-
Sphephelo Sithole melakukan dua blunder fatal yang menyebabkan Afrika Selatan kalah 0-2 dari Meksiko.
-
Kesalahan pertama berujung gol Julian Quinones, sedangkan kecerobohan kedua membuahkan kartu merah langsung.
-
Kekurangan jumlah pemain merusak strategi Bafana Bafana dan membuat peluang bangkit menjadi tertutup.
Suara.com - Gelandang bertahan Sphephelo Sithole menjadi sorotan tajam setelah melakukan dua kesalahan fatal yang menghancurkan pertahanan Afrika Selatan saat bersua Meksiko di laga pembuka Piala Dunia 2026.
Kecerobohan tersebut memaksa skuad Bafana Bafana bertekuk lutut dan menelan kekalahan pahit pada laga pembuka mereka.
Estadio Azteca saksi runtuhnya mental bertanding sang jangkar tengah akibat tekanan tinggi kompetisi global.
![Pesepak bola Tim Nasional Afrika Selatan Mbekezeli Mbokazi (tengah) terjatuh saat berebut bola dengan dua pesepak bola Tim Nasional Meksiko Erik Lira (kiri) dan Roberto Alvarado dalam laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Kamis (11/6/2026). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/sgd]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/12/50787-piala-dunia-2026-meksiko-vs-afrika-selatan.jpg)
Petaka pertama bagi Afrika Selatan lahir pada menit kesembilan akibat hilangnya konsentrasi di area sensitif.
Sithole kehilangan penguasaan bola setelah ditekan secara agresif oleh penggawa Meksiko, Erik Lira.
Bola liar tersebut langsung disambar Julian Quinones yang berdiri bebas tanpa kawalan berarti di depan gawang.
Dengan ruang tembak yang terbuka lebar, Quinones melepaskan sepakan keras yang gagal dihalau kiper Ronwen Williams.
![Kiper Tim Nasional Afrika Selatan Ronwen Williams berusaha menyelamatkan bola yang ditendang pesepak bola Tim Nasional Meksiko dalam laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Kamis (11/6/2026). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/sgd]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/12/81119-piala-dunia-2026-meksiko-vs-afrika-selatan-ronwen-williams.jpg)
Gol cepat ini merusak skema permainan yang telah dipersiapkan matang oleh tim pelatih sejak awal.
Memasuki babak kedua, alih-alih bangkit memperbaiki performa, Sithole justru kembali melakukan tindakan ceroboh.
Pertandingan yang awalnya berjalan sengit berubah drastis saat memasuki menit ke-49 akibat serangan balik cepat.
Pemain lawan, Brian Gutierrez, berhasil lolos dan berlari bebas menuju kotak penalti tanpa hambatan berarti.
Sithole yang kalah langkah terpaksa melakukan tekel terlambat demi menghentikan laju cepat sang penyerang.
Pelanggaran keras itu membuat wasit Wilton Sampaio tanpa ragu langsung mengeluarkan kartu merah dari sakunya.
Keputusan tegas tersebut sempat menuai protes keras dari para pemain Afrika Selatan di lapangan.
Namun, peninjauan ulang memastikan sang gelandang merupakan orang terakhir di lini pertahanan yang menggagalkan peluang gol.
Kalah jumlah pemain membuat perjuangan Afrika Selatan untuk menyamakan kedudukan menjadi misi yang mustahil.
Meksiko berhasil memanfaatkan keunggulan situasi tersebut dan menutup laga dengan kemenangan meyakinkan dua gol tanpa balas.
Bagi Sithole, catatan hitam ini terasa sangat menyesakkan karena mencoreng reputasi karier profesionalnya di Eropa.
Pemain berusia 27 tahun yang kini membela Gil Vicente tersebut terancam kehilangan tempat utama di tim nasional.
Hukuman suspensi otomatis juga memaksa tim pelatih memutar otak lebih keras guna mencari sosok pengganti sepadan.
Rentetan blunder ini menjadi rapor merah sekaligus pelajaran mahal bagi lini tengah Bafana Bafana ke depan.