-
Belgia akan bertanding melawan Senegal pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Seattle.
-
Kiper utama Senegal, Edouard Mendy, dipastikan absen dalam laga krusial ini akibat cedera lutut.
-
Statistik produktivitas serangan Belgia jauh lebih unggul dibandingkan dengan efektivitas peluang milik Senegal.
Suara.com - Belgia menghadapi ujian taktik yang sesungguhnya saat ditantang Senegal pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Seattle Stadium.
Kendati diunggulkan di atas kertas, Setan Merah dihantui memori buruk fase grup yang hampir membuat mereka tersingkir.
Kolektivitas permainan dan agresivitas wakil Afrika tersebut berpotensi memicu kejutan besar jika Belgia tampil lengah.
![Timnas Senegal masuk putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, pada 11 Juli - 20 Juli, untuk mencetak sejarah dalam ajang sepak bola paling prestisius ini. [Suara.com/AI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/05/25021-timnas-senegal.jpg)
Berikut adalah 5 fakta krusial yang wajib diwaspadai Belgia demi mengamankan tempat di fase gugur.
1. Ancaman Nyata dari Rekor Pertemuan Mesir
Belgia hampir saja menelan kekalahan memalukan saat bersua Mesir pada babak penyisihan grup lalu.
Skuat asuhan Rudi Garcia beruntung setelah gol bunuh diri bek lawan menyelamatkan mereka dari kekalahan.

Padahal, Mesir merupakan tim yang berhasil didominasi total dan dikalahkan oleh Senegal dalam ajang Piala Afrika.
Data tersebut menunjukkan bahwa kekuatan ofensif Senegal berada di atas tim yang sempat menyulitkan Belgia.
2. Produktivitas Peluang Lini Serang Setan Merah
Secara statistik, kreativitas lini tengah Belgia dalam membangun serangan sebenarnya jauh lebih unggul.
Kevin de Bruyne dan kolega sukses melepaskan 73 tembakan sepanjang pertandingan di fase grup.
3. Kerapian Organisasi Pertahanan Tim
Jumlah peluang emas milik Belgia tersebut hampir menyamai gabungan agresivitas milik Prancis dan Norwegia.
Namun, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi sang pelatih, Rudi Garcia.
