Pelatih Iran Jelang Lawan Selandia Baru: Kami Main untuk Rakyat, Bukan Politik!

Pebriansyah Ariefana

Senin, 15 Juni 2026 | 14:15 WIB
Pelatih Iran Jelang Lawan Selandia Baru: Kami Main untuk Rakyat, Bukan Politik!
Timnas Iran (FIFA)
baca 10 detik
  • Timnas Iran berkomitmen bermain demi menyatukan seluruh rakyatnya di tengah ancaman boikot politik.

  • Sesi latihan Iran sempat berantakan dan pindah ke Meksiko akibat kendala visa dampak konflik.

  • Pelatih dan pemain kompak menolak terlibat politik dan memilih fokus menghadapi laga Selandia Baru.

Suara.com - Timnas Iran membawa misi persatuan yang mendalam saat memulai langkah mereka di panggung Piala Dunia 2026. Skuad berjuluk Team Melli tersebut berjanji tampil habis-habisan demi seluruh rakyat Iran tanpa memedulikan polarisasi politik yang ada.

Komitmen tersebut mencuat di tengah bayang-bayang aksi unjuk rasa besar yang diprediksi mengepung laga pembuka mereka. Pasukan Iran dijadwalkan bertanding melawan Selandia Baru dalam laga perdana Grup G di Los Angeles, Amerika Serikat.

Kota Los Angeles sendiri tercatat sebagai wilayah dengan komunitas diaspora Iran terbesar di Negeri Paman Sam. Situasi geopolitik yang memanas membuat tensi di luar stadion diperkirakan bergolak menjelang peluit pertama dibunyikan.

Ekspresi kekecewaan para pemain Timnas Selandia Baru (jersey putih) usai dikalahkan Kosta Rika dalam laga play-off Piala Dunia 2022 di Qatar, Rabu (15/6/2022). [KARIM JAAFAR / AFP]
Ekspresi kekecewaan para pemain Timnas Selandia Baru (jersey putih) usai dikalahkan Kosta Rika dalam laga play-off Piala Dunia 2022 di Qatar, Rabu (15/6/2022). [KARIM JAAFAR / AFP]

"Saya ingin memberi tahu Anda bahwa kami di sini untuk bermain sepak bola dan kami di sini untuk mewakili masyarakat Iran yang terhormat, baik warga Iran di dalam negeri maupun diaspora Iran," ujar pelatih Iran, Amir Ghalenoei, melalui penerjemah FIFA dalam konferensi pers sebelum pertandingan dikutip dari ESPN, Senin (15/6/2026).

"Kami hanya memikirkan negara kami. Kami bukan orang politik," kata Ghalenoei menambahkan.

Ghalenoei secara konsisten mengapresiasi pertanyaan jurnalis mengenai hambatan logistik yang menimpa timnya selama masa persiapan. Dirinya menilai publik perlu mengetahui perjuangan berat yang harus dilewati anak asuhnya sebelum menginjakkan kaki di Amerika Serikat.

"Bangsa Iran, kami menghormati setiap warga Iran," tutur Ghalenoei menegaskan posisi timnya yang netral.

Timnas Iran menjalani latihan dengan pengamanan ketat bersenjata di Meksiko jelang Piala Dunia 2026. Situasi geopolitik memengaruhi persiapan Team Melli. [Dok. IG teammellifootball]
Timnas Iran menjalani latihan dengan pengamanan ketat bersenjata di Meksiko jelang Piala Dunia 2026. Situasi geopolitik memengaruhi persiapan Team Melli. [Dok. IG teammellifootball]

Penyerang andalan Iran, Mehdi Taremi, turut menyuarakan narasi persatuan yang senada dengan sang pelatih. Striker klub raksasa Yunani, Olympiacos, ini dihujani pertanyaan sensitif seputar potensi protes dan pengibaran bendera Singa dan Matahari dari masa pra-Islam di tribun.

"Kami menghormati semua warga Iran, baik warga Iran yang berada di dalam negeri maupun warga Iran yang berada di luar negeri," ucap Taremi lewat penerjemah FIFA.

baca juga

"Kami di sini untuk bermain sepak bola, dan sepak bola selalu bisa menyatukan semua faksi. Rakyat kami, kami mencintai mereka di dalam atau di luar Iran," ujar pemain yang mengantongi lebih dari 100 caps tersebut.

Taremi menegaskan bahwa warisan peradaban Iran adalah modal utama yang menunjukkan bahwa mereka merupakan bangsa yang utuh. Fokus utama para pemain saat ini hanyalah memberikan performa terbaik di lapangan hijau demi menghibur masyarakat.

"Kami ingin menunjukkan persatuan itu. Kami di sini di Piala Dunia untuk membawa kegembiraan bagi warga Iran di mana pun mereka berada," kata Taremi menambahkan.

Dirinya menyadari adanya perbedaan pandangan di kalangan masyarakat, namun ia menolak menjadikan olahraga sebagai alat pemecah belah. Baginya, status sebagai pesepak bola profesional menuntut mereka untuk berdiri di atas semua golongan.

"Kami, para pemain tim nasional, kami bermain untuk setiap warga Iran, baik diaspora Iran maupun warga Iran di dalam negeri," tutur Taremi kemudian.

"Dengar, di setiap negara, orang-orang memiliki pendapat yang berbeda, tetapi kami di sini sebagai pesepak bola untuk menyatukan orang-orang, dan kami akan mencoba membawa kegembiraan bagi semua warga Iran, tanpa memandang di mana mereka tinggal," ucapnya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tampil Memukau Lawan Timnas Brasil, Liverpool Buru Tanda-tangan Ayyoub Bouaddi?

Tampil Memukau Lawan Timnas Brasil, Liverpool Buru Tanda-tangan Ayyoub Bouaddi?

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 14:07 WIB

Prediksi Skor Belgia vs Mesir: Head to Head, Susunan Pemain, dan Fakta Menarik

Prediksi Skor Belgia vs Mesir: Head to Head, Susunan Pemain, dan Fakta Menarik

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 13:53 WIB

Piala Dunia 48 Tim Disebut Membosankan, Belasan Negara Kecam Bos UEFA Aleksander Ceferin

Piala Dunia 48 Tim Disebut Membosankan, Belasan Negara Kecam Bos UEFA Aleksander Ceferin

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 13:53 WIB

Terkini

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:17 WIB

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:04 WIB

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

×