-
Roberto Martinez menegaskan skuad Portugal semakin solid menjelang laga penentuan melawan Uzbekistan.
-
Cristiano Ronaldo mendapatkan pembelaan penuh dari pelatih di tengah mandulnya produktivitas gol.
-
Joao Cancelo menegaskan Portugal wajib menang karena sudah tidak memiliki ruang untuk kesalahan.
Suara.com - Timnas Portugal kini berada di ujung tanduk dan wajib memenangkan pertandingan krusial melawan Uzbekistan di Houston pada Rabu (24/6/2026) pukul 00.00 WIB. Kegagalan memetik poin penuh pada laga perdana memicu gelombang kritik tajam yang menguji mentalitas sang pelatih, Roberto Martinez.
Hasil imbang 1-1 saat menghadapi Republik Demokratik Kongo di luar dugaan membuat posisi Selecao das Quinas terjepit. Ekspektasi besar publik kini berubah menjadi tekanan masif bagi skuad bertabur bintang tersebut.
Sorotan utama tertuju pada Cristiano Ronaldo yang kini telah menginjak usia 41 tahun. Kapten legendaris itu dinilai belum mampu mengangkat performa tim pada laga pembuka turnamen.

Situasi semakin memanas setelah komentar gelandang Joao Neves di media sosial dipotong dan disalahartikan oleh netizen. Neves dituduh tidak menghormati pemilik lima gelar Ballon d'Or tersebut karena menyebutnya sebagai pemain biasa.
Pelatih Roberto Martinez langsung pasang badan untuk meredakan situasi yang mulai tidak kondusif di ruang ganti. Dirinya menegaskan bahwa rumor perpecahan di dalam tubuh tim sama sekali tidak benar.
"Kami lebih bersatu, kami lebih kuat. Kami bermain di Piala Dunia, tentu saja ada banyak kegaduhan, banyak ketegangan, itu bagian dari permainan. Fokus kami adalah pada tim," ujar Martinez dalam konferensi pers sebelum pertandingan dikutip di ESPN, Selasa (23/6/2026).
![Kapten timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, menanggapi hasil imbang 1-1 melawan RD Kongo di matchday pertama grup K Piala Dunia 2026, Kamis (18/6) dinihari WIB. [@strootsys]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/18/49680-cristiano-ronaldo.jpg)
Ronaldo tercatat belum lagi mencetak gol untuk negaranya sejak Oktober 2025. Kendati demikian, Martinez tetap memberikan kepercayaan penuh kepada penyerang yang sedang menjalani Piala Dunia keenamnya ini.
"Dia adalah teladan, sebagai seorang kapten. Dan dia bereaksi sebagai kapten, dengan banyak pengalaman."
"Dia mungkin contoh terbesar tentang bagaimana memulihkan diri, bagaimana berlatih. Tapi itu tidak menghilangkan rasa frustrasi yang kita semua miliki, sebagai sebuah tim."
"Dia ingin berkontribusi, dan dia adalah panutan bagi tim kami."
Evaluasi mendalam juga disuarakan oleh bek sayap Joao Cancelo terkait performa buruk timnya. Mantan pemain Manchester City itu mengakui kreativitas serangan Portugal sangat minim pada laga sebelumnya.
Pertandingan melawan Uzbekistan akan menjadi pembuktian apakah taktik Martinez masih bertaji. Laga ini juga menjadi momentum pembuktian bagi generasi emas Portugal di panggung dunia.
