- Ajax memastikan tiket kompetisi Eropa setelah memenangkan laga play-off Eredivisie melawan FC Utrecht melalui adu penalti.
- Kiper Maarten Paes menjadi pahlawan kemenangan Ajax dengan menggagalkan dua eksekusi penalti lawan dalam laga yang menegangkan.
- Kemenangan tersebut membawa Ajax lolos ke Conference League setelah sebelumnya hanya finis di posisi kelima klasemen Eredivisie.
Suara.com - Kemenangan dramatis Ajax atas FC Utrecht di play-off Eredivisie memunculkan luapan emosi besar dari para pemain dan staf tim Amsterdam.
Ajax akhirnya memastikan tiket ke kompetisi Eropa setelah menang melalui adu penalti dalam laga yang berlangsung menegangkan hingga akhir pertandingan.
Sorotan utama tertuju kepada kiper timnas Indonesia, Maarten Paes, yang tampil sebagai pahlawan.
Paes sukses menggagalkan dua penalti pemain Utrecht dan menjadi penentu kemenangan Ajax.
Sesaat setelah penyelamatan terakhirnya, Paes langsung memeluk pelatih kiper Ajax.
Namun tak lama kemudian, emosinya pecah dan ia terlihat menyeka air mata di lapangan.
![Kiper Maarten Paes mengaku belum mengetahui perannya bersama Ajax untuk musim depan.[Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/05/25/63684-maarten-paes.jpg)
Paes memang menjalani musim yang penuh tekanan bersama Ajax.
Awalnya Paes hanya didatangkan sebagai kiper cadangan sebelum akhirnya mendapat kesempatan bermain akibat cedera yang dialami Vitezslav Jaros.
Tak hanya Paes, pelatih interim Oscar Garcia dan kapten tim Davy Klaassen juga tampak emosional setelah pertandingan berakhir.
Klaassen mengakui musim ini menjadi periode yang sangat berat bagi Ajax.
Klaassen bahkan kembali menahan tangis saat berbicara kepada ESPN.
“Musim ini benar-benar sangat berat,” kata Klaassen.
“Dukungan dan cinta yang Anda rasakan untuk klub ini… kalau bisa mengakhirinya seperti ini, maka cinta itu tetap ada,” lanjutnya dengan suara bergetar.
Meski begitu, ekspresi emosional dari kubu Ajax justru mendapat kritik tajam dari analis ESPN Belanda, Kenneth Perez.
“Mereka yang terlalu emosional seperti ini seharusnya tidak bermain untuk Ajax,” ujar Perez.
Kemenangan atas Utrecht membuat Ajax terhindar dari kegagalan besar musim ini.
Klub raksasa Belanda itu sebelumnya hanya finis di posisi kelima Eredivisie dan harus melalui jalur play-off demi mengamankan tiket Conference League musim depan.