Tinggalkan Gaya Lama, Pakar Dorong Kapal PPA Segera Dilengkapi Rudal Aster

Dwi Bowo Raharjo, Adiyoga Priyambodo

Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:33 WIB
Tinggalkan Gaya Lama, Pakar Dorong Kapal PPA Segera Dilengkapi Rudal Aster
Ilustrasi kapal perang. [Foto: Istimewa]
baca 10 detik
  • Ancaman drone dan rudal di Indo-Pasifik membuat Indonesia merombak strategi pertahanan laut nasional.
  • TNI AL mendatangkan kapal PPA Kelas Brawijaya untuk memperkuat kemampuan pertahanan udara jarak menengah.
  • Pemerintah didesak segera membangun sistem komunikasi digital mandiri guna mengintegrasikan seluruh alutsista secara optimal.

Suara.com - Ancaman drone hingga rudal jarak jauh yang kian masif di kawasan Indo-Pasifik memaksa Indonesia untuk merombak strategi pertahanan lautnya secara total.

Hal ini menjadi sorotan utama dalam diskusi podcast "Ngopi" yang disiarkan kanal Youtube Marapi Consulting & Advisory, Senin (3/8/2026).

Mantan Asisten Perencanaan Umum Panglima TNI, Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. Agung Pramono, menilai pembangunan kekuatan militer harus selaras dengan kondisi geografis Indonesia.

"Selama ini harusnya kita dalam merencanakan itu pendekatan utamanya adalah kondisi geografis selain hal-hal ekonomi. Sehingga dari kondisi geografis ini kita akan menelorkan strategi yang paling tepat," ujar Agung.

Agung menegaskan, penguasaan penuh atas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) merupakan pilar utama dalam menjaga kedaulatan wilayah laut nasional.

"Menurut saya di ZEE itu harus kita kendalikan dan kita kuasai. Jangan sampai ada orang masuk tidak kita ketahui. Itu sudah pasti menjadi persoalan keamanan dan pertahanan kita," tegasnya.

Ancaman nyata di wilayah ZEE saat ini lebih banyak datang melalui serangan udara daripada pertempuran laut konvensional.

"Baik TNI AU maupun TNI AL, dua-duanya harus dilengkapi kemampuan antiudara yang efektif," kata Agung.

Dengan demikian, pengadaan kapal Pattugliatore Polivalente d'Altura (PPA) Kelas Brawijaya dipandang sebagai langkah gahar untuk menjawab tantangan zaman.

baca juga

Pengamat pertahanan Marapi, Alman Helvas Ali, menjelaskan bahwa selama ini armada laut Indonesia memang lebih condong pada fungsi penegakan hukum semata.

"Selama bertahun-tahun fokus Angkatan Laut kita lebih banyak ke operasi di perairan teritorial, sehingga kemampuan pertahanan udara jarak menengah belum menjadi prioritas,” katanya.

Kini, kehadiran kapal PPA Kelas Brawijaya menjadi tonggak transformasi TNI AL menuju armada yang memiliki perlindungan udara tangguh.

"Sekarang kita sudah berada di jalur yang tepat. Tinggal bagaimana Kementerian Pertahanan segera melengkapi PPA dengan senjata-senjata yang dibutuhkan, termasuk rudal Aster," tutur Alman.

Selain kapal yang canggih, para ahli ini juga mendesak pemerintah untuk segera membangun sistem komunikasi digital mandiri atau data link nasional.

"Untuk integrasi, mau tidak mau kita harus mengembangkan data link sendiri yang bisa menghubungkan fregat-fregat yang berbeda kelas. Tanpa data link sendiri, susah untuk kita integrasi," ujar Alman lagi.

Langkah ini dianggap krusial agar seluruh kapal perang, radar, dan pesawat tempur Indonesia bisa saling terhubung dengan cepat, tanpa kendala perbedaan produsen.

