- Federasi Sepak Bola Palestina (PFA) resmi membantah rencana pertandingan persahabatan melawan Israel yang diisukan berlangsung di Amerika Serikat.
- PFA menolak wacana tersebut karena menganggapnya sebagai bentuk sportswashing di tengah krisis kemanusiaan yang menimpa komunitas olahraga Palestina.
- Konflik sejak Oktober 2023 telah menyebabkan ribuan atlet Palestina tewas sehingga PFA menuntut akuntabilitas FIFA atas pelanggaran regulasi internasional.
Salah satu figur yang disebut adalah mantan kapten tim nasional Palestina, Sulaiman Al-Obaid, yang meninggal dunia di tengah konflik dan menjadi kehilangan besar bagi sepak bola Palestina.
Dunia olahraga juga berduka atas wafatnya juara karate Palestina, Nagham Abu Samra, yang dilaporkan tewas akibat serangan yang menghantam wilayah permukiman.
Tuntutan Akuntabilitas kepada FIFA
"PFA memiliki prioritas yang jelas, yaitu keadilan, akuntabilitas, serta perlindungan terhadap atlet Palestina sesuai dengan Statuta FIFA dan prinsip-prinsip Piagam Olimpiade," tegas federasi tersebut.
"Kami terus menyerukan agar Israel dimintai pertanggungjawaban atas pelanggaran terhadap regulasi olahraga internasional," lanjut pernyataan itu.
Hingga kini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait bantahan maupun kritik yang disampaikan oleh Federasi Sepak Bola Palestina.
