- Timnas Indonesia dijadwalkan melawan Singapura di Jalan Besar Stadium pada Jumat 7 Agustus 2026 pukul 20:00 WIB.
- Bek Singapura Jacob Mahler bertekad meraih hasil spesial di hadapan pendukung sendiri berbekal motivasi tinggi.
- Mahler memiliki pengalaman bermain di Liga 1 bersama Madura United serta pernah dua kali menjalani operasi cedera ACL.
Suara.com - Singapura menatap laga krusial kontra Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
Timnas Indonesia akan menghadapi Singapura di Jalan Besar Stadium, Jumat 7 Agustus 2026 pukul 20:00 WIB.
Bek andalan mereka, Jacob Mahler, menegaskan timnya ingin menciptakan sesuatu yang spesial di hadapan pendukung sendiri.
Mahler mengakui laga melawan Indonesia selalu menyimpan kenangan kuat. Salah satunya adalah kekalahan dramatis 2-4 di semifinal AFF 2021 yang masih membekas hingga kini.
Saat itu, ia hanya menjadi penonton di tribun dan tak masuk skuad akhir. “Sekarang semuanya baru. Kami tahu apa yang dipertaruhkan,” ujar Mahler dinukil dari The Straits Times.
Bek berusia 26 tahun itu menegaskan, Singapura datang dengan motivasi tinggi. Ia ingin memberikan penampilan terbaik untuk fans dan keluarga.
“Kami lapar. Kami ingin tampil dan membuat semua orang bangga,” katanya.
Singapura sendiri tampil cukup solid sepanjang turnamen. Mereka menang atas Kamboja (2-1) dan Timor Leste (2-0), serta menahan Vietnam 0-0.
Di sisi lain, Indonesia datang dengan tekanan besar usai kalah 0-3 dari Vietnam. Hasil itu membuat posisi Garuda di ujung tanduk.
Meski begitu, Mahler menilai laga akan berjalan seimbang. Ia juga menaruh respek besar terhadap kekuatan Indonesia.
“Ini akan jadi pertandingan yang seimbang. Dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi,” ucapnya.
Mahler juga membawa cerita emosional dalam laga ini.
Ia pernah bermain di Liga 1 Indonesia bersama Madura United (MU) dan cukup mengenal karakter pemain lawan.
Pengalaman itu membuatnya semakin siap menghadapi duel panas ini.
Namun, ia menegaskan bahwa pada akhirnya pertandingan tetap ditentukan di lapangan.
“Pada akhirnya ini 11 lawan 11,” tegasnya.
Motivasi Mahler juga dipicu perjalanan sulit dalam kariernya.
Ia sempat mengalami cedera ACL serius hingga dua kali operasi yang membuatnya absen panjang.