- Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mencatat delapan gol bunuh diri dalam sepuluh hari penyelenggaraan.
- Jumlah tersebut menempatkan turnamen ini sebagai edisi dengan rekor gol bunuh diri tertinggi kedua sepanjang sejarah kompetisi.
- Besarnya jumlah peserta dan pertandingan berpotensi memecahkan rekor 12 gol bunuh diri yang dicetak pada tahun 2018.
Secara keseluruhan, sejarah Piala Dunia telah menghasilkan 61 gol bunuh diri sejak edisi pertama digelar pada 1930.
Dengan delapan gol bunuh diri yang sudah tercipta di Piala Dunia 2026, turnamen kali ini telah menyumbang hampir 13 persen dari total keseluruhan gol bunuh diri dalam sejarah kompetisi.
Gol bunuh diri pertama di ajang Piala Dunia dicatatkan oleh pemain Meksiko, Manuel Rosas, pada turnamen perdana tahun 1930.
Sementara itu, terdapat lima edisi Piala Dunia yang berhasil berlangsung tanpa satu pun gol bunuh diri, termasuk saat Italia menjadi tuan rumah pada 1990.
Dengan fase grup yang masih berjalan dan babak gugur yang belum dimulai, jumlah gol bunuh diri diprediksi akan terus bertambah.
Jika tren saat ini berlanjut, bukan tidak mungkin Piala Dunia 2026 akan menorehkan sejarah baru dengan melewati rekor 12 gol bunuh diri yang tercipta di Rusia pada 2018.
Turnamen terbesar di dunia itu kini bukan hanya menyajikan persaingan ketat antartim, tetapi juga menghadirkan statistik unik yang berpotensi menciptakan rekor baru sebelum kompetisi berakhir.
