-
Miroslav Koubek resmi mengundurkan diri dari jabatan pelatih Ceko setelah gagal di Piala Dunia.
-
Timnas Ceko terbenam di dasar klasemen Grup A dan hanya mampu meraih satu poin.
-
Kontrak Koubek berakhir setelah pertemuan personal yang disepakati bersama Presiden Federasi David Trunda.
Suara.com - Miroslav Koubek resmi menanggalkan jabatannya sebagai pelatih kepala Timnas Ceko. Keputusan besar ini diambil menyusul kegagalan total negaranya yang langsung tersingkir di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026.
Perjalanan Ceko di putaran final berakhir tragis tanpa satu pun kemenangan. Mereka terpuruk di dasar klasemen akhir Grup A setelah tampil mengecewakan dalam 3 pertandingan.
Rentetan hasil buruk ini memicu evaluasi mendalam di jajaran manajemen. Koubek akhirnya memilih bertanggung jawab penuh atas pencapaian minor anak asuhnya.
Selama mengarungi fase grup, Ceko tercatat hanya mampu mengamankan 1 poin. Angka semata wayang tersebut diraih dari persaingan ketat melawan Korea Selatan, Afrika Selatan, dan Meksiko.
Situasi tersebut memicu pertemuan darurat antara sang pelatih dan petinggi federasi sepak bola setempat. Pertemuan personal itu langsung menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri kerja sama.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Republik Ceko, David Trunda, memberikan konfirmasi resmi terkait pengunduran diri tersebut. Pihak federasi menghormati keputusan yang diambil oleh sang juru taktik kawakan.
“Pelatih menawarkan posisinya kepada saya pada pertemuan pribadi hari ini dan saya memutuskan untuk menerima tawarannya setelah debat yang terbuka dan adil,” kata David Trunda.
Pengunduran diri ini mengakhiri masa bakti singkat Koubek yang penuh dinamika. Kini, federasi harus bergerak cepat mencari suksesor baru demi membangun kembali kekuatan tim.
Mundurnya pria berusia 74 tahun ini menjadi pukulan telak bagi publik sepak bola Ceko. Padahal, ia sempat dianggap sebagai pahlawan berkat keberhasilan meloloskan tim ke turnamen akbar ini.
Koubek sendiri sebenarnya baru ditunjuk sebagai pelatih sesaat sebelum babak penentuan yang krusial. Tugas utamanya kala itu adalah memimpin Ceko menghadapi laga sengit di babak play-off.
Di bawah arahannya, Ceko sempat menunjukkan mental baja yang luar biasa. Mereka sukses memenangkan 2 laga adu penalti berturut-turut secara dramatis melawan Republik Irlandia dan Denmark.
Kemenangan emosional tersebut berhasil mengakhiri kutukan panjang sepak bola Ceko. Mereka akhirnya kembali merasakan atmosfer putaran final Piala Dunia setelah absen selama 20 tahun.
Namun, magis Koubek ternyata tidak bertahan lama saat memasuki turnamen utama yang sesungguhnya. Ekspektasi tinggi publik langsung runtuh melihat performa tim yang antiklimaks di babak grup.
Kegagalan di Piala Dunia 2026 ini kini menjadi titik balik penting bagi masa depan timnas Ceko. Pembenahan total harus segera dilakukan agar mereka bisa kembali bersaing di level internasional.
