Dulu Musuh Bebuyutan Shin Tae-yong, Kini Park Hang-seo Mau Jadi Lawan Sandy Walsh

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 26 Mei 2026 | 12:02 WIB
Dulu Musuh Bebuyutan Shin Tae-yong, Kini Park Hang-seo Mau Jadi Lawan Sandy Walsh
Park Hang-seo, sosok pelatih asal Korea Selatan yang membawa kejayaan sepak bola Vietnam (vff.org.vn)
baca 10 detik
  • Park Hang-seo resmi menandatangani kontrak dua tahun untuk melatih klub Liga 2 Thailand, Kanchanaburi FC.

  • Target utama sang pelatih legendaris adalah membawa Kanchanaburi FC promosi ke kasta tertinggi Liga Thailand.

  • Lee Jung-soo akan memimpin tim sementara waktu karena Park masih bertugas bersama timnas Korea Selatan.

Suara.com - Juru taktik legendaris asal Korea Selatan, Park Hang-seo, secara mengejutkan menyudahi masa rehatnya dari dunia kepelatihan demi menakhodai klub kasta kedua. Langkah berani ini diambil setelah dirinya resmi menyepakati kontrak berdurasi dua tahun bersama kontestan Liga 2 Thailand, Kanchanaburi FC.

Pengumuman yang dirilis pada Senin (25/5) tersebut langsung mengubah peta persaingan sepak bola di Negeri Gajah Putih. Kehadiran arsitek lapangan veteran yang juga pernah jadi musuh bebuyutan Shin Tae-yong saat jadi pelatih Timnas Indonesia ini membawa angin segar sekaligus ekspektasi masif bagi publik Kanchanaburi.

Bukan sekadar mencari kesibukan, mantan pelatih tim nasional Vietnam tersebut datang dengan cetak biru yang sangat ambisius. Dirinya langsung mematok target tinggi untuk mendongkrak performa tim dan menembus kasta tertinggi, Liga 1 Thailand.

Mantan pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-seo (thethaovanhoa.vn)
Mantan pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-seo (thethaovanhoa.vn)

Keputusan krusial ini diambil di tengah derasnya minat dari berbagai asosiasi dan klub sepak bola internasional yang menginginkan jasanya. Sang pelatih mengakui bahwa daya tarik kompetisi Thailand menjadi magnet utama yang meluluhkan keraguannya.

"Meskipun saya menerima tawaran dari beberapa negara, termasuk Vietnam, alasan saya memilih Thailand adalah karena ini adalah area yang belum pernah benar-benar berhasil bagi siapa pun sebelumnya," kata Park Hang-seo dikutip dari Vietnam.vn.

Komitmen manajemen klub dalam membangun fondasi sepak bola modern menjadi faktor pembeda yang memantapkan pilihan sang pelatih. Ketulusan jajaran direksi Kanchanaburi FC berhasil meyakinkan dirinya bahwa proyek olahraga ini memiliki masa depan cerah.

Potret Park Hang-seo. (vff.org)
Potret Park Hang-seo. (vff.org)

"Visi jangka panjang dan ketulusan Kanchanaburi terhadap sepak bola menarik saya kembali dan membuat saya ingin menerima tantangan ini. Saya akan mendedikasikan diri sepenuhnya sebagai pelatih sepak bola di Thailand, Vietnam, dan Asia Tenggara," ujar Park Hang-seo.

Meski demikian, para pendukung Kanchanaburi FC tampaknya masih harus sedikit bersabar untuk melihat sang pelatih memimpin langsung dari pinggir lapangan. Park Hang-seo dipastikan tidak akan langsung mendampingi skuad secara penuh dalam agenda latihan terdekat.

Kendala waktu ini terjadi lantaran sang mentor masih terikat komitmen profesional di luar Asia Tenggara. Agenda internasional yang padat membuat manajemen harus merumuskan strategi transisi kepelatihan sementara.

baca juga

Saat ini, Park Hang-seo masih mengemban tanggung jawab mengawal tim nasional Korea Selatan dalam ajang bergengsi Piala Dunia 2026 di Meksiko. Selama masa transisi tersebut, kendali taktis Kanchanaburi FC akan didelegasikan kepada asisten kepercayaannya, Lee Jung-soo.

Sebelum memutuskan hijrah ke Thailand, Park Hang-seo dikenal luas sebagai sosok yang merevolusi peta sepak bola Asia Tenggara bersama tim nasional Vietnam. Di bawah arahannya, Vietnam berhasil mendominasi kawasan regional dan menembus panggung kompetisi Asia.

Setelah menyudahi masa bakti emasnya di Vietnam, spekulasi mengenai masa depan karier Park terus bergulir di media massa. Keputusannya memilih klub kasta kedua Thailand kini menjadi babak baru yang dinilai penuh risiko sekaligus peluang besar.

Kanchanaburi FC sendiri merupakan klub yang tengah berupaya membangun reputasi di kompetisi domestik Thailand. Melalui kerja sama strategis berdurasi dua tahun ini, mereka berharap magis Park Hang-seo mampu membawa klub mencetak sejarah baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen Hangat Pertemuan Marselino Ferdinan dan Shin Tae-yong Jelang TC Timnas Indonesia

Momen Hangat Pertemuan Marselino Ferdinan dan Shin Tae-yong Jelang TC Timnas Indonesia

Bola | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:40 WIB

Sinopsis The Evil Lawyer, Netflix Sajikan Pertarungan Hukum dan Manipulasi

Sinopsis The Evil Lawyer, Netflix Sajikan Pertarungan Hukum dan Manipulasi

Your Say | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:15 WIB

Thailand Hapus Aturan Bebas Visa 60 Hari bagi Wisatawan Asing

Thailand Hapus Aturan Bebas Visa 60 Hari bagi Wisatawan Asing

Video | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:30 WIB

Terkini

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:46 WIB

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 10:33 WIB

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:30 WIB

Cara Menghapus Cache Aplikasi Android Tanpa Hapus Data Penting

Cara Menghapus Cache Aplikasi Android Tanpa Hapus Data Penting

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 10:24 WIB

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:16 WIB

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:05 WIB

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:00 WIB

×