Jepang Dihantam Gelombang Perusahaan Bangkrut, Paling Banyak Dalam 14 Tahun Terakhir

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:45 WIB
Jepang Dihantam Gelombang Perusahaan Bangkrut, Paling Banyak Dalam 14 Tahun Terakhir
Perdana Menteri Jepang perempuan pertama, Sanae Takaichi (Instagram/takaichi_sanae)
baca 10 detik
  • Sebanyak 5.335 perusahaan di Jepang bangkrut sepanjang semester pertama tahun 2026.

  • Sektor jasa, ritel, dan konstruksi menjadi penyumbang kasus kebangkrutan terbanyak akibat inflasi.

  • Kenaikan suku bunga diperkirakan memperparah gelombang kebangkrutan pada semester kedua 2026.

Suara.com - Sebanyak 5.335 perusahaan di Jepang terpaksa gulung tikar atau bangkrut akibat beban inflasi serta lonjakan biaya bahan baku sepanjang semester pertama 2026. Angka kerugian bisnis dengan utang minimal 10 juta yen ini mencatatkan rekor kebangkrutan tertinggi dalam kurun 14 tahun terakhir.

Fenomena penutupan usaha secara masif ini menandai krisis ekonomi domestik yang jauh lebih dalam dibanding periode sebelumnya. Sektor jasa, ritel, hingga konstruksi menjadi kelompok industri yang paling parah menghantam badai krisis operasional tersebut.

Ketidakmampuan pelaku usaha membebankan kenaikan harga bahan bakar kepada konsumen menjadi pemicu utama ambruknya arus kas perusahaan. Banyak entitas bisnis tidak lagi sanggup bertahan di tengah lonjakan beban modal yang terus membengkak.

Ilustrasi Tokyo Tower.[Pixabay/Walkerssk]
Ilustrasi Tokyo Tower.[Pixabay/Walkerssk]

Laporan resmi Teikoku Databank mencatat peningkatan signifikan jumlah perusahaan yang ambruk pada periode Januari hingga Juni tahun ini. Lembaga riset kredit tersebut menyatakan 5.335 bisnis gulung tikar pada periode Januari hingga Juni. Itu naik 332 dari tahun lalu dan merupakan yang tertinggi sejak 2012.

Sektor pelayanan publik atau jasa menyumbang angka kegagalan bisnis terbesar, diikuti ketat oleh bidang perdagangan eceran dan industri bangunan. Ketiga bidang usaha tersebut paling rentan terhadap gejolak pasokan barang serta fluktuasi harga energi global.

Mengapa Kebangkrutan Bisnis Jepang Diperkirakan Berlanjut?

Kondisi finansial dunia usaha diprediksi kian mengkhawatirkan memasuki separuh kedua tahun berjalan. Pembengkakan beban pinjaman akibat kenaikan suku bunga perbankan siap mengintai para pemilik modal.

Para pengamat ekonomi mengkhawatirkan bahwa pengetatan kebijakan moneter justru akan memicu gelombang penutupan usaha yang lebih besar. Perusahaan yang mengandalkan utang luar rentan mengalami gagal bayar dalam kurun waktu dekat.

Analis riset memperkirakan tren negatif ini belum akan mereda hingga penyesuaian pasar tercapai. Dikutip dari NHK, Teikoku Databank menegaskan tren kebangkrutan dapat berlanjut pada paruh kedua ketika bisnis akan menghadapi biaya pinjaman yang lebih tinggi akibat kenaikan suku bunga."

baca juga

Peningkatan jumlah perusahaan ambruk ini melanjutkan tren memprihatinkan yang sudah terjadi sejak awal tahun lalu. Kondisi ekonomi mikro Jepang kini berada di titik nadir akibat keterbatasan daya serap pasar domestik.

Latar belakang krisis ini bermula dari akumulasi beban biaya impor bahan baku dan energi yang membengkak dalam dua tahun terakhir. Situasi makin diperparah oleh kebijakan penyesuaian suku bunga yang memangkas margin keuntungan pelaku usaha secara signifikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Brantas Abipraya Jalin Sinergi dengan Kejaksaan Agung RI untuk Kokohkan Tata Kelola

Brantas Abipraya Jalin Sinergi dengan Kejaksaan Agung RI untuk Kokohkan Tata Kelola

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:40 WIB

3 Moisturizer Brand Jepang untuk Flek Hitam Sesuai Review dan Klaim

3 Moisturizer Brand Jepang untuk Flek Hitam Sesuai Review dan Klaim

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:31 WIB

Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!

Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Terkini

Jepang Dihantam Gelombang Perusahaan Bangkrut, Paling Banyak Dalam 14 Tahun Terakhir

Jepang Dihantam Gelombang Perusahaan Bangkrut, Paling Banyak Dalam 14 Tahun Terakhir

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Bahlil Ungkap Alasan Presiden Bentuk Bursa Mineral: Prabowo Mau Seluruh Kekayaan Kita Yang Atur!

Bahlil Ungkap Alasan Presiden Bentuk Bursa Mineral: Prabowo Mau Seluruh Kekayaan Kita Yang Atur!

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:44 WIB

Pemerintah Siapkan Insentif Percepat Pengembangan Panas Bumi

Pemerintah Siapkan Insentif Percepat Pengembangan Panas Bumi

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:43 WIB

5 Tips Menempatkan Posisi Meja Kasir Pembawa Hoki Menurut Feng Shui, Omzet Makin Deras

5 Tips Menempatkan Posisi Meja Kasir Pembawa Hoki Menurut Feng Shui, Omzet Makin Deras

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Brantas Abipraya Jalin Sinergi dengan Kejaksaan Agung RI untuk Kokohkan Tata Kelola

Brantas Abipraya Jalin Sinergi dengan Kejaksaan Agung RI untuk Kokohkan Tata Kelola

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:40 WIB

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:37 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.840, Sikap Hawkish BI Jadi Penopang Mata Uang Garuda

Rupiah Menguat ke Rp17.840, Sikap Hawkish BI Jadi Penopang Mata Uang Garuda

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Ngecas Mobil Listrik Pakai Listrik Rumah 2.200 VA, Bisa? Ini Rincian Biaya Tambah Daya Home Charger

Ngecas Mobil Listrik Pakai Listrik Rumah 2.200 VA, Bisa? Ini Rincian Biaya Tambah Daya Home Charger

Otomotif | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:35 WIB

Berkat Digitalisasi, Verifikasi Penerima Bansos Kini Cukup 5 Menit dari Sebelumnya 200 Hari

Berkat Digitalisasi, Verifikasi Penerima Bansos Kini Cukup 5 Menit dari Sebelumnya 200 Hari

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:33 WIB

Mabuk Berat Intisari! Joshua Ngaku Lupa ke Polisi Ditanya Alasan Ngamuk dan Telanjang

Mabuk Berat Intisari! Joshua Ngaku Lupa ke Polisi Ditanya Alasan Ngamuk dan Telanjang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:32 WIB

×