-
Jepang mendepak Tunisia dari Piala Dunia 2026 setelah menang telak empat gol tanpa balas.
-
Kemenangan di Stadion Monterrey ini menjadi rekor keunggulan terbesar Jepang sepanjang sejarah Piala Dunia.
-
Tunisia menyusul Turki dan Haiti sebagai tim yang resmi tersingkir dari kompetisi sepak bola.
Suara.com - Timnas Jepang mengakhiri perjalanan Tunisia di Piala Dunia 2026 melalui kemenangan telak 4 gol tanpa balas. Hasil impresif ini sekaligus mencatatkan rekor kemenangan terbesar Samurai Biru sepanjang sejarah partisipasi mereka di turnamen ini.
Gempuran lini serang Jepang membuat Tunisia menjadi tim berikutnya yang angkat koper dari Meksiko. Kekalahan menyakitkan ini memaksa skuad asuhan Herve Renard menyusul Turki dan Haiti yang sudah lebih dulu tersingkir.
Kemenangan bersejarah di Stadion Monterrey ini diraih lewat performa kolektif yang sangat disiplin. Koleksi gol raksasa Asia tersebut disumbangkan oleh Daichi Kamada, Junya Ito, serta dwigol dari Ayase Ueda.

Pelatih Jepang membuktikan kedalaman skuadnya yang luar biasa dalam pertandingan krusial ini. Meski tampil tanpa bintang utama Takefusa Kubo yang dibekap cedera, organisasi permainan mereka tidak goyah sedikit pun.
Samurai Biru langsung memegang kendali penuh atas tempo permainan sejak peluit pertama dibuka. Laga baru berjalan 4 menit, Daichi Kamada langsung memecah kebuntuan setelah menyambar umpan silang akurat Keito Nakamura.
Memasuki menit ke-30, keunggulan raksasa Asia tersebut kembali bertambah lewat skema serangan yang rapi. Penyerang andalan Ayase Ueda melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti setelah menerima operan Ko Itakura.

Kiper Tunisia, Aymen Dahmen, tidak mampu menjangkau bola deras yang menghujam jala gawangnya tersebut. Skor 2-0 bertahan hingga waktu turun minum selesai.
Melihat situasi yang tidak menguntungkan, Herve Renard mencoba menyuntikkan energi baru di awal paruh kedua. Strategi tersebut dilakukan dengan memasukkan Amine Ben Hmida dan Ismael Gharbi demi mengejar ketertinggalan.
Perubahan taktik dari kubu lawan sempat meningkatkan persentase penguasaan bola tim Benua Afrika tersebut. Namun, rapatnya barisan pertahanan Jepang membuat upaya serangan Tunisia selalu kandas sebelum memasuki area penalti.
Alih-alih memperkecil kedudukan, Tunisia justru kembali kebobolan pada menit ke-69 melalui serangan balik cepat. Junya Ito berhasil mengonversi umpan matang Ayase Ueda menjadi gol ketiga bagi Jepang di laga ini.
Gol tersebut menjadi torehan spesial bagi Junya Ito karena menjadi gol debutnya di panggung tertinggi sepak bola dunia. Lesatan itu sekaligus menambah koleksi gol internasionalnya menjadi 16 gol dari 71 laga bersama negaranya.
Pesta gol anak asuh Hajime Moriyasu akhirnya ditutup oleh aksi klinis Ayase Ueda pada menit ke-84. Penyerang nomor 9 tersebut memastikan kemenangan 4 gol tanpa balas bagi keunggulan timnya.
Kekalahan telak ini menjadi pukulan berat bagi Tunisia yang harus tersingkir lebih awal dari kompetisi. Pertandingan pamungkas di babak penyisihan grup kini tidak lagi berpengaruh bagi nasib mereka.
Konteks persaingan di Grup F Piala Dunia 2026 kini semakin mengerucut setelah laga kedua ini usai. Jepang menunjukkan kematangan bermain yang membuat mereka menjadi salah 1 tim yang patut diwaspadai di fase gugur.
Ketangguhan mental dan kedalaman taktik menjadi kunci utama keberhasilan Samurai Biru melangkah lebih jauh. Kemenangan besar ini menjadi modal berharga bagi perwakilan Asia tersebut untuk menghadapi tantangan berikutnya.
