Malut United dan Adhyaksa FC Diisukan Ganti Nama, I.League Ingatkan Ancaman Pengurangan Poin

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:23 WIB
Malut United dan Adhyaksa FC Diisukan Ganti Nama, I.League Ingatkan Ancaman Pengurangan Poin
Malut United saat melawan Persija (IG Persija)
baca 10 detik
  • Isu perpindahan markas dan nama baru Malut United serta Adhyaksa FC memanaskan Super League.

  • Regulasi resmi kompetisi mengancam sanksi pengurangan dua poin bagi klub pelanggar aturan lisensi.

  • Operator I.League menegaskan belum menerima pengajuan dokumen resmi terkait perubahan identitas tersebut.

Suara.com - Isu perubahan identitas klub menjelang bergulirnya Super League 2026/2027 semakin menghangat. Dua klub yang menjadi sorotan adalah Malut United dan Adhyaksa FC, yang disebut-sebut bakal melakukan pergantian nama sekaligus memindahkan markas mereka untuk musim depan.

Malut United dikabarkan akan berganti identitas menjadi Jateng United FC dan menjadikan Stadion Jatidiri, Semarang, sebagai kandang baru. Sementara itu, Adhyaksa FC disebut akan memindahkan home base ke Palangkaraya dengan menggunakan Stadion Tuah Pahoe.

Tak hanya itu, beredar pula kabar bahwa Adhyaksa FC berpotensi melakukan perubahan yang lebih besar dengan berganti nama menjadi Persiter Ternate dan menggunakan Stadion Gelora Kie Raha sebagai markas baru.

Malut United menahan imbang Arema FC dengan skor 1-1  dalam pertandingan BRI Super League di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Jumat (3/4/2026). [ANTARA]
Malut United menahan imbang Arema FC dengan skor 1-1 dalam pertandingan BRI Super League di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Jumat (3/4/2026). [ANTARA]

Meski isu tersebut ramai diperbincangkan, Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menegaskan bahwa hingga kini operator kompetisi belum menerima pengajuan resmi terkait perubahan nama maupun perpindahan home base dari klub-klub tersebut.

"Kalau secara spesifik memang kami belum mendapatkan sesuatu yang resmi. Namun memang ada satu surat yang ditembuskan kepada kami terkait perubahan tersebut," kata Asep Saputra kepada awak media.

Asep menjelaskan bahwa setiap anggota PSSI memiliki hak untuk mengajukan perubahan identitas klub maupun aspek organisasi lainnya. Namun, seluruh proses harus mengikuti mekanisme dan regulasi yang berlaku di lingkungan federasi sepak bola Indonesia.

Gelandang Adhyaksa FC, Dedi Hartono berselebrasi usai mencetak gol melawan Persiku Kudus di Stadion Sriwedari, Solo Kamis (19/9/2024). [Dok Adhyaksa FC]
Gelandang Adhyaksa FC, Dedi Hartono berselebrasi usai mencetak gol melawan Persiku Kudus di Stadion Sriwedari, Solo Kamis (19/9/2024). [Dok Adhyaksa FC]

Menurutnya, seluruh peserta Super League 2026/2027 telah menjalani proses Club Licensing yang menjadi salah satu syarat utama untuk mengikuti kompetisi musim depan.

Dalam proses tersebut, klub wajib memenuhi sejumlah aspek penilaian, termasuk stadion yang akan digunakan sebagai kandang.

Stadion yang didaftarkan klub dalam siklus lisensi 2026, yang berakhir pada Mei lalu, menjadi salah satu dasar penetapan status kelayakan klub untuk mengikuti kompetisi.

baca juga

Karena itu, perubahan yang dilakukan setelah lisensi diterbitkan berpotensi menimbulkan konsekuensi tertentu.

Asep menegaskan bahwa regulasi Super League telah mengatur sanksi bagi klub yang melakukan perubahan pada aspek yang menjadi bagian dari proses lisensi.

"Kalau kita melihat regulasi Super League, salah satu konsekuensinya adalah potensi pengurangan dua poin," jelasnya.

Ia menambahkan, status lisensi klub diberikan berdasarkan lima aspek utama, yaitu infrastruktur, finansial, legal, sporting, serta personnel and administration.

