-
Pelatih John Herdman menargetkan Timnas Indonesia menjaga konsistensi performa pasca-meraih dua kemenangan beruntun.
-
Skuad Garuda sukses menaklukkan Mozambik berkat gol tunggal yang dicetak oleh Ole Romeny.
-
Hasil ini memutus catatan buruk kegagalan meraih kemenangan beruntun yang bertahan sejak 2024.
Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman diam-diam cetak rekor sama seperti pelatih Timnas Indonesia sebelumnya, Shin Tae-yong. Kini dia fokus mengunci konsistensi performa anak asuhnya pasca-menyapu bersih dua laga FIFA Match Day bulan ini.
Nakhoda asal Inggris tersebut menegaskan bahwa stabilitas hasil krusial demi mengangkat mentalitas bertanding skuad Garuda ke level yang lebih tinggi.
Langkah strategis ini diambil setelah armada Merah Putih menyudahi perlawanan sengit Mozambik melalui performa yang determinan.
![Persija Jakarta resmi menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala. [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/08/20710-shin-tae-yong.jpg)
Gol tunggal penentu kemenangan dilesakkan oleh Ole Romeny di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Selasa malam.
"Untuk perkembangan tim, kami selalu berbicara tentang momentum. Dua kemenangan beruntun ini sangat penting," kata Herdman dalam jumpa pers setelah pertandingan di SUGBK, Selasa malam.
Hasil positif ini menjadi angin segar mengingat Indonesia sudah sangat lama tidak mencicipi dua kemenangan berturut-turut dalam kalender internasional.
![John Herdman siapkan masterplan Timnas Indonesia jelang Piala Asia 2027. Evaluasi pemain lokal dan padukan dengan diaspora Eropa dalam enam bulan ke depan. [Dok. KitaGaruda]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/10/85579-john-herdman.jpg)
Kendati menang, Herdman menggarisbawahi sejumlah catatan taktis yang wajib segera dibenahi sebelum jeda internasional berikutnya.
Sektor penyelesaian akhir menjadi sorotan tajam karena koordinasi lini depan dinilai masih kurang klinis dalam mengonversi peluang.
Berdasarkan data statistik Lapangbola, penggawa Garuda melepaskan total 15 tembakan namun hanya tiga yang mengarah tepat ke gawang.
Herdman senang timnya dapat mengatasi gaya permainan Mozambik yang menurutnya "sangat mengandalkan transisi".
Timnas Indonesia sempat beberapa kali terdidik masuk ke dalam ritme permainan cepat dan fisik yang diperagakan oleh kubu lawan.
"Saat menghadapi tim-tim Afrika, pertandingan biasanya berlangsung kacau. Jika Anda ikut terbawa ke dalam kekacauan itu, mereka akan menguasai permainan," kata dia.
Beruntung, kedisiplinan organisasi pertahanan membuat keunggulan tipis satu bola tersebut mampu dipertahankan hingga peluit panjang berbunyi.
Arsitek timnas tersebut kini langsung mengalihkan fokus untuk merancang program jangka panjang bagi kemajuan performa pemain.
Pihaknya tidak ingin kepuasan sesaat ini justru mengendurkan motivasi bertanding tim dalam menatap laga-laga krusial mendatang.
"Kami belum pernah melakukannya sejak 2024, apalagi melawan dua tim yang peringkatnya lebih tinggi dari kami," ucap Herdman.
Kemenangan beruntun ini pun menjadi fondasi kokoh untuk membentuk identitas permainan Indonesia yang tangguh menghadapi berbagai karakter lawan.
"Sekarang kami memiliki momentum. Tantangan berikutnya adalah menjaga tren positif ini hingga September dan Oktober (pertandingan internasional/FIFA Match Day). Itulah standar yang ingin kami bangun," tambah dia.
Sebagai informasi, raihan positif ini sekaligus memutus rapor minor Timnas Indonesia yang kesulitan menjaga konsistensi kemenangan sejak tahun lalu.
Catatan dua kemenangan beruntun terakhir kali diukir Indonesia pada Maret 2024 saat masih dinakhodai oleh pelatih Shin Tae-yong.
Kala itu, Indonesia sukses menumbangkan perlawanan Vietnam dua kali berturut-turut pada putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sebelum pencapaian tersebut, Indonesia juga sempat mengemas hasil serupa saat mencukur Brunei Darussalam pada babak kualifikasi putaran pertama.
Kini di bawah era baru, target mempertahankan tren kemenangan menjadi ujian pembuktian bagi kapasitas taktik John Herdman selanjutnya.