- Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) belum dapat memastikan waktu kembalinya Neymar ke lapangan akibat pemulihan cedera betis yang berjalan lambat.
- Neymar diperkirakan absen melawan Haiti dan baru berpotensi tampil saat Brasil menghadapi Skotlandia pada tanggal 24 Juni mendatang.
- Tim medis menerapkan pendekatan ekstra hati-hati untuk mencegah risiko cedera ulang, meskipun keputusan ini memicu kritik mengenai kurangnya transparansi.
Suara.com - Harapan publik untuk melihat Neymar tampil di fase grup Piala Dunia 2026 kian menipis.
Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) seperti dilansir dari O Globo kini tak lagi berani memprediksi kapan sang pemain akan kembali merumput.
Penyerang bernomor punggung 10 itu tercatat hampir satu bulan tidak bermain maupun menjalani latihan di lapangan.
Kondisi tersebut meleset dari ekspektasi tim pelatih, sekaligus memaksa CBF mengubah pendekatan terhadap pemulihannya.
Dengan waktu yang semakin sempit, Neymar juga diperkirakan absen saat Brasil menghadapi Haiti pada laga kedua Grup C.
Jika perkembangannya membaik dalam beberapa hari ke depan, peluang tampil baru terbuka pada pertandingan ketiga melawan Skotlandia, 24 Juni mendatang.
Di balik layar, tim medis memilih pendekatan hati-hati.
![Jadi Asisten Ancelotti Saat Brasil Lawan Maroko, Neymar Bakal Main Lawan Haiti? [@ESPNUK]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/14/90405-neymar.jpg)
Risiko cedera ulang pada betis kanan menjadi pertimbangan utama, sehingga Neymar kemungkinan besar hanya akan dimainkan dalam situasi mendesak, terutama di fase gugur.
Pemeriksaan medis terbaru menunjukkan adanya perkembangan positif, namun belum cukup untuk membawa Neymar ke tahap latihan berikutnya.
Saat ini, ia masih menjalani program penguatan otot dan belum masuk fase latihan fisik penuh di lapangan.
Meski target pemulihan tiga pekan yang ditetapkan tim dokter hampir tercapai, kondisi Neymar dinilai belum ideal untuk tampil kompetitif dalam waktu dekat.
Hal ini membuat peluangnya bermain melawan Haiti semakin kecil.
Seiring meningkatnya tekanan publik, CBF mulai mengurangi keterbukaan terkait kondisi Neymar.
Informasi detail mengenai progres pemulihan kini jarang disampaikan, berbeda dengan periode awal cedera.
Langkah ini menuai kritik dari internal federasi.