- Kepala BNPB Suharyanto menyatakan karhutla di TNBTS selama sepuluh hari telah menghanguskan lahan seluas 889 hektare.
- Proses pemadaman di Probolinggo terkendala medan curam, minimnya sumber air, serta kondisi cuaca yang belum mendukung.
- BNPB menargetkan pemadaman selesai hari Jumat dan menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca berdasarkan prakiraan BMKG.
Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, memasuki hari ke-10.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkap tiga faktor yang membuat proses pemadaman api di kawasan Bromo tersebut tak mudah.
Suharyanto mengatakan, kendala pertama adalah kondisi medan. Titik api berada di kawasan dengan ketinggian dan kemiringan lereng yang sangat curam.
"Titik api berada di ketinggian dengan sudut kemiringan curam hingga 80 derajat, sehingga tidak memungkinkan bagi tim darat untuk menjangkau lokasi demi keselamatan jiwa para personel," kata Suharyanto usai melihat kondisi lapangan pascakebakaran di Probolinggo, Jawa Timur.
Kondisi tersebut membuat penanganan tidak bisa sepenuhnya mengandalkan personel di darat. BNPB pun mengandalkan dukungan dari udara untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses.
Kendala kedua adalah terbatasnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Saat ini, kebutuhan air untuk armada pemadaman masih mengandalkan pasokan dari Ranu Pani.
Sementara kendala ketiga berkaitan dengan cuaca. Kondisi atmosfer saat ini belum memungkinkan pemerintah langsung menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan di kawasan yang terbakar.
Meski demikian, BNPB mendapat proyeksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai peluang pertumbuhan awan hujan pada pertengahan Agustus.
"Berdasarkan penjelasan BMKG, terdapat potensi awan hujan pada 14–16 Agustus. Jika potensi tersebut dikonfirmasi, BNPB akan segera menggelar Operasi Modifikasi Cuaca agar hujan dapat diturunkan secara optimal di area terdampak," ujar Suharyanto.
889 Hektare Lahan Terbakar
Hingga kini, luas lahan yang terdampak karhutla di kawasan TNBTS mencapai 889 hektare.
Kebakaran tersebut tersebar di empat wilayah administratif, yakni Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan.
BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi maupun kabupaten/kota kini menargetkan pemadaman di dua titik utama dapat diselesaikan pada Jumat mendatang.
Target tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan armada udara untuk menangani potensi karhutla di wilayah lain.
"Saat ini ada tiga unit helikopter water bombing yang disiagakan. Begitu dua titik di Bromo ini berhasil dipadamkan dengan target hari Jumat, dua unit armada akan segera kita geser untuk mendukung operasi pemadaman di daerah lain yang juga membutuhkan dukungan udara," kata Suharyanto.
Dengan strategi tersebut, BNPB berharap penanganan kebakaran di Bromo dapat segera dituntaskan sehingga armada water bombing tidak terlalu lama terkonsentrasi di satu lokasi dan bisa dialihkan untuk memperkuat penanganan bencana di daerah lain.