- Media Korea Selatan melaporkan Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan menjatuhkan sidang disiplin dan ancaman sanksi berat kepada Shin Tae-yong.
- Pelatih Persija Jakarta tersebut menyatakan rasa tidak adil atas kasus kontroversi itu serta mempertimbangkan opsi untuk mengajukan banding.
- Hukuman dari asosiasi tersebut diprediksi tidak berdampak pada kontrak Shin Tae-yong bersama Persija karena hanya berlaku di Korea Selatan.
Suara.com - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, akhirnya buka suara terkait kabar dirinya mendapat hukuman berat dari Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA).
Sejumlah media Korea Selatan, termasuk Channel A, sebelumnya melaporkan KFA telah menggelar sidang Komite Disiplin untuk menentukan sanksi terhadap Shin Tae-yong.
Hukuman yang disebut-sebut dapat dijatuhkan meliputi skorsing atau pencabutan hak sebagai anggota maksimal 10 tahun, larangan berpartisipasi atau mendampingi pertandingan, hingga pemecatan permanen dari keanggotaan asosiasi.
Sanksi tersebut diduga berkaitan dengan kontroversi saat Shin Tae-yong menangani Ulsan HD di kompetisi Korea Selatan pada Agustus-Oktober 2026.
![Persija menggelar latihan perdana untuk musim 2026/2027. Shin Tae-yong fokus membangun fondasi tim, meningkatkan fisik pemain, dan menunggu skuad lengkap. [Dok. Persija]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/15/57878-shin-tae-yong-mimpin-latihan-perdana-persija-jakarta.jpg)
Channel A menyebut Shin Tae-yong diterpa sejumlah kontroversi, mulai dari "isu perselisihan dengan para pemain, dugaan melakukan kekerasan terhadap pemain, hingga dugaan bermain golf saat menjalani laga tandang".
Pada Mei 2026, Shin Tae-yong juga dinarasikan telah mendapatkan sanksi berat dari Pusat Etika Olahraga Korea yang berada di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan.
"Pemberlakuan sanksi tersebut hanya berlaku di Korea Selatan sejak tanggal pemberitahuan resmi disampaikan," tulis Channel A.
Shin Tae-yong Pertimbangkan Banding
KFA kemudian disebut telah menyampaikan hasil sidang Komite Disiplin tersebut kepada Shin Tae-yong. Kabar ini muncul tak lama setelah pelatih asal Korea Selatan itu menandatangani kontrak tiga tahun untuk menangani Persija Jakarta.
Shin Tae-yong pun mengakui ada banyak hal yang menurutnya tidak adil dalam kasus tersebut.
"Ada banyak hal yang saya rasa tidak adil dan saya ingin mengungkapkan kebenarannya," ujar Shin Tae-yong, dinukil dari Channel A.
Meski demikian, pelatih yang membawa Persija bersiap menghadapi Piala Presiden 2026 itu masih mempertimbangkan untuk mengajukan banding terhadap hukuman dari KFA.
Di sisi lain, Channel A memperkirakan sanksi tersebut tidak akan banyak memengaruhi kiprah Shin Tae-yong bersama Persija.
Pasalnya, hukuman tersebut disebut hanya berlaku di Korea Selatan, sementara Shin Tae-yong terikat kontrak bersama Macan Kemayoran hingga 2029.
"Namun, jika saya angkat bicara, murid-murid saya bisa ikut terdampak dan situasi sepak bola di Korea Selatan juga sedang tidak baik," ucap Shin Tae-yong.
"Saya memilih untuk menanggung semuanya," pungkas juru taktik asal Korea Selatan itu.