Jika terdapat perubahan terhadap salah satu aspek tersebut setelah lisensi diterbitkan, maka status yang sebelumnya telah diberikan dapat kembali dievaluasi.

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa klub yang berencana mengganti nama atau memindahkan kandang tidak bisa melakukannya secara sembarangan.

Selain harus mendapatkan persetujuan melalui mekanisme yang berlaku, mereka juga harus siap menghadapi konsekuensi administratif maupun kompetitif apabila perubahan tersebut berdampak pada aspek lisensi yang telah disahkan.

Dengan Super League 2026/2027 yang semakin dekat, kepastian mengenai masa depan Malut United dan Adhyaksa FC kini menjadi salah satu isu yang paling dinantikan oleh publik sepak bola nasional.

Jika perubahan tersebut benar-benar terwujud, peta persaingan dan identitas klub di kasta tertinggi sepak bola Indonesia berpotensi mengalami perubahan besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Persib Bandung dan Federico Barba Resmi Berpisah

Persib Bandung dan Federico Barba Resmi Berpisah

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:28 WIB

PSS Sleman Resmi Tunjuk Pieter Huistra sebagai Pelatih untuk Super League 2026/2027

PSS Sleman Resmi Tunjuk Pieter Huistra sebagai Pelatih untuk Super League 2026/2027

Bola | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:17 WIB

Kontrak di FC Emmen Segera Habis, Tim Geypens Jadi Incaran Bali United

Kontrak di FC Emmen Segera Habis, Tim Geypens Jadi Incaran Bali United

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:16 WIB

Terkini

Dilema Atlet Pelajar: Saat Generasi Emas Dipaksa Memilih Antara Lapangan atau Kelas

Dilema Atlet Pelajar: Saat Generasi Emas Dipaksa Memilih Antara Lapangan atau Kelas

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:39 WIB

Boni Hargens Soroti Polri di Era Digital: Citizen Journalism Bisa Jadi Early Warning System

Boni Hargens Soroti Polri di Era Digital: Citizen Journalism Bisa Jadi Early Warning System

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:33 WIB

Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut 95 Korporasi Terindikasi Karhutla: Jangan Ragu

Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut 95 Korporasi Terindikasi Karhutla: Jangan Ragu

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:32 WIB

Mengapa Nasi di Rice Cooker Cepat Lembek dan Menguning Padahal Baru Dimasak Beberapa Jam?

Mengapa Nasi di Rice Cooker Cepat Lembek dan Menguning Padahal Baru Dimasak Beberapa Jam?

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 17:25 WIB

Gajian Tiap Bulan, tapi Takut Kehabisan Uang: Inikah Realitas Dunia Kerja?

Gajian Tiap Bulan, tapi Takut Kehabisan Uang: Inikah Realitas Dunia Kerja?

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:20 WIB

Karhutla di Poso Meluas ke Permukiman, 15 Hektare Lahan dan 2 Rumah Terbakar

Karhutla di Poso Meluas ke Permukiman, 15 Hektare Lahan dan 2 Rumah Terbakar

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:05 WIB

Tampil Gagah ala Harley-Davidson, Motor Cruiser Yamaha V Star 250 Dibanderol Cuma Rp80 Jutaan

Tampil Gagah ala Harley-Davidson, Motor Cruiser Yamaha V Star 250 Dibanderol Cuma Rp80 Jutaan

Otomotif | Minggu, 20 September 2026 | 17:03 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Energi Bersih, Indonesia Bidik 7,5 GW pada 2034

Panas Bumi Jadi Andalan Energi Bersih, Indonesia Bidik 7,5 GW pada 2034

Bisnis | Minggu, 20 September 2026 | 17:00 WIB

Manga The Failure at God School Karya Natsu Hyuga Resmi Diadaptasi Anime TV

Manga The Failure at God School Karya Natsu Hyuga Resmi Diadaptasi Anime TV

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 16:58 WIB

Nelayan 60 Tahun Hilang Saat Melaut, Perahu Ditemukan Tanpa Awak

Nelayan 60 Tahun Hilang Saat Melaut, Perahu Ditemukan Tanpa Awak

News | Minggu, 20 September 2026 | 16:56 WIB

×