- Timnas Turki tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 melawan Paraguay di San Francisco Bay Area Stadium.
- Gol cepat Matías Galarza dan kegagalan lini depan Turki mencetak gol dari 32 tembakan memastikan kekalahan tersebut.
- Meskipun Paraguay bermain dengan sepuluh pemain sejak akhir babak pertama, Turki tetap gagal menyamakan kedudukan hingga laga berakhir.
Suara.com - Timnas Turki harus menerima kenyataan pahit setelah tersingkir lebih awal dari Piala Dunia 2026. Skuad asuhan Vincenzo Montella kalah 0-1 dari Paraguay pada laga Grup D yang berlangsung di San Francisco Bay Area Stadium.
Ironisnya, kekalahan tersebut terjadi saat Paraguay harus bermain dengan 10 pemain sepanjang babak kedua. Hasil ini membuat langkah Turki di turnamen berakhir lebih cepat meski sempat digadang-gadang sebagai salah satu kuda hitam.
Gol Cepat Paraguay dan Kartu Merah Almiron
Petaka bagi Turki sudah datang saat pertandingan baru berjalan 65 detik. Matías Galarza sukses membobol gawang lawan lewat tembakan jarak jauh setelah menerima umpan dari Julio Enciso.
Turki kemudian mendapat keuntungan menjelang turun minum ketika pemain sayap Paraguay, Miguel Almiron, menerima kartu merah langsung pada masa injury time babak pertama.
Pengusiran tersebut terjadi setelah wasit meninjau tayangan VAR terkait insiden Almiron yang menutupi mulutnya saat berbicara dengan Mert Müldür.
Unggul jumlah pemain membuat Turki mendominasi penguasaan bola sepanjang babak kedua. Namun, dominasi itu gagal dikonversi menjadi gol.
Penyelesaian Akhir Jadi Masalah Utama
Tumpulnya lini depan kembali menjadi persoalan besar bagi Turki. Mert Müldür sempat nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-35, tetapi sundulannya yang memanfaatkan umpan Hakan Çalhanoglu hanya membentur mistar dan tiang gawang.
Kiper Paraguay, Orlando Gill, tampil gemilang dengan menggagalkan sejumlah peluang berbahaya, termasuk tembakan Merih Demiral dan peluang emas Can Uzun di penghujung pertandingan.
Berdasarkan data Opta, Turki melepaskan 32 tembakan sepanjang laga melawan Paraguay. Namun, tidak satu pun mampu dikonversi menjadi gol.
Catatan tersebut memperpanjang masalah efektivitas mereka. Pada laga sebelumnya melawan Australia, Turki juga gagal mencetak gol meski menghasilkan 30 tembakan.
Artinya, skuad asuhan Vincenzo Montella gagal mencetak gol dari total 62 tembakan dalam dua pertandingan terakhir mereka di Piala Dunia 2026.
Julio Enciso Jadi Pembeda
Di tengah tekanan besar yang diterima Paraguay, Julio Enciso tampil sebagai motor permainan timnya.
Pemain Strasbourg itu menyumbang satu assist untuk gol Matías Galarza serta menciptakan empat peluang kunci sepanjang pertandingan. Selain itu, Enciso juga sukses menyelesaikan enam dari delapan percobaan dribel dan memenangkan sembilan dari 12 duel.
Penampilan impresif tersebut membuat Enciso mencatatkan rekor sebagai pemain Paraguay termuda yang mampu menciptakan dua assist dalam satu edisi Piala Dunia sejak 1966, tepatnya pada usia 22 tahun 148 hari.
Sementara itu, pemain-pemain Turki seperti Kenan Yildiz, Hakan Çalhanoglu, dan Arda Güler gagal memaksimalkan peluang yang mereka ciptakan.
Ekspektasi tinggi yang mengiringi Turki sebelum turnamen akhirnya berujung kekecewaan. Meski diperkuat sejumlah pemain bintang, mereka gagal menunjukkan ketajaman yang dibutuhkan untuk bertahan di panggung terbesar sepak bola dunia.
Kini Turki menyusul Haiti sebagai tim yang harus angkat koper lebih awal dari Piala Dunia 2026. Di sisi lain, Paraguay menjaga peluang lolos ke fase gugur dan akan menghadapi Australia dalam laga penentuan Grup D.
