-
Lamine Yamal mencetak gol perdana dan membawa Timnas Spanyol menang telak 4-0 atas Arab Saudi.
-
Kemenangan ini menjadi momen kebangkitan Spanyol setelah sebelumnya ditahan imbang oleh Cape Verde.
-
Kehadiran keluarga di Stadion Atlanta menjadi motivasi terbesar Yamal mengukir sejarah di Piala Dunia.
Suara.com - Lamine Yamal akhirnya mencatatkan momen yang akan selalu dikenangnya sepanjang karier. Wonderkid Timnas Spanyol itu sukses mencetak gol perdana di Piala Dunia 2026 sekaligus membantu La Furia Roja meraih kemenangan meyakinkan atas Arab Saudi.
Spanyol tampil dominan dan menang telak 4-0 pada laga kedua Grup H Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Minggu (21/6/2026).
Yamal membuka pesta gol La Furia Roja pada menit ke-10, sebelum Mikel Oyarzabal menambah dua gol pada menit ke-21 dan 24. Satu gol lainnya lahir dari gol bunuh diri Hassan Tambakti pada menit ke-49.
![Penyerang Spanyol, Lamine Yamal, mencatatkan namanya dalam sejarah Piala Dunia 2026 setelah mencetak gol ke gawang Arab Saudi. [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/22/50438-lamine-yamal.jpg)
Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi skuad asuhan Luis de la Fuente di Piala Dunia 2026 setelah sebelumnya secara mengejutkan ditahan imbang tim debutan, Cape Verde, tanpa gol pada pertandingan pembuka.
Namun, sorotan utama tertuju kepada Lamine Yamal. Bintang muda Barcelona itu tak mampu menyembunyikan rasa harunya setelah mencetak gol pertama dalam sejarah penampilannya di ajang Piala Dunia.
Gol tersebut memiliki makna yang sangat spesial bagi Yamal. Selain menjadi gol perdananya di turnamen sepak bola terbesar dunia, momen itu juga disaksikan langsung oleh ibu dan keluarganya dari tribun stadion.

"Saya selalu bermimpi berada di Piala Dunia, dan bisa mencetak gol di pertandingan pertama saya sebagai starter adalah sebuah mimpi," kata Yamal dilansir dari laman FIFA.
"Saya menonton Piala Dunia terakhir dari ruang kelas, jadi bisa mencetak gol di sini dengan ibu dan keluarga saya di tribun adalah sebuah mimpi," jelasnya.
Pemain berusia muda itu juga menilai kemenangan atas Arab Saudi menjadi momentum kebangkitan Spanyol setelah hasil mengecewakan pada laga pertama.
Menurut Yamal, hasil imbang melawan Cape Verde memberikan pelajaran berharga bagi seluruh tim. Meski mendominasi pertandingan, Spanyol gagal mencetak gol akibat penampilan gemilang kiper Cape Verde, Vozinha.
Pengalaman tersebut membuat para pemain Spanyol tampil dengan mentalitas berbeda saat menghadapi Arab Saudi. Hasilnya, La Furia Roja langsung tampil agresif sejak menit awal dan mengunci kemenangan besar.
"Pertandingan pertama bukanlah penampilan terbaik kami, tetapi sekarang kami telah sampai di titik ini dan kami akan berjuang untuk lebih."
"Hasilnya sesuai keinginan kami, unggul 3-0 memungkinkan saya untuk beristirahat, jadi itu sempurna," ujar Yamal.
Ia juga mengakui bahwa hasil imbang pada laga pembuka sempat meninggalkan kekecewaan mendalam di ruang ganti Spanyol.
"Hasil imbang dalam pertandingan yang seharusnya kami menangkan terasa menyakitkan. Itu membuat kami banyak berpikir, dan itu membantu kami menghadapi pertandingan ini persis seperti yang kami inginkan," pungkasnya.
