-
Keputusan panitia kompetisi mencoret nama penjaga gawang utama Persib Bandung memicu polemik serta tanda tanya.
-
Penjaga gawang Maung Bandung sejatinya sukses menyamai rekor legendaris 17 clean sheets milik Yoo Jae-hoon.
-
Nominasi resmi justru diisi oleh performa Nadeo Argawinata, darah muda Cahya Supriadi, dan legiun asing Igor Rodrigues.
Suara.com - I.League sudah merilis nominasi penghargaan individu. Namun, dari nama-nama yang beredar ada sedikit pertanyaan di nominasi kiper terbaik tak ada nama Teja Paku Alam dari Persib Bandung.
Padahal, penampilan Teja di bawah mistar gawang begitu gemilang. Ia mengawal Maung Bandung yang kini jadi kandidat kuat juara Super League 2025/2026.
Persib menjadi tim yang paling sedikit kebobolan yaitu sebanyak 22 kali dari 33 pertandingan.
Teja Paku Alam mencatatkan 65 penyelamatan dalam 30 pertandingan. Bahkan, eks Sriwijaya FC itu menyamai rekor Yoo Jae-hoon yang bertahan 13 tahun setelah mencatatkan 17 clean sheets pada musim ini.

Lantas, mengapa Teja tak masuk dalam kandidat? sayangnya I.League tidak menjelaskan secara detail.
Ada tiga nama yang dianggap I.League layak menjadi kiper terbaik pada musim ini. Mereka adalah Nadeo Argawinata (Borneo FC), Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta), dan Igor Rodrigus (Persita Tangerang).
Nadeo tampil konsisten sepanjang musim dengan 12 clean sheets dan rasio penyelamatan menyentuh angka 89 persen (130 saves).
Kiper tim nasional Indonesia itu juga mencatat goals prevented tertinggi di antara para nominasi, membuktikan perannya sebagai penyelamat penting Borneo FC dalam perburuan gelar.

Sementara Cahya dianggap memiliki Refleks cepat dan ketenangannya menjadi kekuatan utama PSIM sepanjang musim. Ia juga bahkan masuk nominasi pemain muda terbaik.
Cahya melakukan 103 penyelamatan dan menunjukkan potensinya sebagai satu di antara kiper muda berbakat yang dimiliki Indonesia.
Lalu untuk Igor disebut sangat solid dengan save ratio mencapai 91 persen (103 penyelamatan) dan 12 aksi sweeper.
Igor Rodrigues menjadi satu di antara penjaga gawang paling konsisten musim ini meski bermain di tim yang beberapa kali menghadapi tekanan sepanjang kompetisi.