- Brasil menurunkan starting XI tertua di fase gugur Piala Dunia sejak 2006, tetapi tetap mampu bangkit mengalahkan Jepang 2-1.
- Bruno Guimarães mengoleksi empat assist dan menjadi pemain Brasil dengan assist terbanyak kedua dalam satu edisi Piala Dunia setelah Pelé.
- Jepang kembali gagal melewati fase gugur Piala Dunia setelah menelan kekalahan kelima secara beruntun di babak knockout.
Suara.com - Kemenangan dramatis Timnas Brasil atas Jepang dengan skor 2-1 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 menyisakan sejumlah data dan fakta menarik.
Laga ini memperlihatkan kontras antara kematangan skuad Brasil yang dihuni banyak pemain senior dengan Jepang yang kembali gagal mematahkan tren buruk di fase gugur.
Meski berhasil melaju ke babak 16 besar, tim asuhan Carlo Ancelotti juga menorehkan sejumlah catatan unik dari komposisi pemain hingga rekor individu.
Berdasarkan data statistik Opta, rata-rata usia starting XI Brasil pada laga tersebut mencapai 29 tahun 245 hari.
Catatan itu menjadikan Brasil 2026 sebagai tim dengan susunan pemain tertua di fase gugur Piala Dunia sejak mereka kalah dari Prancis pada edisi 2006.
Bruno Guimarães Dekati Rekor Assist Pelé

Di balik skuad yang didominasi pemain senior, lini tengah Brasil justru melahirkan catatan bersejarah lewat penampilan Bruno Guimarães.
Gelandang tersebut kini mengoleksi empat assist sepanjang Piala Dunia 2026.
Torehan itu membuat Bruno Guimarães menjadi pemain Brasil dengan jumlah assist terbanyak kedua dalam satu edisi Piala Dunia.
Hingga kini, hanya Pelé yang masih unggul dengan enam assist pada Piala Dunia 1970.
Peran Bruno Guimarães juga menjadi kunci dalam menjaga ritme permainan Brasil sepanjang turnamen.
Casemiro Ukir Rekor Baru
![Timnas Brasil Mengerikan Lagi: Kebangkitan Casemiro di Era Carlo Ancelotti. [Instagram @casemiro]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/16/99597-casemiro.jpg)
Kontribusi pemain senior kembali terlihat melalui gol penting Casemiro yang menyamakan kedudukan saat Brasil tertinggal.
Gol sundulan tersebut bukan hanya membangkitkan semangat Selecao, tetapi juga mengantarkan Casemiro masuk dalam buku rekor Timnas Brasil.
Pada usia 34 tahun 126 hari, Casemiro menjadi pencetak gol tertua kedua Brasil di putaran final Piala Dunia.
Ia hanya terpaut 11 hari dari rekor milik Bebeto yang mencetak gol pada usia 34 tahun 137 hari di Piala Dunia 1998.
Pengalaman para pemain senior terbukti menjadi pembeda ketika Brasil menghadapi tekanan dari Jepang.
Kutukan Jepang di Fase Gugur Berlanjut
Di sisi lain, Jepang kembali harus menerima kenyataan pahit di fase gugur Piala Dunia.
Kekalahan dari Brasil memperpanjang rekor buruk Samurai Biru yang belum pernah sekalipun lolos dari babak knockout.
Sejauh ini, Jepang telah lima kali tampil di fase gugur Piala Dunia dan seluruhnya berakhir dengan kekalahan.
Kegagalan mempertahankan keunggulan setelah sempat unggul lewat gol Kaishu Sano menunjukkan bahwa aspek mental masih menjadi pekerjaan rumah bagi wakil Asia tersebut.
Brasil Putus Tren Buruk
Kemenangan atas Jepang juga memperlihatkan ketahanan mental Brasil yang sempat dipertanyakan dalam beberapa edisi terakhir.
Berdasarkan catatan Opta, ini menjadi kemenangan kedua Brasil dalam sembilan pertandingan Piala Dunia saat mereka lebih dulu tertinggal.
Sebelumnya, Brasil terakhir kali mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal ketika menghadapi Kroasia pada laga pembuka Piala Dunia 2014.
Keberhasilan memutus tren negatif itu menjadi modal berharga bagi Brasil menjelang babak 16 besar.
Kini, publik sepak bola menantikan apakah strategi Carlo Ancelotti yang memadukan pengalaman para pemain senior dengan energi pemain muda mampu membawa Selecao meraih gelar juara dunia keenam.
