-
Belgia akan bertanding melawan Senegal pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Seattle.
-
Kiper utama Senegal, Edouard Mendy, dipastikan absen dalam laga krusial ini akibat cedera lutut.
-
Statistik produktivitas serangan Belgia jauh lebih unggul dibandingkan dengan efektivitas peluang milik Senegal.
Belgia dituntut tampil lebih klinis mengingat mereka hanya mampu mencetak 5 gol murni dari puluhan kesempatan.
Lengah sedikit saja dalam memanfaatkan peluang bisa berakibat fatal bagi ambisi juara mereka.
4. Kerentanan Lini Belakang Singa Teranga
Sektor pertahanan menjadi titik lemah utama Senegal yang sudah kebobolan 6 kali selama turnamen.
Kondisi ini diperparah dengan cedera lutut yang menimpa kiper utama mereka, Edouard Mendy.
Pelatih Pape Thiaw kini harus memutar otak untuk menambal lubang di bawah mistar gawang.
Situasi pincang ini menjadi santapan empuk bagi Romelu Lukaku yang diplot sebagai ujung tombak utama.
5. Rekor Penalti yang Memihak Wakil Afrika
Jika laga sengit ini harus berlanjut hingga babak tos-tosan, Senegal memegang keunggulan psikologis yang kuat.
Singa Teranga memiliki pengalaman segar memenangkan adu penalti dalam perebutan tempat ketiga Piala Afrika.
Sementara itu, memori adu penalti terakhir milik Belgia sudah terjadi sangat lama pada edisi Piala Dunia 1986.
Fakta sejarah ini memaksa Belgia untuk sedapat mungkin menyelesaikan pertandingan dalam waktu normal.
Pertandingan di Seattle Stadium ini merupakan pertemuan perdana antara Belgia dan Senegal di kompetisi resmi. Belgia melangkah ke fase gugur dengan modal peringkat 10 dunia serta dominasi statistik umpan di sepertiga akhir lapangan.
Di sisi lain, Senegal yang berstatus peringkat 18 FIFA datang dengan status eks juara Afrika dan reputasi sebagai tim yang selalu merepotkan tim-tim raksasa Eropa lewat permainan fisik yang disiplin.
