- Timnas Korea Selatan hanya membutuhkan hasil imbang melawan Afrika Selatan untuk mengamankan posisi runner-up Grup A Piala Dunia.
- Korea Selatan menempati posisi kedua klasemen sementara dengan tiga poin setelah mengalahkan Republik Ceko dan kalah dari Meksiko.
- Pelatih Hong Myung-bo perlu menyesuaikan taktik dan posisi Son Heung-min demi meraih kemenangan atas Afrika Selatan di laga penentuan.
Suara.com - Timnas Korea Selatan saat ini berada dalam posisi yang cukup menguntungkan untuk mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, meski sempat menelan kekalahan tipis dari Meksiko.
Kemenangan dramatis atas Republik Ceko di laga pembuka menjadi modal penting bagi skuad Taeguk Warriors untuk menentukan nasib sendiri pada laga terakhir Grup A.
Berdasarkan perhitungan poin, anak asuh Hong Myung-bo hanya membutuhkan hasil imbang melawan Afrika Selatan untuk memastikan posisi runner-up dan lolos ke fase gugur.
Skenario Kelolosan Grup A
![Korea Selatan menyiapkan fleksibilitas taktik sebagai senjata utama di Piala Dunia 2026. Hong Myung-bo tak ingin hanya bergantung pada Son Heung-min. [Dok. KFA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/05/78721-timnas-korea-selatan.jpg)
Saat ini, posisi puncak klasemen Grup A sudah dikunci oleh tuan rumah Meksiko dengan koleksi enam poin sempurna dari dua pertandingan.
Korea Selatan berada di posisi kedua dengan tiga poin, unggul dua poin dan head-to-head atas Republik Ceko.
Jika laga kontra Afrika Selatan berakhir imbang, Korea Selatan akan mengoleksi empat poin dan tidak akan bisa digeser ke peringkat ketiga.
Bahkan jika Republik Ceko menang atas Meksiko, Korea Selatan tetap unggul karena keunggulan hasil pertemuan langsung.
Namun, meski secara hitungan di atas kertas hasil imbang sudah cukup, pendekatan terlalu aman justru bisa menjadi risiko tersendiri.
Bahaya Bermain Aman di Laga Penentuan
Strategi bertahan demi hasil imbang sering kali membuat tim kehilangan agresivitas dan rentan terhadap serangan balik cepat.
Afrika Selatan sendiri sudah menunjukkan kapasitasnya dengan menahan imbang Republik Ceko 1-1 lewat gol penalti di menit akhir yang dicetak Teboho Mokoena.
Selain faktor teknis, posisi sebagai peringkat ketiga juga berpotensi merugikan Korea Selatan di bagan babak 32 besar.
Jika hanya finis di peringkat ketiga, Korea Selatan berpotensi bertemu raksasa Eropa seperti Jerman yang sudah memastikan status juara Grup E.
Karena itu, kemenangan atas Afrika Selatan menjadi target ideal untuk menghindari skenario sulit di fase gugur.
Taktik Hong Myung-bo dan Peran Son Heung-min
Salah satu sorotan utama adalah bagaimana pelatih Hong Myung-bo memaksimalkan peran kapten Son Heung-min.
Sepanjang turnamen, Son dipasang sebagai penyerang tengah dalam formasi 3-4-3, yang bukan posisi paling ideal baginya.
Statistik menunjukkan kontribusinya menurun, terlihat dari hanya 21 sentuhan bola sebelum ditarik keluar saat melawan Meksiko.
Perubahan taktik dinilai perlu agar Son bisa lebih bebas bergerak dari lini kedua dan memanfaatkan ruang di area pertahanan lawan.
Opsi yang bisa dipertimbangkan adalah menarik Lee Jae-sung lebih ke tengah untuk mendampingi Hwang In-beom sebagai pengatur tempo permainan.
Alternatif Skema Serangan Korea Selatan
Dengan skema tersebut, Son Heung-min bisa dimainkan lebih fleksibel sebagai second striker bersama Lee Kang-in.
Di lini depan, kehadiran target man seperti Oh Hyeon-gyu atau Cho Gue-sung dapat menjadi pemantul bola sekaligus pengalih perhatian bek lawan.
Kombinasi ini diyakini akan membuka ruang lebih besar bagi Son untuk mengeksekusi tembakan jarak jauh andalannya.
Sepanjang kariernya, Son memang lebih efektif saat bermain di belakang striker murni yang menjadi titik fokus pertahanan lawan.
Latar Belakang Performa di Grup A
Korea Selatan memulai turnamen dengan kemenangan comeback 2-1 atas Republik Ceko yang meningkatkan kepercayaan diri tim.
Namun, performa mereka sedikit menurun saat menghadapi Meksiko yang tampil lebih dominan dalam intensitas permainan.
Meski Korea Selatan unggul dalam penguasaan bola, Meksiko lebih efektif dalam menciptakan peluang berbahaya.
Laga melawan Afrika Selatan akan menjadi ujian konsistensi terakhir sebelum memastikan langkah ke babak 32 besar.
Dukungan publik diharapkan menjadi dorongan tambahan bagi Taeguk Warriors untuk menutup fase grup dengan hasil maksimal.
