2 Rekor Buruk Coreng Wajah Jerman usai Dihajar Ekuador di Piala Dunia 2026

Arief Apriadi

Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:15 WIB
2 Rekor Buruk Coreng Wajah Jerman usai Dihajar Ekuador di Piala Dunia 2026
Jerman mencatat dua rekor buruk usai kalah 1-2 dari Ekuador di Piala Dunia 2026. Der Panzer gagal clean sheet dalam sembilan laga beruntun. [Dok. IG DFB_Team]
baca 10 detik
  • Timnas Jerman tetap menjuarai Grup E Piala Dunia 2026 meski kalah 1-2 dari Ekuador di New York New Jersey Stadium.
  • Jerman mencatat rekor pertahanan terburuk dalam sepuluh tahun karena gagal mencatatkan clean sheet dalam sembilan pertandingan Piala Dunia beruntun.
  • Kekalahan setelah unggul lebih dulu menjadi catatan negatif kedua yang menuntut Julian Nagelsmann segera membenahi lini pertahanan sebelum babak gugur.

Suara.com - Timnas Jerman harus menelan pil pahit meski berhasil finis sebagai juara Grup E Piala Dunia 2026. Der Panzer takluk 1-2 dari Ekuador pada laga terakhir fase grup yang berlangsung di New York New Jersey Stadium.

Kekalahan tersebut memunculkan tanda tanya besar terkait kualitas lini belakang skuad asuhan Julian Nagelsmann. Pasalnya, hasil tersebut sekaligus melahirkan dua catatan negatif yang mencoreng perjalanan Jerman di turnamen kali ini.

Rekor Pertahanan Terburuk dalam Satu Dekade

Timnas Jerman dipastikan lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026. (Instagram/@dfb_team)
Timnas Jerman dipastikan lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026. (Instagram/@dfb_team)

Fakta pertama yang menjadi sorotan adalah buruknya performa pertahanan Jerman di ajang Piala Dunia.

Berdasarkan data Opta, Der Panzer kini gagal mencatatkan clean sheet dalam sembilan pertandingan beruntun di putaran final Piala Dunia. Catatan tersebut menyamai rekor terburuk dalam sejarah tim nasional Jerman yang sebelumnya terjadi pada periode 1934 hingga 1954.

Terakhir kali Jerman mampu menjaga gawangnya tetap steril terjadi pada final Piala Dunia 2014 saat mengalahkan Argentina dengan skor 1-0.

Artinya, selama lebih dari satu dekade terakhir, tidak ada satu pun pertandingan Piala Dunia yang mampu mereka akhiri tanpa kebobolan.

Statistik tersebut menjadi alarm serius bagi Julian Nagelsmann, terutama menjelang fase gugur yang menuntut konsistensi dan disiplin tinggi di lini belakang.

Kutukan Saat Sudah Unggul Lebih Dulu

baca juga

Masalah Jerman tidak hanya terletak pada sektor pertahanan. Kekalahan dari Ekuador juga melahirkan rekor buruk lain yang sangat jarang terjadi.

Der Panzer sebenarnya memulai pertandingan dengan sempurna setelah Leroy Sane mencetak gol cepat saat laga baru berjalan dua menit.

Namun, Ekuador mampu bangkit dan membalikkan keadaan lewat gol Nilson Angulo serta Gonzalo Plata.

Menurut statistik, sejak Piala Dunia 1998, ini baru kali kedua Jerman kalah dalam pertandingan setelah berhasil mencetak gol pembuka.

Sebelumnya, kejadian serupa hanya terjadi saat mereka tumbang 1-2 dari Jepang pada fase grup Piala Dunia 2022 di Qatar.

Padahal, dalam periode yang sama, Jerman membukukan rekor impresif berupa 25 kemenangan dan dua hasil imbang ketika berhasil unggul lebih dahulu.

Data tersebut menunjukkan adanya masalah dalam menjaga konsentrasi dan mengendalikan pertandingan ketika berada di atas angin.

Alarm Bahaya Jelang Babak Gugur

Dua rekor negatif tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi Julian Nagelsmann sebelum memasuki babak 32 besar.

"Piala Dunia adalah kompetisi besar yang tidak memaafkan tim mana pun yang melakukan kesalahan serius," ujar mantan pelatih Tunisia, Sabri Lamouchi.

Meski tetap lolos sebagai juara grup, performa lini belakang Jerman kini mulai diragukan sejumlah pengamat sepak bola internasional.

Ketidakmampuan mempertahankan keunggulan serta minimnya clean sheet berpotensi menjadi celah yang dimanfaatkan lawan-lawan mereka di fase gugur.

