- Presiden Persija Mohamad Prapanca membantah anggapan bahwa kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 disebabkan oleh pemain Persija.
- Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal setelah finis di peringkat ketiga Grup A akibat kekalahan dari Vietnam dan hasil imbang kontra Singapura.
- Prapanca menilai penilaiansalah tersebut terlalu dini karena kegagalan terjadi akibat peningkatan kualitas permainan dari negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Suara.com - Presiden Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, angkat bicara mengenai sorotan terhadap sejumlah pemainnya usai Timnas Indonesia tersingkir dari Piala AFF 2026.
Prapanca tidak sepakat jika pemain Persija dianggap menjadi salah satu penyebab kegagalan Skuad Garuda melaju ke semifinal.
Menurutnya, penilaian tersebut terlalu dini dan tidak melihat perkembangan yang dilakukan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Timnas Indonesia memang harus mengakhiri perjalanan di Piala AFF 2026 setelah gagal finis di dua besar Grup A.
Skuad asuhan John Herdman mengumpulkan tujuh poin dari empat pertandingan.
Perjalanan Indonesia sebenarnya dimulai dengan sangat baik.
![Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum melawan Vietnam pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/mrh/wsj]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/04/50705-piala-aff-2026-timnas-indonesia-vs-vietnam-skuad-timnas-indonesia.jpg)
Garuda mengawali turnamen dengan kemenangan telak 5-1 atas Kamboja dan kembali meraih hasil positif setelah menundukkan Timor Leste 3-0.
Namun, performa Indonesia menurun ketika memasuki dua pertandingan terakhir.
Kekalahan 0-3 dari Vietnam di kandang sendiri kemudian diikuti hasil imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar.
Hasil tersebut membuat Indonesia harus puas berada di peringkat ketiga Grup A dan gagal mendapatkan tiket ke semifinal.
Sejumlah pemain Persija yang menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia ikut mendapat sorotan setelah kegagalan tersebut.
Rizky Ridho, Jordi Amat, Nadeo Argawinata, hingga Shayne Pattynama merupakan beberapa nama yang menjadi bagian dari lini belakang Garuda.
Terutama Ridho dan Nadeo, keduanya mendapatkan kritik dari suporter maupun pengamat setelah tampil dalam dua pertandingan terakhir Indonesia.
Meski demikian, Prapanca meminta publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan.
Prapanca justru melihat peningkatan yang dilakukan negara-negara lain sebagai salah satu faktor yang membuat persaingan di kawasan semakin berat.
"Kita tidak bisa ngomong begitu. Mungkin setelah Piala AFF sebelumnya, negara-negara lain melakukan peningkatan," kata Prapanca kepada awak media.
Prapanca kemudian mencontohkan Vietnam. Menurutnya, skuad asuhan Kim Sang-sik juga mengalami perkembangan dari sisi komposisi pemain maupun strategi.
"Bisa dilihat Vietnam naturalisasinya lumayan banyak juga. Jadi mereka improve dan juga meningkatkan komposisi skuad, materi pemain, dan strategi," ucapnya.
Karena itu, Prapanca menilai kegagalan Indonesia di Piala AFF 2026 tidak bisa begitu saja diarahkan kepada pemain Persija.
Ia meminta evaluasi dilakukan secara lebih menyeluruh sebelum memberikan penilaian terhadap performa individu.
"Terlalu dini kalau menurut saya menilai pemain-pemain Persija yang ada di Timnas Indonesia itu tidak bagus. Kalau menurut saya sih todak seperti itu melihatnya. Lagi pula ini Piala AFF, tidak ada FIFA Matchday-nya. Kenapa terlalu khawatir? Itu tidak penting," jelasnya.
Pernyataan tersebut menjadi bentuk dukungan Prapanca kepada pemain-pemain Persija yang mendapat kritik setelah perjalanan Indonesia terhenti di fase grup.
Ia menilai para pemain masih memiliki kesempatan untuk berkembang dan membuktikan kualitasnya pada agenda Timnas Indonesia berikutnya.