Momen Bendera Palestina Berkibar Setelah Mesir Menumbangkan Australia

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 05 Juli 2026 | 11:50 WIB
Momen Bendera Palestina Berkibar Setelah Mesir Menumbangkan Australia
Pelatih Mesir Hossam Hassan mengibarkan bendera Palestina usai timnya lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026. Simak pesan solidaritas dan hasil laga kontra Australia. [Dok. X/@demarkesports]
baca 10 detik
  • Pelatih Mesir Hossam Hassan mengibarkan bendera Palestina setelah berhasil mengalahkan Australia.

  • Hassan mendedikasikan kemenangan emosional lewat adu penalti tersebut kepada rakyat Palestina.

  • Insiden pengibaran bendera ini memicu kritik keras terkait dugaan standar ganda FIFA.

Suara.com - Pelatih Timnas Mesir Hossam Hassan memicu sorotan global setelah mengibarkan bendera Palestina di lapangan usai menumbangkan Australia di Piala Dunia 2026. Aksi emosional ini membawa tensi geopolitik langsung ke dalam arena Piala Dunia 2026.

Solidaritas yang ditunjukkan di lapangan hijau tersebut terekam dalam video yang langsung viral di berbagai platform media sosial. Di latar belakang video, terdengar jelas gemuruh suara suporter yang menyuarakan yel-yel kebebasan untuk Palestina.

Langkah berani Hassan mematahkan batasan antara olahraga dan politik luar negeri di tengah turnamen akbar ini. Keputusan tersebut diambil sesaat setelah Mesir memastikan kemenangan penting mereka melalui drama adu penalti.

Mesir lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Australia 4-2 lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit di Arlington. [Dok. IG egyptnt]
Mesir lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Australia 4-2 lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit di Arlington. [Dok. IG egyptnt]

Hassan secara terbuka menyatakan bahwa pencapaian timnya malam itu bukan hanya milik masyarakat Mesir. Melalui sesi wawancara pasca-pertandingan, ia mendedikasikan hasil positif ini untuk rakyat Palestina.

"Hati dan jiwa saya bersama mereka," tambahnya dalam wawancara pasca-pertandingan, dikutip dari FOXnews, Minggu (5/7/2026).

"Saya mendedikasikan kemenangan ini untuk rakyat Palestina. Semoga Allah memberikan mereka kemenangan dan merahmati para syuhada mereka."

Kehadiran simbol-simbol Palestina di tribun penonton sebenarnya sudah terlihat sejak babak penyisihan grup berlangsung. Fenomena ini memicu pertanyaan besar mengenai konsistensi regulasi dari otoritas sepak bola tertinggi dunia.

Banyak pihak mulai mempertanyakan mengapa atribut politik dari satu negara tertentu diperbolehkan masuk ke stadion. Narasi ini berkembang menjadi perdebatan mengenai adanya perlakuan berbeda dalam penegakan aturan di lapangan.

Sentimen diskriminasi mencuat karena adanya laporan mengenai pelarangan pengibaran bendera Israel sepanjang turnamen. Kontras kebijakan inilah yang dinilai menciptakan standar ganda yang memecah belah opini publik.

baca juga

Hingga saat ini, pihak penyelenggara belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden pengibaran bendera tersebut. FIFA memilih untuk bungkam dan tidak merespons permintaan konfirmasi yang diajukan oleh berbagai media internasional.

Isu politik dan sepak bola internasional memang kerap bergesekan meski FIFA selalu mengampanyekan netralitas di stadion. Sebagai informasi, tim nasional Palestina sendiri tidak ikut berkompetisi dalam putaran final Piala Dunia kali ini.

Namun, dukungan emosional dari negara-negara Arab seperti Mesir tetap membawa isu kemanusiaan ini ke panggung dunia. Pertandingan ketat melawan Australia yang berakhir lewat adu penalti akhirnya menjadi panggung pembuktian solidaritas tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Didier Deschamps Ungkap Alasan Prancis Sulit Kalahkan Paraguay

Didier Deschamps Ungkap Alasan Prancis Sulit Kalahkan Paraguay

Bola | Minggu, 05 Juli 2026 | 11:27 WIB

Ounahi Menggila, Maroko Tekuk Kanada 3-0 dan Siap Hadapi Prancis di 8 Besar

Ounahi Menggila, Maroko Tekuk Kanada 3-0 dan Siap Hadapi Prancis di 8 Besar

Your Say | Minggu, 05 Juli 2026 | 11:17 WIB

Thomas Tuchel: Lawan Meksiko Tenang Aja

Thomas Tuchel: Lawan Meksiko Tenang Aja

Bola | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:03 WIB

Terkini

Teriakan Anggota Paskibraka Sayang-sayang Pak Koster Bikin Netizen Geli: Gak Mungkin dari Hati

Teriakan Anggota Paskibraka Sayang-sayang Pak Koster Bikin Netizen Geli: Gak Mungkin dari Hati

Entertainment | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:06 WIB

Fajar Emas Kembali Menyapa: Bromo Resmi Dibuka Besok Setelah 13 Hari Melawan Api

Fajar Emas Kembali Menyapa: Bromo Resmi Dibuka Besok Setelah 13 Hari Melawan Api

Jatim | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:06 WIB

Membaca Buku Ada Nama yang Abadi di Hati tapi Tak Bisa Dinikahi:Cinta Tak Harus Memiliki

Membaca Buku Ada Nama yang Abadi di Hati tapi Tak Bisa Dinikahi:Cinta Tak Harus Memiliki

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Kabar Baik dari Italia, Jay Idzes Gabung Timnas Indonesia Satu Minggu Sebelum FIFA ASEAN Cup 2026

Kabar Baik dari Italia, Jay Idzes Gabung Timnas Indonesia Satu Minggu Sebelum FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:59 WIB

Istri Dikta Umur Berapa? Ini Profil dan Pekerjaan Rachel Florencia

Istri Dikta Umur Berapa? Ini Profil dan Pekerjaan Rachel Florencia

Entertainment | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:56 WIB

Bakom Ungkap Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran Negara hingga Rp 200 Triliun

Bakom Ungkap Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran Negara hingga Rp 200 Triliun

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:55 WIB

Panjat Pinang: Dari Hiburan Kolonial Menjadi Tradisi Kemerdekaan

Panjat Pinang: Dari Hiburan Kolonial Menjadi Tradisi Kemerdekaan

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Skandal di Balai Desa: Hanya Pakai Sarung Saat Digerebek, Oknum Kasun di Gresik Didenda Rp20 Juta

Skandal di Balai Desa: Hanya Pakai Sarung Saat Digerebek, Oknum Kasun di Gresik Didenda Rp20 Juta

Jatim | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:49 WIB

Jepang Dihantam Gelombang Perusahaan Bangkrut, Paling Banyak Dalam 14 Tahun Terakhir

Jepang Dihantam Gelombang Perusahaan Bangkrut, Paling Banyak Dalam 14 Tahun Terakhir

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Bahlil Ungkap Alasan Presiden Bentuk Bursa Mineral: Prabowo Mau Seluruh Kekayaan Kita Yang Atur!

Bahlil Ungkap Alasan Presiden Bentuk Bursa Mineral: Prabowo Mau Seluruh Kekayaan Kita Yang Atur!

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:44 WIB

×