-
Belanda sukses menguasai peringkat pertama klasemen sementara Grup F Piala Dunia 2026.
-
Dua penyerang andalan De Oranje masing-masing berhasil menyarangkan dua gol ke gawang lawan.
-
Kekalahan telak ini memaksa Swedia turun ke posisi kedua dengan koleksi tiga poin.
Suara.com - Timnas Belanda De Oranje mengamankan posisi teratas Grup F Piala Dunia 2026 lewat efisiensi serangan yang mematikan di Houston.
Kemenangan telak ini membongkar kerapian taktik Swedia yang sebelumnya diunggulkan dalam duel ketat.
Lini depan tim asuhan pelatih Belanda tampil sangat klinis mengeksploitasi ruang kosong pertahanan lawan.
Kombinasi kecepatan sayap dan penyelesaian akhir yang tenang menjadi pembeda kualitas kedua tim.
Kekalahan ini memaksa Swedia turun takhta dan mengevaluasi organisasi lini belakang mereka secara menyeluruh.
Berikut adalah empat fakta menarik dari dominasi total raksasa Eropa di lapangan hijau.
1. Efisiensi Kilat Awal Babak
![Frenkie de Jong tetap optimistis meski Belanda kalah 0-1 dari Aljazair dalam laga uji coba. Sang kapten percaya diri menyambut Piala Dunia 2026. [Dok. IG OnsOranje]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/04/87956-frenkie-de-jong-dan-timnas-belanda.jpg)
Belanda langsung menyengat semenjak peluit pertama dibunyikan lewat gol pembuka Brian Brobbey pada menit kelima.
Skema serangan balik cepat ini kembali terulang di awal babak kedua melalui aksi Cody Gakpo.
Gol cepat di masing-masing babak tersebut merusak seluruh rencana permainan fisik yang disiapkan Swedia.
Ketidaksiapan mengantisipasi gebrakan kilat membuat mental bertanding skuat Swedia runtuh lebih awal.
2. Duet Maut Brobbey dan Gakpo

Brian Brobbey dan Cody Gakpo menjadi bintang lapangan dengan masing-masing menyumbang dua gol.
Pergerakan tanpa bola kedua penyerang ini berulang kali mengacaukan jebakan offside bek lawan.
Sinergi apik keduanya dilengkapi oleh penyelesaian akhir tenang Crysencio Summerville di ujung laga.
