-
Amerika Serikat merilis layanan wawancara visa prioritas B1/B2 dengan tarif tambahan Rp13,5 juta.
-
Fasilitas ini memangkas antrean menjadi 10 hari namun tidak menjamin kelulusan persetujuan visa.
-
Kebijakan berlaku Juli hingga Desember 2026 guna mengantisipasi lonjakan kunjungan event olahraga global.
Suara.com - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat resmi membuka jalur kilat pembuatan visa kunjungan lewat skema tarif prioritas terbaru Piala Dunia 2026. Pemohon kategori bisnis maupun pariwisata kini bisa memangkas waktu tunggu wawancara menjadi hanya sepuluh hari kerja.
Kebijakan premium ini mewajibkan pemohon membayar biaya ekstra sebesar 750 dolar AS atau setara Rp13,5 juta. Terobosan komersial tersebut dirancang untuk mengatasi antrean panjang yang selama ini menyandera mobilitas pelancong internasional.
"Peraturan final sementara (TFR) ini untuk sementara mengubah Jadwal Biaya untuk Layanan Konsuler (Jadwal) untuk membuat biaya 750 dolar AS untuk janji temu wawancara visa non-imigran (NIV) B1/B2, bisnis dan pariwisata yang dipercepat," menurut dokumen resmi Federal Register AS.

Mekanisme anyar tersebut menjadi angin segar bagi pelaku usaha yang membutuhkan kepastian linimasa perjalanan darurat. Selama ini, ketidakpastian jadwal wawancara kerap memicu kerugian finansial akibat pembatalan agenda kerja sepihak.
"Biaya baru ini akan memungkinkan pemohon visa B1/B2 yang membayar biaya tersebut untuk mendapatkan janji temu wawancara di kantor perwakilan terpilih dalam waktu sepuluh hari kerja," tulis dokumen itu dikutip dari Sputnik.
Namun, fasilitas mahal ini tidak melonggarkan proses verifikasi dokumen kualifikasi dari pihak imigrasi. Legalitas kelayakan dokumen tetap menjadi indikator tunggal dan utama dalam menentukan status kelulusan berkas pemohon.
Uang tambahan yang disetorkan murni hanya berfungsi sebagai alat membeli prioritas antrean waktu wawancara fisik. Konsekuensinya, nominal fantastis tersebut akan hangus tanpa pengembalian jika permohonan visa pada akhirnya ditolak.

Pemerintah setempat mengonfirmasi bahwa program khusus ini memiliki masa kedaluwarsa yang telah ditentukan sebelumnya. Sifat pengujian kebijakan ini sengaja dibatasi agar dampaknya terhadap sistem reguler dapat dievaluasi komprehensif.
Implementasi penuh dari aturan restrukturisasi tarif ini dijadwalkan bakal berjalan selama enam bulan ke depan. Agenda eksperimental tersebut mulai berlaku efektif pada 1 Juli hingga berakhir pada 31 Desember 2026.
Langkah akselerasi ini sengaja diambil di tengah momentum transisi penyelenggaraan kompetisi olahraga skala internasional. AS berupaya memfasilitasi lonjakan arus kunjungan warga asing pasca penutupan Piala Dunia FIFA 2026.
Di sisi lain, skema ini sekaligus menjadi simulasi taktis menyambut Olimpiade dan Paralimpiade Los Angeles 2028. Koridor cepat ini diharapkan mampu memitigasi tumpukan berkas yang berpotensi melumpuhkan kinerja operasional kedutaan.
Waktu tunggu antrean wawancara visa reguler ke Amerika Serikat dikenal sangat lama dan melelahkan. Pemohon di berbagai negara bahkan harus bersabar menunggu hingga berbulan-bulan sampai setahun penuh.
Krisis penumpukan berkas tersebut mendorong lahirnya uji coba program berbayar sebagai solusi jalan pintas. Kendati demikian, tingginya biaya penyesuaian ini diprediksi memicu perdebatan mengenai aspek keadilan akses layanan publik.