- Zlatan Ibrahimovic melontarkan sindiran tajam kepada Alexi Lalas saat bertugas sebagai analis di studio siaran FOX Sports.
- Ketegangan muncul akibat perbedaan pendapat mengenai sikap percaya diri pemain sepak bola saat gelaran Piala Dunia 2026.
- Perselisihan verbal antar pundit tersebut menjadi topik yang ramai diperbincangkan penonton selama siaran turnamen berlangsung di Amerika.
Suara.com - Piala Dunia 2026 tak hanya menghadirkan drama dan tensi tinggi di lapangan, tetapi juga memunculkan momen panas di studio siaran FOX Sports. Salah satu sorotan datang dari Zlatan Ibrahimovic yang kembali menunjukkan karakter blak-blakannya saat bertugas sebagai pundit.
Legenda asal Swedia itu melontarkan sindiran tajam kepada Alexi Lalas dalam siaran langsung.
Ucapan Zlatan bahkan membuat Thierry Henry yang berada di sampingnya tampak terkejut dan hanya bisa melongo melihat situasi yang terjadi.
Perseteruan keduanya pun menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan penonton sepanjang gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.
Sindiran Tajam Zlatan Ibrahimovic

Momen tersebut terjadi ketika Alexi Lalas meninggalkan studio FOX Sports di Los Angeles untuk meliput pertandingan Amerika Serikat melawan Australia di Seattle.
Presenter Rebecca Lowe mengumumkan kepergian Lalas kepada para penonton. Namun, pengumuman itu langsung disambut komentar pedas dari Zlatan.
"America, you're welcome," ujar Zlatan Ibrahimovic sambil tersenyum.
Kalimat singkat tersebut langsung memancing reaksi di studio. Sindiran itu seolah mempertegas ketegangan yang belakangan kerap terlihat antara Zlatan dan Lalas saat tampil bersama sebagai analis.
Thierry Henry yang duduk di samping Zlatan tampak terdiam dan menatap ke arah kamera, seakan tidak percaya dengan komentar yang baru saja dilontarkan mantan striker AC Milan dan Paris Saint-Germain tersebut.
Sebelumnya, sebuah cuplikan video juga memperlihatkan Zlatan dan Henry asyik melakukan juggling bola sambil mengabaikan keberadaan Lalas di area studio.
Perdebatan Soal Kesombongan Timnas Prancis
Ketegangan antara keduanya sebenarnya sudah muncul beberapa hari sebelumnya setelah Timnas Prancis mengalahkan Senegal dengan skor 3-1.
Saat itu, Alexi Lalas mempertanyakan sikap para pemain Prancis pada babak pertama pertandingan dan menilai mereka terlihat terlalu percaya diri.
"Kenyataannya adalah, jika mereka sombong, itu karena mereka memang bisa melakukan hal-hal seperti itu," kata Lalas.
Komentar tersebut langsung mendapat bantahan dari Zlatan yang memiliki ikatan kuat dengan sepak bola Prancis setelah lama membela Paris Saint-Germain.
"Itu bukan kesombongan, itu adalah rasa percaya diri," tegas Zlatan.
Perdebatan kemudian memanas ketika Zlatan menambahkan komentar yang langsung menjadi viral di media sosial.
"Orang bodoh akan menyebutnya kesombongan, orang cerdas menyebutnya kepercayaan diri," lanjutnya.
Ucapan itu membuat suasana studio mendadak canggung. Thierry Henry kembali terlihat terkejut, sementara Rebecca Lowe berusaha mengalihkan topik pembicaraan agar situasi tidak semakin memanas.
Insiden tersebut menjadi lanjutan dari perdebatan sebelumnya ketika Zlatan menilai Lalas terlalu keras dalam mengkritik para pemain muda Timnas Amerika Serikat.
Zlatan dan FOX Sports
Karakter Zlatan yang lugas sebenarnya bukan hal baru bagi FOX Sports. Stasiun televisi tersebut bahkan sempat membuat segmen tes pendeteksi kebohongan khusus untuk mantan kapten Timnas Swedia itu.
Dalam sesi tersebut, Zlatan ditanya apakah ia menghormati pendapat rekan-rekan analisnya di studio. Meski menjawab "ya", hasil tes justru menunjukkan indikasi sebaliknya dan memancing gelak tawa publik.
Zlatan juga sempat melontarkan candaan saat diminta menilai rekan-rekannya.
"Alexi ... kita bisa mendiskusikannya nanti," ujar Zlatan sambil tersenyum.
Sebagai pemegang hak siar eksklusif seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026, FOX Sports menghadirkan sejumlah nama besar sebagai pundit, mulai dari Zlatan Ibrahimovic, Thierry Henry, Clint Dempsey hingga Carli Lloyd.
Perseteruan antara Zlatan dan Alexi Lalas kini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton. Di luar aksi para pemain di lapangan, adu argumen kedua analis tersebut kerap mencuri perhatian sepanjang turnamen berlangsung.
