Bukan Erick Thohir Wakili PSSI, Yunus Nusi Maju Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Senin, 10 Agustus 2026 | 12:08 WIB
Bukan Erick Thohir Wakili PSSI, Yunus Nusi Maju Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF
Menpora Erick Thohir serta Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia sepak bola John Herdman. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • PSSI memohon maaf atas kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke semifinal Piala AFF 2026.

  • Evaluasi menyeluruh tengah dilakukan PSSI bersama tim kepelatihan dan Badan Tim Nasional.

  • PSSI meminta masyarakat mengkritik federasi saja dan tetap mendukung para pemain serta pelatih.

Suara.com - PSSI menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat sepak bola Indonesia setelah Timnas Indonesia gagal melanjutkan kiprahnya di Piala AFF 2026. Itu disampaikan oleh sekjen Yunus Nusi bukan ketua umum Erick Thohir.

Timnas Indonesia membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang lolos ke semifinal saat melawan Singapura di partai terakhir Grup A beberapa waktu lalu. Namun, pertandingan berakhir dengan skor 1-1 sehingga Thom Haye dan kawan-kawan harus mengakhiri perjalanan di fase grup.

Kegagalan tersebut membuat PSSI harus menerima kritik dari masyarakat. Yunus Nusi pun menyampaikan permohonan maaf atas hasil yang belum sesuai dengan harapan publik.

Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum melawan Vietnam pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/mrh/wsj]
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum melawan Vietnam pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/mrh/wsj]

"Kemarin saya menyaksikan langsung anak-anak bertanding di Stadion Jalan Besar, Singapura. Seperti yang kita lihat, anak-anak gagal melanjutkan ke fase berikutnya setelah bermain seri dengan Singapura," ujar Yunus Nusi dalam keterangannya.

"Terkait hasil di Piala AFF ini, PSSI memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat sepak bola Indonesia karena belum bisa memberikan hasil yang memuaskan secara sempurna," jelasnya.

Meski gagal mencapai semifinal, Yunus menegaskan bahwa PSSI tidak akan berhenti melakukan evaluasi. Menurutnya, proses evaluasi merupakan bagian yang selalu dilakukan federasi setelah Timnas Indonesia menjalani pertandingan.

Evaluasi, kata Yunus, bukan hanya dilakukan ketika Timnas Indonesia mendapatkan hasil buruk. Setiap keberhasilan maupun kemenangan juga menjadi bahan pembahasan untuk melihat perkembangan tim secara keseluruhan.

"Ketua PSSI selalu melakukan evaluasi. Tidak hanya saat menghadapi kegagalan, tetapi juga dalam setiap prestasi, keberhasilan, maupun kemenangan Timnas Indonesia, seperti saat melawan Mozambik, Oman, atau saat timnas putri meraih juara Piala AFF Putri di Malaysia," tutur Yunus Nusi.

Dalam proses tersebut, sejumlah unsur PSSI ikut terlibat. Pembahasan mengenai performa Timnas Indonesia dilakukan bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Badan Tim Nasional (BTN), Komite Eksekutif PSSI, serta jajaran pelatih.

baca juga

Yunus Nusi mengatakan dirinya juga ikut hadir dalam proses diskusi dan evaluasi tersebut. Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas berbagai hal yang berkaitan dengan perkembangan Timnas Indonesia.

"Evaluasi dan diskusi selalu dilakukan oleh Ketua Umum bersama Badan Tim Nasional, Komite Eksekutif, dan pelatih. Saya pun turut hadir di tengah-tengah diskusi dan evaluasi tersebut," jelasnya.

Kegagalan di Piala AFF 2026 juga tidak membuat PSSI mengabaikan perjuangan para pemain. Yunus meminta masyarakat tetap memberikan apresiasi kepada seluruh anggota skuad yang telah berusaha selama turnamen.

Menurutnya, kritik terhadap kinerja federasi maupun jajaran pengurus merupakan hal yang dapat diterima. Namun, ia berharap kekecewaan terhadap hasil turnamen tidak diarahkan dalam bentuk hujatan kepada pemain dan pelatih.

"Timnas Indonesia yang telah berjuang harus tetap kita apresiasi. Silahkan mengkritisi PSSI atau Ketua, kami menerima. Namun, yang terpenting adalah jangan menghujat pemain dan pelatih."

"Mereka adalah aset kita di masa depan. Masih ada harapan besar bagi anak-anak ini untuk membawa prestasi sepak bola kita menjadi lebih bagus," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Masuk Skuat Oxford, Marselino Ferdinan Berada di Sevilla, Gabung Klub Apa?

Tak Masuk Skuat Oxford, Marselino Ferdinan Berada di Sevilla, Gabung Klub Apa?

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Gagal Total di Piala AFF 2026, John Herdman Bidik FIFA ASEAN Cup 2026

Gagal Total di Piala AFF 2026, John Herdman Bidik FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 12:00 WIB

PSSI Pasang Badan, Minta Fans Tak Hujat Pemain Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026

PSSI Pasang Badan, Minta Fans Tak Hujat Pemain Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:24 WIB

Terkini

Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah, Bobol Data Kesehatan Publik Australia

Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah, Bobol Data Kesehatan Publik Australia

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:12 WIB

5 Cara Menghilangkan Noda Kunyit di Blender, Kembali Bersih dan Anti Bau

5 Cara Menghilangkan Noda Kunyit di Blender, Kembali Bersih dan Anti Bau

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 08:10 WIB

6.622 Warga Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap Karhutla

6.622 Warga Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap Karhutla

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 08:04 WIB

Iran Tolak Buka Selat Hormuz Jika Perang Berlanjut: Ogah Tunduk ke Amerika Serikat

Iran Tolak Buka Selat Hormuz Jika Perang Berlanjut: Ogah Tunduk ke Amerika Serikat

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:03 WIB

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:03 WIB

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:00 WIB

BSI Dorong Produk Halal Lokal Naik Kelas hingga Pasar Global lewat International Expo 2026

BSI Dorong Produk Halal Lokal Naik Kelas hingga Pasar Global lewat International Expo 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 07:58 WIB

Tak Terima Hasil Sabung Ayam, Pria di Mesuji Tembak Lawan dari Jarak 2 Meter

Tak Terima Hasil Sabung Ayam, Pria di Mesuji Tembak Lawan dari Jarak 2 Meter

Lampung | Kamis, 24 September 2026 | 07:53 WIB

Di Balik Kemewahan AI Indonesia: Ada Bumi yang Kian Gerah

Di Balik Kemewahan AI Indonesia: Ada Bumi yang Kian Gerah

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 07:50 WIB

Sri Lanka Jadi Calon Markas Baru Sindikat Penipuan Siber Internasional di Asia Pasifik

Sri Lanka Jadi Calon Markas Baru Sindikat Penipuan Siber Internasional di Asia Pasifik

News | Kamis, 24 September 2026 | 07:45 WIB

×