Jelang Norwegia vs Brasil, Stale Solbakken: Kami Siapkan Skema Adu Penalti

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:05 WIB
Jelang Norwegia vs Brasil, Stale Solbakken: Kami Siapkan Skema Adu Penalti
Timnas Norwegia saat mengalahkan Swedia dalam laga uji coba jelang Piala Dunia 2026. (Instagram/@herrelandslaget)
baca 10 detik
  • Stale Solbakken mengklarifikasi video ruang ganti yang dianggap tidak menghormati pelatih Brasil, Carlo Ancelotti.

  • Norwegia berambisi mempertahankan rekor sejarah tidak terkalahkan melawan Brasil pada babak 16 besar.

  • Tim nasional Norwegia telah merancang strategi khusus termasuk menyiapkan lima eksekutor penalti utama.

Suara.com - Pelatih Norwegia Stale Solbakken menegaskan tidak ada maksud melecehkan juru taktik Brasil Carlo Ancelotti menjelang duel babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pernyataan tegas ini merespons kegaduhan video internal tim saat ia meneriakkan kesiapan menantang Ancelotti.

Solbakken mengklarifikasi bahwa seruan emosional pasca-kemenangan dramatis atas Pantai Gading murni merupakan bentuk antusiasme tinggi. Alih-alih meremehkan, ia justru memandang laga di New Jersey ini sebagai pembuktian taktik tingkat tinggi.

"Itu hanya untuk memuji dia [Ancelotti] karena dia adalah salah satu pelatih terhebat di sepak bola Eropa," ujar Solbakken saat dimintai klarifikasi mengenai ucapannya.

10 Pelatih Piala Dunia 2026 dengan Gaji Selangit: Ancelotti Termahal, Scaloni Tak Masuk [Tangkap lyar X]
10 Pelatih Piala Dunia 2026 dengan Gaji Selangit: Ancelotti Termahal, Scaloni Tak Masuk [Tangkap lyar X]

"Dia mungkin yang terhebat dengan lima trofi Liga Champions dan gelar juara di berbagai negara."

Solbakken menambahkan bahwa reputasi besar sang lawan justru menjadi bahan bakar motivasi bagi anak asuhnya. Sikap profesional arsitek tim Samba tersebut dinilai menjadi teladan terbaik di jagat sepak bola modern.

"Cara dia memperlakukan lawan, cara dia bertindak dalam sepak bola adalah sesuatu yang harus ditiru oleh semua orang."

"Sangat bagus juga bagi sepak bola bahwa dia mengambil pekerjaan internasional bersama tim internasional terbesar di dunia sepak bola."

Norwegia kini mengusung misi mustahil untuk memperpanjang rekor superior mereka yang belum pernah kalah dari pemilik lima gelar Piala Dunia itu. Kendati demikian, Solbakken sadar posisi timnya tetaplah kuda hitam yang harus tampil tanpa cela.

"Ini adalah kehormatan besar bagi kami, tetapi besok kami harus mengalahkan dia dan mengalahkan Brasil untuk tetap bertahan di kompetisi."

baca juga

"Kami bisa mengalahkan Brasil jika kami tampil 100%, jika tidak, kami tidak punya peluang," tutur Solbakken dengan realistis.

Sang pelatih melihat peta kekuatan tim lawan kini sudah jauh lebih dinamis dan tidak se-dominan era sebelumnya. Celah tersebut yang akan dimanfaatkan untuk menciptakan kejutan besar di fase gugur.

"Brasil masih menjadi favorit, tetapi saya rasa mereka bukan favorit besar seperti tahun-tahun lalu."

"Namun ya, akan menjadi kejutan jika Norwegia menang. Tim ini mendapatkan hasil yang bagus dan gaya bermain kami juga membantu, tetapi sulit untuk mengatakan persentase peluang kami."

Solbakken menekankan pertahanan kolektif menjadi kunci utama untuk meredam kreativitas individu para bintang Seleção. Kolektivitas tim dianggap jauh lebih ampuh ketimbang hanya menjaga satu atau dua pemain bintang saja.

"Brasil memiliki banyak pemain bagus, kita harus menghentikan pemain-pemain individu tersebut, tetapi pertama-tama kita harus menghentikan Brasil sebagai sebuah tim."

Skenario drama adu penalti juga telah diantisipasi secara matang oleh tim kepelatihan Norwegia demi tiket perempat final. Mengingat sengitnya fase gugur tahun ini, kesiapan mental eksekutor menjadi fokus yang tidak boleh diabaikan.

"Kemenangan kami pada tahun 1998 sangat berarti bagi sepak bola Norwegia untuk waktu yang lama, tetapi kami harus ingat bahwa Brasil saat itu sudah lolos dan tidak mengejar apa pun."

"Namun ini adalah pertandingan sistem gugur dan kedua tim harus menang untuk bisa lolos."

Seluruh pemain kini sudah memegang peran dan urutan masing-masing jika laga harus diselesaikan lewat titik putih. Langkah preventif ini diambil agar tidak ada kepanikan saat momen krusial itu tiba.

"Kami telah bersiap dengan baik untuk adu penalti," ucapnya memungkasi.

"Para pemain tahu siapa yang akan menembak 1, 2, 3, 4, dan 5. Kami telah bersiap dengan baik."

Ketegangan ini bermula saat Norwegia mengunci tiket 16 besar berkat gol penentu Erling Haaland pada menit ke-86 melawan Pantai Gading di Dallas. Di dalam ruang ganti, Solbakken yang emosional berteriak, "Ancelotti, kami datang untukmu!" hingga memicu perdebatan panas di media menjelang laga krusial ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Thomas Tuchel: Lawan Meksiko Tenang Aja

Thomas Tuchel: Lawan Meksiko Tenang Aja

Bola | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:03 WIB

Fenomena Lucky Charm Saat Nonton Piala Dunia, Mitos atau Efek Psikologis?

Fenomena Lucky Charm Saat Nonton Piala Dunia, Mitos atau Efek Psikologis?

Your Say | Minggu, 05 Juli 2026 | 09:49 WIB

Kylian Mbappe ke Paraguay: Kami Bisa Juga Mengotori Tangan, Tapi Itu Cara Buruk

Kylian Mbappe ke Paraguay: Kami Bisa Juga Mengotori Tangan, Tapi Itu Cara Buruk

Bola | Minggu, 05 Juli 2026 | 09:43 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×