- Pelatih Mozambik, Chiquinho Conde, meyakini Timnas Indonesia memiliki kualitas pemain dan pelatih yang mumpuni untuk lolos ke Piala Dunia 2030.
- Conde berharap Mozambik dan Indonesia bisa bersua kembali sebagai peserta putaran final Piala Dunia 2030 yang akan digelar di Portugal, Spanyol, dan Maroko.
- Dukungan hampir 30 ribu suporter di SUGBK dinilai menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat perkembangan Timnas Indonesia.
Suara.com - Pelatih Timnas Mozambik, Chiquinho Conde, secara terbuka mengungkapkan rasa kagumnya terhadap kualitas Timnas Indonesia yang baru saja menumbangkan tim asuhannya.
Ia meyakini Skuad Garuda sudah berada di jalur yang tepat untuk menembus putaran final Piala Dunia 2030 mendatang.
Pernyataan tersebut terlontar usai Mozambik dipaksa menyerah dengan skor tipis 0-1 oleh armada Merah Putih di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Potensi Besar di Bawah Asuhan John Herdman
![Pesepak bola Timnas Indonesia Ole Romeny (kanan) menunggu pesepak bola Timnas Mozambik berdoa seusai laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/10/47066-fifa-matchday-timnas-indonesia-vs-mozambik-ole-romeny.jpg)
Gol tunggal kemenangan tuan rumah yang dicetak Ole Romeny pada menit ke-11 terbukti cukup untuk mencuri perhatian juru taktik tim berjuluk The Mambas tersebut.
Chiquinho Conde melihat perpaduan antara pemain berbakat dan staf kepelatihan profesional sebagai modal utama Indonesia untuk bersaing di level dunia.
"Saya pikir begitu, Indonesia, dengan staf pelatih seperti yang mereka miliki sekarang, saya pikir dengan pemain-pemain yang bagus dan kuat, dan mereka pasti akan mampu lolos pada tahun 2030," kata Conde dalam jumpa pers pascapertandingan.
Ketangguhan fisik dan kedalaman taktik yang ditunjukkan anak asuh John Herdman dinilainya sebagai sinyal kebangkitan sepak bola Indonesia.
Mimpi Duel Ulang di Panggung Dunia
Senasib dengan Indonesia, Mozambik sendiri belum pernah mencicipi atmosfer turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut sepanjang sejarahnya.
Pada kualifikasi edisi 2026, Indonesia terhenti di putaran keempat zona Asia usai takluk dari Arab Saudi dan Irak.
Sementara itu, Mozambik juga gagal melaju karena hanya mampu finis di peringkat ketiga klasemen Grup G zona Afrika, di bawah Aljazair dan Uganda.
Kondisi ini memicu harapan Conde agar kedua tim bisa melakukan lompatan prestasi secara bersamaan pada edisi yang akan digelar di Portugal, Spanyol, dan Maroko nanti.
"Semoga kita bertemu di Portugal, Spanyol dan Maroko. Mozambik dan Indonesia berada di grup yang sama," ucap Conde penuh harap.
Magis Suporter di Balik Kebangkitan Garuda
Selain faktor teknis, antusiasme luar biasa dari puluhan ribu suporter Indonesia yang memadati tribun juga tak luput dari pengamatan tajam sang pelatih.
Tercatat sebanyak 29.889 penonton hadir memberikan tekanan mental bagi lawan sekaligus suntikan semangat bagi para penggawa Garuda malam itu.
Angka kehadiran tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan saat laga kontra Oman yang hanya dihadiri sekitar 23.677 penonton.
Conde menilai dukungan militan seperti itu sangat krusial bagi perkembangan sebuah tim nasional yang sedang berupaya naik kelas.
"Para penonton bersorak sangat, sangat antusias untuk tim Indonesia, yang sangat bagus untuk tim yang sedang berkembang."
Bagi pria yang menjabat sejak Juli 2021 itu, identitas sebuah tim yang kuat lahir dari ikatan batin yang erat antara lapangan dan tribun.
"Dan saya pikir itulah yang mendefinisikan sebuah tim. Bukan hanya para pemain, harus ada simbiosis antara para pemain, penonton, dan seluruh struktur," pungkasnya.