10 Hari Bromo Membara, BNPB Ungkap 3 Biang Kerok Api Sulit Jinak: Medan Curam 80 Derajat

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42 WIB
10 Hari Bromo Membara, BNPB Ungkap 3 Biang Kerok Api Sulit Jinak: Medan Curam 80 Derajat
Penampakan wilayah terdampak karhutla Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026). (Dok. BNPB)
baca 10 detik
  • Kepala BNPB Suharyanto menyatakan karhutla di TNBTS selama sepuluh hari telah menghanguskan lahan seluas 889 hektare.
  • Proses pemadaman di Probolinggo terkendala medan curam, minimnya sumber air, serta kondisi cuaca yang belum mendukung.
  • BNPB menargetkan pemadaman selesai hari Jumat dan menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca berdasarkan prakiraan BMKG.

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, memasuki hari ke-10.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkap tiga faktor yang membuat proses pemadaman api di kawasan Bromo tersebut tak mudah.

Suharyanto mengatakan, kendala pertama adalah kondisi medan. Titik api berada di kawasan dengan ketinggian dan kemiringan lereng yang sangat curam.

"Titik api berada di ketinggian dengan sudut kemiringan curam hingga 80 derajat, sehingga tidak memungkinkan bagi tim darat untuk menjangkau lokasi demi keselamatan jiwa para personel," kata Suharyanto usai melihat kondisi lapangan pascakebakaran di Probolinggo, Jawa Timur.

Kondisi tersebut membuat penanganan tidak bisa sepenuhnya mengandalkan personel di darat. BNPB pun mengandalkan dukungan dari udara untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses.

Kendala kedua adalah terbatasnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Saat ini, kebutuhan air untuk armada pemadaman masih mengandalkan pasokan dari Ranu Pani.

Sementara kendala ketiga berkaitan dengan cuaca. Kondisi atmosfer saat ini belum memungkinkan pemerintah langsung menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan di kawasan yang terbakar.

Meski demikian, BNPB mendapat proyeksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai peluang pertumbuhan awan hujan pada pertengahan Agustus.

"Berdasarkan penjelasan BMKG, terdapat potensi awan hujan pada 14–16 Agustus. Jika potensi tersebut dikonfirmasi, BNPB akan segera menggelar Operasi Modifikasi Cuaca agar hujan dapat diturunkan secara optimal di area terdampak," ujar Suharyanto.

baca juga

889 Hektare Lahan Terbakar

Hingga kini, luas lahan yang terdampak karhutla di kawasan TNBTS mencapai 889 hektare.

Kebakaran tersebut tersebar di empat wilayah administratif, yakni Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan.

BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi maupun kabupaten/kota kini menargetkan pemadaman di dua titik utama dapat diselesaikan pada Jumat mendatang.

Target tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan armada udara untuk menangani potensi karhutla di wilayah lain.

"Saat ini ada tiga unit helikopter water bombing yang disiagakan. Begitu dua titik di Bromo ini berhasil dipadamkan dengan target hari Jumat, dua unit armada akan segera kita geser untuk mendukung operasi pemadaman di daerah lain yang juga membutuhkan dukungan udara," kata Suharyanto.

Dengan strategi tersebut, BNPB berharap penanganan kebakaran di Bromo dapat segera dituntaskan sehingga armada water bombing tidak terlalu lama terkonsentrasi di satu lokasi dan bisa dialihkan untuk memperkuat penanganan bencana di daerah lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran Bromo Meluas, 520 Hektare Taman Nasional Hangus

Kebakaran Bromo Meluas, 520 Hektare Taman Nasional Hangus

Foto | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Bromo Ditutup karena Kebakaran, 3.062 Wisatawan Bisa Refund atau Reschedule Tiket

Bromo Ditutup karena Kebakaran, 3.062 Wisatawan Bisa Refund atau Reschedule Tiket

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:26 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Karhutla Bromo Sulit Dipadamkan, Tiga Helikopter Sudah 17 Kali Water Bombing

Karhutla Bromo Sulit Dipadamkan, Tiga Helikopter Sudah 17 Kali Water Bombing

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:06 WIB

Api Masih Berkobar di Bromo, Jalur Wisata Ditutup Sementara

Api Masih Berkobar di Bromo, Jalur Wisata Ditutup Sementara

Foto | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Foto | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 06:00 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Terkini

2 TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Batal Dipecat, Hukuman Penjara Juga Dipangkas!

2 TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Batal Dipecat, Hukuman Penjara Juga Dipangkas!

News | Sabtu, 05 September 2026 | 01:28 WIB

Disembunyikan di Mobil Pickup! Uang Korupsi MBG Rp8,4 M Eks Kepala BGN Dadan Disita Kejagung

Disembunyikan di Mobil Pickup! Uang Korupsi MBG Rp8,4 M Eks Kepala BGN Dadan Disita Kejagung

News | Sabtu, 05 September 2026 | 01:17 WIB

Pakar Hukum: Kasus Febrie Jadi Ujian Bagi Implementasi KUHAP Baru

Pakar Hukum: Kasus Febrie Jadi Ujian Bagi Implementasi KUHAP Baru

News | Sabtu, 05 September 2026 | 01:15 WIB

Diperiksa KPK, Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto Dicecar Soal Aliran Uang Proyek

Diperiksa KPK, Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto Dicecar Soal Aliran Uang Proyek

News | Sabtu, 05 September 2026 | 00:56 WIB

Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi

Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 23:56 WIB

Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya

Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 23:29 WIB

Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi

Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi

Jatim | Jum'at, 04 September 2026 | 23:16 WIB

Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang

Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang

Jabar | Jum'at, 04 September 2026 | 23:09 WIB

Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO

Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO

Sumut | Jum'at, 04 September 2026 | 23:09 WIB

Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21

Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21

Jakarta | Jum'at, 04 September 2026 | 23:04 WIB

×