- Persis Solo resmi menunjuk Ricky Nelson sebagai pelatih kepala untuk mengarungi kompetisi Pegadaian Championship musim 2026/2027.
- Ricky Nelson sebelumnya menjabat sebagai Direktur Teknik Akademi Persija dan memiliki pengalaman melatih berbagai klub profesional Indonesia.
- Pelatih baru tersebut ditargetkan membawa Persis Solo kembali bersaing di papan atas dan meraih promosi ke Super League.
Suara.com - Persis Solo resmi menunjuk Ricky Nelson sebagai pelatih kepala untuk menghadapi kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.
Kehadiran pelatih berpengalaman tersebut diharapkan mampu membawa Laskar Sambernyawa kembali bersaing di papan atas dan mewujudkan target promosi ke Super League.
Sebelum bergabung dengan Persis, Ricky Nelson menjabat sebagai Direktur Teknik Akademi Persija Jakarta.
Karier kepelatihannya dimulai pada 2017 saat dipercaya menjadi pelatih interim Borneo FC. Setahun berselang, ia menukangi Persika Karawang sebagai pelatih kepala selama satu musim.
Perjalanan karier Ricky berlanjut bersama Sulut United pada musim 2020/2021 sebelum kemudian menangani Persipura Jayapura. Pada Mei 2025, ia juga sempat dipercaya sebagai pelatih interim Persija Jakarta.
Ricky mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan manajemen Persis. Menurutnya, klub asal Solo tersebut memiliki potensi besar untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Saya melihat Persis adalah tim yang punya potensi besar. Ini adalah kota yang luar biasa dengan suporter yang luar biasa. Karena itulah saya menerima tantangan ini,” ujar Ricky, Senin (15/6/2026).
Ia menegaskan optimisme untuk membawa Persis kembali ke Super League. Dengan dukungan penuh dari manajemen, pemain, dan suporter, Ricky yakin target tersebut bisa diwujudkan.
“Saya sangat yakin dengan apa yang saya miliki dan apa yang akan dibuat oleh manajemen Persis. Saya percaya kita bisa kembali ke Super League atau Liga 1,” katanya.
Meski demikian, Ricky menyadari perjuangan menuju promosi tidak akan mudah. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen klub untuk tetap bersatu dan memberikan dukungan positif sepanjang musim.
“Tentu saja tujuan itu tidak mudah dicapai. Namun kita tidak boleh terpecah belah. Kita harus tetap yakin, tetap bersatu, dan terus memberikan dukungan positif untuk klub ini. Kritik tentu diperlukan, tetapi kritik yang membangun agar Persis bisa kembali ke jalur yang semestinya,” tuturnya.
Ricky juga mengajak seluruh suporter untuk menatap masa depan dan meninggalkan berbagai perbedaan yang dapat menghambat perjuangan tim.
“Saya berharap semua suporter, apa pun perbedaan yang ada, mari kita satukan hati dan pikiran. Tidak perlu lagi melihat apa yang terjadi di masa lalu. Sekarang saatnya kita melihat ke depan dan bersama-sama mengembalikan PERSIS ke Super League,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ricky menekankan pentingnya kerja keras, kebersamaan, dan rasa hormat terhadap klub sebagai fondasi utama dalam mengejar target promosi.
“Saya yakin dengan kemampuan yang saya miliki dan dengan kebersamaan yang kita bangun, target membawa Persis menuju Super League bisa terwujud. Yang terpenting, semua harus menaruh rasa hormat kepada klub. Kepentingan Persis harus berada di atas segalanya,” tegasnya.
Dengan penunjukan Ricky Nelson sebagai pelatih Persis Solo, Laskar Sambernyawa membuka lembaran baru untuk menyongsong musim 2026/2027.
Harapan besar pun tertuju pada sang pelatih untuk membawa Laskar Sambernyawa kembali ke level tertinggi sepak bola Indonesia.