Publik sepak bola kini menanti respons Manuel Neuer dan kolega. Mampukah mereka memutus rangkaian rekor buruk tersebut, atau justru kembali tersandung saat memasuki fase hidup-mati turnamen?

Status Juara Grup Terasa Hambar

Secara keseluruhan, Jerman sebenarnya tampil cukup meyakinkan pada dua laga awal fase grup. Namun, kekalahan dari Ekuador menunjukkan bahwa mereka masih memiliki kelemahan yang harus segera diperbaiki.

Dengan format Piala Dunia 2026 yang lebih panjang dan kompetitif, setiap kesalahan dapat berakibat fatal.

Status juara Grup E memang berhasil diamankan, tetapi pencapaian tersebut terasa kurang sempurna karena dibayangi statistik pertahanan yang menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah modern Der Panzer.

Kini perhatian tertuju pada langkah Nagelsmann dalam memperbaiki organisasi pertahanan tim sebelum menghadapi tantangan yang lebih berat di fase gugur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Fakta Menarik Ketangguhan Turki Menjegal Dominasi Amerika Serikat di Piala Dunia 2026

4 Fakta Menarik Ketangguhan Turki Menjegal Dominasi Amerika Serikat di Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:56 WIB

Yuto Nagatomo Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Jadi Pemain Asia Pertama Tampil di 5 Edisi

Yuto Nagatomo Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Jadi Pemain Asia Pertama Tampil di 5 Edisi

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:08 WIB

Jerman Tumbang dari Ekuador di Piala Dunia 2026, Julian Nagelsmann Murka Soroti Disiplin Pemain

Jerman Tumbang dari Ekuador di Piala Dunia 2026, Julian Nagelsmann Murka Soroti Disiplin Pemain

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:52 WIB

Analisis Taktik Norwegia vs Prancis: Duel Haaland dan Mbappe Demi Raja Grup

Analisis Taktik Norwegia vs Prancis: Duel Haaland dan Mbappe Demi Raja Grup

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:10 WIB

Prediksi Uruguay vs Spanyol: Taktik Bielsa dan De la Fuente Demi Juara Grup

Prediksi Uruguay vs Spanyol: Taktik Bielsa dan De la Fuente Demi Juara Grup

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:00 WIB

Terkini

Ronald Koeman: Maroko Bisa Mudah Cetak Gol

Ronald Koeman: Maroko Bisa Mudah Cetak Gol

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:34 WIB

Jelang Jepang vs Brasil, Zion Suzuki: Kami Bawa Modal Tak Terkalahkan

Jelang Jepang vs Brasil, Zion Suzuki: Kami Bawa Modal Tak Terkalahkan

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:20 WIB

Tebar Ancaman ke Brasil di 32 Besar Piala Dunia 2026, Hajime Moriyasu: Jepang Punya Peluang Menang

Tebar Ancaman ke Brasil di 32 Besar Piala Dunia 2026, Hajime Moriyasu: Jepang Punya Peluang Menang

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:05 WIB

Klasemen Piala Dunia 2026: Siapa Saja Juara Grup?

Klasemen Piala Dunia 2026: Siapa Saja Juara Grup?

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:54 WIB

Intip Statistiknya! Belanda Pecahkan Rekor Penguasaan Bola di Piala Dunia 2026

Intip Statistiknya! Belanda Pecahkan Rekor Penguasaan Bola di Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:45 WIB

Persija Jakarta Selangkah Lagi Rekrut Bek Bosnia, Kontrak 2 Tahun Sudah Disepakati

Persija Jakarta Selangkah Lagi Rekrut Bek Bosnia, Kontrak 2 Tahun Sudah Disepakati

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:28 WIB

Shin Tae-yong Turun Langsung Cek Fasilitas Persija, Persiapan Macan Kemayoran Menuju Musim Baru

Shin Tae-yong Turun Langsung Cek Fasilitas Persija, Persiapan Macan Kemayoran Menuju Musim Baru

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:18 WIB

Jepang Penjaga Marwah Asia: 11 Pertandingan Tak Terkalahkan Lawan Tim Eropa

Jepang Penjaga Marwah Asia: 11 Pertandingan Tak Terkalahkan Lawan Tim Eropa

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:10 WIB

Manchester United Siapkan Rp2 Triliun Kejar Tanda Tangan Gelandang Dortmund

Manchester United Siapkan Rp2 Triliun Kejar Tanda Tangan Gelandang Dortmund

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:23 WIB

Kimmich Soroti Kesalahan Fatal Jerman usai Dikalahkan Ekuador di Piala Dunia 2026

Kimmich Soroti Kesalahan Fatal Jerman usai Dikalahkan Ekuador di Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:56 WIB