- Presiden FIFA Gianni Infantino memastikan Donald Trump akan menyerahkan trofi kepada pemenang final Piala Dunia 2026 mendatang.
- Keputusan tersebut memicu kontroversi lama terkait klaim Trump yang menahan trofi Piala Dunia Antarklub di Gedung Putih.
- Kehadiran Trump menimbulkan sorotan publik mengenai masalah akses visa bagi delegasi asing serta pemberian penghargaan FIFA kontroversial.
Suara.com - Keputusan Donald Trump untuk hadir di final Piala Dunia 2026 memantik kembali kontroversi lama.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, memastikan Trump akan menyerahkan trofi kepada juara dunia.
Pengumuman ini langsung menghidupkan kembali cerita unik dari tahun lalu.
Saat itu, Trump mengklaim menyimpan trofi asli Piala Dunia Antarklub di Gedung Putih, sementara juara turnamen, Chelsea, hanya menerima replika.
Menurut laporan media Inggris, trofi tersebut sempat dibawa ke Gedung Putih sebelum turnamen dimulai.
Trump menyebut pihak FIFA mengizinkan trofi itu tetap berada di Ruang Oval sebagai pajangan permanen.
![Ancaman Cuaca Ekstrem di Piala Dunia 2026: Dari Gelombang Panas hingga Badai Petir [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/06/22/19980-trofi-piala-dunia.jpg)
Trump bahkan mengaku sempat bertanya kapan trofi akan diambil kembali.
“Mereka bilang trofi itu akan tetap di sana, dan yang baru akan dibuat untuk pemenang,”
Namun, sejumlah laporan lain menyebut situasi berbeda. Disebutkan bahwa Trump enggan mengembalikan trofi tersebut, membuat FIFA berada dalam posisi sulit menghadapi sikap tersebut.
Kontroversi tak berhenti di situ. Saat penyerahan trofi, Trump tetap berada di panggung saat para pemain Chelsea merayakan gelar juara, memicu kebingungan.
Gelandang Chelsea, Cole Palmer, mengakui momen itu terasa janggal.
“Saya tahu dia akan ada di sana, tapi tidak menyangka dia tetap di panggung saat kami mengangkat trofi. Saya agak bingung,” ujarnya.
Kehadiran Trump di final Piala Dunia 2026 sebelumnya sempat diragukan.
Trump absen di laga pembuka dan bahkan mendapat sorakan negatif saat tampil di final NBA musim ini.
Di sisi lain, hubungan dekat antara Infantino dan Trump juga menuai kritik.
