di kompetisi tingkat Asia, kami melihat bahwa alokasi slot untuk musim 2026/2027 masih sangat terbatas. Oleh karena itu, langkah paling bijak bagi manajemen saat ini adalah berfokus pada penguatan fondasi dan stabilitas internal tim terlebih dahulu agar tidak membebani klub,” papar Steven.
Sebagai langkah lanjutan, manajemen telah memetakan proyeksi jangka menengah dengan matang. Upaya peningkatan level kelayakan lisensi akan terus digenjot secara bertahap.
“Untuk siklus pengajuan lisensi musim depan (2026/2027), PSIM berkomitmen untuk tampil lebih siap dan mulai mengikuti tahapan asesmen lisensi ACL 2, guna membuka kelayakan partisipasi kompetisi Asia untuk musim 2027/2028,” pungkasnya.