John Herdman Cetak Rekor Sama Seperti Shin Tae-yong Usai Gebuk Oman dan Mozambik

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:22 WIB
John Herdman Cetak Rekor Sama Seperti Shin Tae-yong Usai Gebuk Oman dan Mozambik
John Herdman (PSSI)
baca 10 detik
  • Pelatih John Herdman menargetkan Timnas Indonesia menjaga konsistensi performa pasca-meraih dua kemenangan beruntun.

  • Skuad Garuda sukses menaklukkan Mozambik berkat gol tunggal yang dicetak oleh Ole Romeny.

  • Hasil ini memutus catatan buruk kegagalan meraih kemenangan beruntun yang bertahan sejak 2024.

Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman diam-diam cetak rekor sama seperti pelatih Timnas Indonesia sebelumnya, Shin Tae-yong. Kini dia fokus mengunci konsistensi performa anak asuhnya pasca-menyapu bersih dua laga FIFA Match Day bulan ini.

Nakhoda asal Inggris tersebut menegaskan bahwa stabilitas hasil krusial demi mengangkat mentalitas bertanding skuad Garuda ke level yang lebih tinggi.

Langkah strategis ini diambil setelah armada Merah Putih menyudahi perlawanan sengit Mozambik melalui performa yang determinan.

Persija Jakarta resmi menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala. [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]
Persija Jakarta resmi menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala. [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]

Gol tunggal penentu kemenangan dilesakkan oleh Ole Romeny di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Selasa malam.

"Untuk perkembangan tim, kami selalu berbicara tentang momentum. Dua kemenangan beruntun ini sangat penting," kata Herdman dalam jumpa pers setelah pertandingan di SUGBK, Selasa malam.

Hasil positif ini menjadi angin segar mengingat Indonesia sudah sangat lama tidak mencicipi dua kemenangan berturut-turut dalam kalender internasional.

John Herdman siapkan masterplan Timnas Indonesia jelang Piala Asia 2027. Evaluasi pemain lokal dan padukan dengan diaspora Eropa dalam enam bulan ke depan. [Dok. KitaGaruda]
John Herdman siapkan masterplan Timnas Indonesia jelang Piala Asia 2027. Evaluasi pemain lokal dan padukan dengan diaspora Eropa dalam enam bulan ke depan. [Dok. KitaGaruda]

Kendati menang, Herdman menggarisbawahi sejumlah catatan taktis yang wajib segera dibenahi sebelum jeda internasional berikutnya.

Sektor penyelesaian akhir menjadi sorotan tajam karena koordinasi lini depan dinilai masih kurang klinis dalam mengonversi peluang.

Berdasarkan data statistik Lapangbola, penggawa Garuda melepaskan total 15 tembakan namun hanya tiga yang mengarah tepat ke gawang.

baca juga

Herdman senang timnya dapat mengatasi gaya permainan Mozambik yang menurutnya "sangat mengandalkan transisi".

Timnas Indonesia sempat beberapa kali terdidik masuk ke dalam ritme permainan cepat dan fisik yang diperagakan oleh kubu lawan.

"Saat menghadapi tim-tim Afrika, pertandingan biasanya berlangsung kacau. Jika Anda ikut terbawa ke dalam kekacauan itu, mereka akan menguasai permainan," kata dia.

Beruntung, kedisiplinan organisasi pertahanan membuat keunggulan tipis satu bola tersebut mampu dipertahankan hingga peluit panjang berbunyi.

Arsitek timnas tersebut kini langsung mengalihkan fokus untuk merancang program jangka panjang bagi kemajuan performa pemain.

Pihaknya tidak ingin kepuasan sesaat ini justru mengendurkan motivasi bertanding tim dalam menatap laga-laga krusial mendatang.

"Kami belum pernah melakukannya sejak 2024, apalagi melawan dua tim yang peringkatnya lebih tinggi dari kami," ucap Herdman.

Kemenangan beruntun ini pun menjadi fondasi kokoh untuk membentuk identitas permainan Indonesia yang tangguh menghadapi berbagai karakter lawan.

"Sekarang kami memiliki momentum. Tantangan berikutnya adalah menjaga tren positif ini hingga September dan Oktober (pertandingan internasional/FIFA Match Day). Itulah standar yang ingin kami bangun," tambah dia.

Sebagai informasi, raihan positif ini sekaligus memutus rapor minor Timnas Indonesia yang kesulitan menjaga konsistensi kemenangan sejak tahun lalu.

Catatan dua kemenangan beruntun terakhir kali diukir Indonesia pada Maret 2024 saat masih dinakhodai oleh pelatih Shin Tae-yong.

Kala itu, Indonesia sukses menumbangkan perlawanan Vietnam dua kali berturut-turut pada putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Sebelum pencapaian tersebut, Indonesia juga sempat mengemas hasil serupa saat mencukur Brunei Darussalam pada babak kualifikasi putaran pertama.

Kini di bawah era baru, target mempertahankan tren kemenangan menjadi ujian pembuktian bagi kapasitas taktik John Herdman selanjutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kata-kata Ole Romeny Cetak Gol Tunggal Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik

Kata-kata Ole Romeny Cetak Gol Tunggal Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 06:07 WIB

Pelatih Vietnam Mata-matai Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026, John Herdman Singgung Pemain Eropa

Pelatih Vietnam Mata-matai Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026, John Herdman Singgung Pemain Eropa

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 05:53 WIB

Dua Kemenangan Beruntun! Timnas Indonesia Tutup FIFA Matchday dengan Kalahkan Mozambik

Dua Kemenangan Beruntun! Timnas Indonesia Tutup FIFA Matchday dengan Kalahkan Mozambik

Foto | Rabu, 10 Juni 2026 | 06:00 WIB

Terkini

Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?

Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:01 WIB

Kontroversi Uan Juicy Luicy: Mengapa Humor Misoginis Tak Boleh Dimaklumi

Kontroversi Uan Juicy Luicy: Mengapa Humor Misoginis Tak Boleh Dimaklumi

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 10:00 WIB

Jalur Baru Kelok 23 Bantul Mulai Diuji Coba

Jalur Baru Kelok 23 Bantul Mulai Diuji Coba

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 10:00 WIB

Volume Transaksi Naik, Bursa Kripto CFX Perkuat Pasar Aset Digital Indonesia

Volume Transaksi Naik, Bursa Kripto CFX Perkuat Pasar Aset Digital Indonesia

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:59 WIB

Menakar Pencopotan Purbaya: Sarat Kalkulasi Politik 2029 dan Beban Fiskal

Menakar Pencopotan Purbaya: Sarat Kalkulasi Politik 2029 dan Beban Fiskal

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:58 WIB

Segera Antre, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.592.000/Gram

Segera Antre, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.592.000/Gram

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Menguat Tipis Imbas Menkeu Baru Suahasil Nazara Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Rupiah Menguat Tipis Imbas Menkeu Baru Suahasil Nazara Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:52 WIB

Zero Odol Masih Jauh Tercapai, 72 Ribu Truk Obesitas Masih Beroperasi di Jalan

Zero Odol Masih Jauh Tercapai, 72 Ribu Truk Obesitas Masih Beroperasi di Jalan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:51 WIB

Buka Layanan SPKLU Kini Bisa Jadi Bisnis yang Cuan

Buka Layanan SPKLU Kini Bisa Jadi Bisnis yang Cuan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:46 WIB

Berapa Gaji Suahasil Nazara sebagai Menkeu? Intip Kekayaannya versi LHKPN

Berapa Gaji Suahasil Nazara sebagai Menkeu? Intip Kekayaannya versi LHKPN

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:45 WIB

×