"Hari ini sebetulnya data link itu sudah harus kita punya. Dengan data link, kerahasiaan dan kecepatan komunikasi bisa tercapai," jelas Agung.

Transformasi ini diharapkan mampu memperkuat stabilitas kawasan sekaligus memastikan hak berdaulat Indonesia di ZEE tetap terjaga dari gangguan asing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasokan Rudal Iran Meningkat Pesat, Siap-siap Jika Perundingan Damai dengan AS Gagal Lagi

Pasokan Rudal Iran Meningkat Pesat, Siap-siap Jika Perundingan Damai dengan AS Gagal Lagi

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:22 WIB

AS Lipat Gandakan Produksi Komponen Interseptor Rudal PAC-3 dan THAAD

AS Lipat Gandakan Produksi Komponen Interseptor Rudal PAC-3 dan THAAD

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:28 WIB

80 Persen Rudal Jarak Jauh Amerika Serikat Terkuras di Perang Iran

80 Persen Rudal Jarak Jauh Amerika Serikat Terkuras di Perang Iran

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:07 WIB

Rudal Jelajah Ukraina FP5 Flamingo Buka Peluang Serang Iran, Jarak Luncur Sampai 3000 Km

Rudal Jelajah Ukraina FP5 Flamingo Buka Peluang Serang Iran, Jarak Luncur Sampai 3000 Km

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:08 WIB

Terkini

Amnesty Desak Pemerintah Bentuk Komite Independen Usut Skandal Penyadapan

Amnesty Desak Pemerintah Bentuk Komite Independen Usut Skandal Penyadapan

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:36 WIB

Fadli Zon Unggah Foto Pertemuan dengan Prabowo, Ada Seskab Teddy di Istana Merdeka

Fadli Zon Unggah Foto Pertemuan dengan Prabowo, Ada Seskab Teddy di Istana Merdeka

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:31 WIB

Review Dive into You: Komedi Romantis dengan Premis Pertukaran Jiwa

Review Dive into You: Komedi Romantis dengan Premis Pertukaran Jiwa

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 20:26 WIB

Daftar Nama Kereta Api yang Tidak Jadi Diganti PT KAI Usai Tuai Protes

Daftar Nama Kereta Api yang Tidak Jadi Diganti PT KAI Usai Tuai Protes

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 20:23 WIB

Pemilik Kebun Sawit Eks Torganda Surati DPR-Komnas HAM: Kami Minta Hak-hak Masyarakat Dikembalikan

Pemilik Kebun Sawit Eks Torganda Surati DPR-Komnas HAM: Kami Minta Hak-hak Masyarakat Dikembalikan

Sumut | Rabu, 04 November 2026 | 20:22 WIB

Trend Renting Generation: Gaya Hidup Serba Nyewa, Solusi atau Jebakan?

Trend Renting Generation: Gaya Hidup Serba Nyewa, Solusi atau Jebakan?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 20:15 WIB

4 Lip Balm Rasa Cokelat untuk Bibir Kering dan Pecah-Pecah

4 Lip Balm Rasa Cokelat untuk Bibir Kering dan Pecah-Pecah

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 20:10 WIB

MagangHub Batch 3 Masuki Tahap Rekrutmen, Pengusulan Peserta Dibuka hingga 11 November

MagangHub Batch 3 Masuki Tahap Rekrutmen, Pengusulan Peserta Dibuka hingga 11 November

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:08 WIB

4 Shio Paling Beruntung 5 November 2026, Peluang Promosi dan Kejutan Finansial Besok

4 Shio Paling Beruntung 5 November 2026, Peluang Promosi dan Kejutan Finansial Besok

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 20:05 WIB

Pernyataan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Setelah Diperiksa KPK dalam Kasus HGB

Pernyataan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Setelah Diperiksa KPK dalam Kasus HGB

Video | Rabu, 04 November 2026 | 20:00 WIB

×