- Pemerintah AS melonggarkan pembatasan perjalanan bagi Timnas Iran untuk memasuki Seattle dua hari sebelum pertandingan Piala Dunia 2026.
- Keputusan yang diumumkan pada Selasa (24/6/2026) ini bertujuan mempermudah pemulihan fisik pemain setelah adanya keluhan mengenai kendala prosedur perjalanan.
- Meski diberi waktu lebih, Timnas Iran tetap diwajibkan segera meninggalkan wilayah Amerika Serikat setelah pertandingan melawan Mesir berakhir nanti.
Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) melonggarkan pembatasan perjalanan yang sebelumnya diberlakukan terhadap Timnas Iran selama Piala Dunia 2026.
Kebijakan baru tersebut memungkinkan skuad Iran memasuki wilayah AS dua hari sebelum pertandingan berikutnya yang akan berlangsung di Seattle.
Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat mengumumkan keputusan tersebut pada Selasa (24/6/2026) seperti dilansir NDTV Sports.
Meski demikian, tim Iran tetap diwajibkan meninggalkan wilayah AS setelah menjalani pertandingan pada Jumat mendatang.
Juru bicara Iran Football Federation mengonfirmasi bahwa skuad Iran akan bertolak dari markas mereka di Tijuana, Meksiko, menuju Seattle pada Rabu.
![Dua pemain Timnas Iran dilaporkan mengalami kendala serius saat proses keberangkatan di bandara Amerika Serikat usai laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/16/70947-timnas-iran.jpg)
Direktur Eksekutif Satuan Tugas FIFA Gedung Putih, Andrew Giuliani, mengatakan pelonggaran tersebut dilakukan setelah pemerintah AS mengevaluasi dua perjalanan sebelumnya yang dijalani tim Iran.
"Kami ingin melihat bagaimana jalannya dua pergerakan awal. Jika semuanya berjalan lancar, kami akan memberikan tambahan waktu satu hari mengingat durasi perjalanan yang lebih panjang," kata Giuliani kepada Associated Press.
Kebijakan tersebut muncul di tengah berlangsungnya pembicaraan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran terkait upaya mengakhiri konflik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, Iran mengeluhkan berbagai pembatasan yang dinilai mengganggu persiapan tim selama turnamen. Pada Maret lalu, Iran bahkan mengajukan permintaan agar pertandingan fase grup mereka dipindahkan ke Meksiko yang memiliki hubungan diplomatik dengan Teheran.
Meski permintaan pemindahan pertandingan tidak dikabulkan, FIFA menyetujui pemindahan lokasi pemusatan latihan Iran dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, Meksiko. Beberapa pejabat dan anggota staf pendukung Iran juga dilaporkan tidak memperoleh izin masuk ke Amerika Serikat.
Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, berulang kali menyatakan bahwa pembatasan perjalanan tersebut berdampak pada kondisi fisik pemain, terutama karena tim hanya memiliki waktu kurang dari 24 jam untuk beradaptasi sebelum pertandingan.
"Saat ini kami lebih membutuhkan pemulihan fisik dibandingkan hal lainnya. Kondisi yang kami hadapi sangat berat," ujar Ghalenoei setelah laga imbang tanpa gol melawan Belgia.
Keluhan serupa disampaikan kapten Iran, Alireza Jahanbakhsh. Ia berharap timnya mendapatkan perlakuan yang sama seperti peserta lain di turnamen tersebut.
"Kami tidak meminta banyak hal. Kami hanya meminta prosedur yang sama seperti yang diterapkan kepada 47 tim lainnya," kata Jahanbakhsh.
Selain itu, penyerang Iran, Mehdi Taremi, mengungkapkan bahwa perjalanan antara Tijuana dan Los Angeles yang biasanya berlangsung singkat sempat memakan waktu hingga lima jam menjelang pertandingan pertama mereka.
Di tengah berbagai kendala tersebut, skuad Iran berusaha menghindari pembahasan politik secara langsung. Namun, para pemain tetap menunjukkan solidaritas terhadap korban konflik di Timur Tengah dengan mengenakan pin bertuliskan angka "168", yang merujuk pada jumlah korban tewas dalam serangan terhadap sebuah sekolah di kawasan tersebut.
Mereka juga meninggalkan pesan perdamaian di ruang ganti Stadion SoFi setelah pertandingan melawan Belgia. Pesan tersebut menyerukan perdamaian antarbangsa dan menyertakan tagar #168 serta #minab, nama sekolah yang menjadi lokasi serangan.
Iran dijadwalkan menghadapi Egypt National Football Team pada laga berikutnya di Seattle. Skuad Iran akan menjalani sesi latihan resmi di kampus University of Washington sehari sebelum pertandingan.
Sementara itu, belum ada kepastian apakah Mesir akan memperoleh perlakuan serupa terkait jadwal kedatangan lebih awal ke Seattle. Sebelumnya, permintaan Mesir untuk terbang langsung dari Vancouver ke Seattle ditolak FIFA dengan alasan keterbatasan sumber daya keamanan.
