- Roy Keane saat ini bertugas sebagai analis sepak bola untuk Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.
- Legenda Manchester United tersebut menjaga privasi keluarga bersama istrinya, Theresa Doyle, selama hampir tiga puluh tahun.
- Menantu Keane, Taylor Harwood-Bellis, memiliki karier profesional sebagai pesepak bola meski sempat terlibat kontroversi di lapangan.
Suara.com - Sosok Roy Keane selama ini dikenal sebagai figur keras dan blak-blakan, baik saat masih bermain di Manchester United maupun sebagai pundit sepak bola.
Namun di balik citra tegasnya di layar kaca, legenda Manchester United itu menyimpan kehidupan pribadi yang jarang tersorot publik.
Saat ini, Keane berada di Amerika Serikat sebagai analis untuk Piala Dunia 2026.
Kehadirannya kembali mencuri perhatian, terutama karena komentarnya yang kerap memicu perdebatan di tengah turnamen.
Di luar sepak bola, Keane menjalani kehidupan keluarga yang relatif tertutup bersama istrinya, Theresa Doyle.
Keduanya telah menikah hampir 30 tahun dan dikaruniai lima anak, meski Keane jarang membagikan kehidupan pribadinya ke publik.
Dalam sebuah wawancara, Keane sempat mengenang awal hubungan mereka yang tidak berjalan mulus.
“Dia turun dari mobil dan bilang, ‘Saya rasa tidak akan bertemu lagi,’ lalu menutup pintu. Itu kencan pertama kami dan kami masih bersama sampai sekarang,” ujarnya dikutip dari Mirror.
![Legenda Manchester United, Roy Keane, kembali melontarkan kritik pedas, kali ini ditujukan kepada Federasi Sepak Bola Irlandia (FAI). [Instagram Roy Keane]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/09/12/43503-roy-keane.jpg)
Sorotan lain datang dari menantunya, pesepak bola profesional Taylor Harwood-Bellis, yang menikahi putri Keane, Leah, awal tahun ini.
Harwood-Bellis sempat terseret kontroversi Spygate setelah selebrasi kontroversial yang berujung pada sanksi terhadap klubnya.
Meski demikian, hubungan keluarga tetap berjalan baik.
Harwood-Bellis bahkan mengungkap Keane pernah memberinya nasihat di awal hubungan mereka, meski situasi menjadi canggung ketika ia mencetak gol melawan tim nasional Irlandia—negara yang sangat dicintai Keane.
Menariknya, sebelum memilih sepak bola, Keane ternyata memiliki bakat besar di olahraga tradisional Irlandia, hurling.
Keane bahkan menyebut final All-Ireland hurling sebagai pertunjukan olahraga terbaik di dunia, mengungguli final Liga Champions.
Pilihan Keane untuk berkarier di sepak bola pada akhirnya membawanya menjadi salah satu gelandang terbaik generasinya.